Hilangnya Aset Pemkot, Kejari Periksa Kepala Satpol PP Surabaya

0
104
Marvel City Surabaya

Nusantara.news, Surabaya – Tim Pidana Khusus (Tim Pidsus) Kejaksaan Negeri Surabaya (Kejari) hari ini Senin (10/4/2019) memanggil Kepala Satpol PP, Irvan Widyanto terkait hilangnya aset-aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang kini telah jatuh ke tangan swasta.

Empat jam melalui pemeriksaan tim Pidsus, Irvan yang tak sempat menyapa para wartawan peliput di Kejari langsung ngacir meningalkan gedung Kejari Surabaya, bahkan saat dikonfirmasi mengenai apa saja pertanyaan yang dilontarkan oleh tim Pidsus Kejari Surabaya, Irvan tak memberikan jawaban. “Untuk masalah pertanyaan apa saja, tanya ke bagian yang bersangkutan,” cetus Irvan.

Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkot Surabaya, Ira Tursilowati memaparkan, data-data yang telah diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kepada pihak Kejaksaan Negeri Surabaya beberapa waktu lalu terkait penyelamatan aset di kantor Humas, Surabaya beberapa hari yang lalu, Jumat (7/4/2017).

Dalam keterangannya, Ira menjelaskan secara formal terdapat 7 aset yang dimintakan bantuan kepada kejaksaan Negeri Surabaya antara lain, Jalan di upa jiwa, waduk di Kelurahan babatan, PDAM Basuki Rahmat, PDAM Jalan Moestopo, Gelora Pancasila, Kolam Renang Brantas, tanah yang digunakan sebagai Taman Remaja Surabaya. “Dari tujuh aset tersebut, baru dua aset yang diselidiki oleh Kejari yakni, jalan upa jiwa dan waduk di kelurahan bubutan,” kata Ira.

Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi menyampaikan, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus dugaan penyerobotan aset Pemkot Surabaya daerah di Jalan Upa Jiwa. Didik menilai bahwa unsur penyerobotan dalam kasus tersebut cukup jelas. Apalagi gedung tersebut dibangun mendahului Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pihaknya telah memeriksa beberapa pejabat Pemkot Surabaya. Selain itu, penyidik akan terus menguak lepasnya aset di Jalan Upa Jiwa dengan memeriksa pejabat terkait lainnya. “Kami masih memeriksa beberapa pihak terkait dan perlu mengumpulkan bukti-buktinya dulu,” terang Didik.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Herlina Harsono Nyoto saat dikonfirmasi memberikan apresiasi kepad Kejari Surabaya yang menindaklanjuti pemeriksaan kasus aset yang diindikasikan merugikan Pemkot Surabaya, yakni penghilangan Jalan Upa Jiwa yang melibatkan pengembang PT Assa Land dengan bangunannya berupa Marvell City.

“Langkah Kejari sudah cepat dan tepat sasaran. Semua ini dilakukan untuk menyelamatkana aset negara yang jatuh ke tangan swasta. Keinginan kita tetap aset milik Pemkot Surabaya bisa diselamatkan. Dalam kasus ini bukan tidak mungkin ada kesalahan dalam pelepasannya setelah penetapan tersangka dan akan ada titik terang. Tapi kita serahkan kepada lembaga hukum yang lebih paham,” urainya.

Sementara itu Anggota DPRD Surabaya Vinsensius memberikan usulkan agar Pemkot Surabaya membentuk tim relawan penyelamatan aset negara, termasuk menginvestarisasikan kembali aset-aset yang selama ini belum tersertifikasi, terutama aset bekas tanah kas desa (BTKD).

“Maklum sejak peralihan desa ke kelurahan, seluruh aset BTKD yang semula dikelola pamong desa beralih ke pemerintah kota. Namun, peralihan tersebut hanya tercatat secara administrasi berupa peraturan daerah (perda). Sementara pencatatan resmi berupa sertifikasi belum pernah dilakukan. Nah, tanah-tanah itulah yang berpotensi hilang. Sebab, ada banyak kasus, tanah BTKD mendadak muncul sertifikat atas nama orang lain,” jelasnya.

Vinsensius juga sangat respek sekali dengan langkah Pemkot yang menggandeng 22 lembaga untuk menyelamatkan aset. Tapi, ini belum jaminan aset akan aman. Sebab, ada banyak aset di kota ini yang belum terdata. Karena itu, butuh peran serta masyarakat untuk menjaganya. Hal itu terjadi karena tidak ada yang mengawasi sehingga mudah bagi pihak-pihak nakal untuk menguasai.

“Tidak hanya itu, bahwa modus pihak-pihak yang tak bertanggung jawab untuk mengusai berbagai macam bentuknya. Kadang diam-diam tanah dijual oleh oknum perangkat desa kepada pihak swasta,” pungkas pria yang akrab disapa Awey.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here