HKTI Jawa Timur Betekad Perkuat Kedaulatan dan Ketahanan Pangan

0
210

Nusantara.news, Surabaya – Di bawah kepengurusan yang baru, HKTI Jawa Timur terus berbenah diri. Guna mewujudkan pertahanan dan ketahanan pangan yang kuat dan mandiri, termasuk untuk menangkal mulai maraknya berbagai komoditas pangan asal negara asing yang masuk ke Indonesia, HKTI Jawa Timur telah merumuskan sejumlah rumusan program kerja ke depan.

‎”Kita sudah bertekad mewujudkan kedaulatan pangan. Maka seluruh proses out fam dan on fam dari hulu sampai hilir, dengan memanfaatkan secara maksimal potensi yang kita miliki, dapat dimanfaatkan oleh petani,” kata Ketua HKTI Jawa Timur Yusuf Husni yang terpilih dua pekan lalu.

Ditambahkan, kalau untuk ketahanan pangan, yang penting bisa bertahan. Dengan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri, termasuk dengan cara impor. “Kalau semangat kita ingin mewujudkan ketahanan pangan, kita harus berdaulat,” lanjutnya.

Menurut Yusuf Husni, ada tiga alasan mendasar yang harus dipahami oleh semua pihak untuk bisa berdaulat. Sebagai patner pemerintah, HKTI juga ikut mendorong sejumlah hal untuk terwujudnya cita-cita tersebut. Ditegaskan olehnya, semua pihak tidak bisa berpangku tangan dengan situasi yang terjadi saat ini. Sebagai mitra, (HKTI) akan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah juga mengajak DPR untuk bersama-sama melakukan pembenahan.

Upaya yang akan dilakukan HKTI Jawa Timur, menurut Yusuf Husni, antara lain adalah terus mendorong pemerintah untuk melakukan pemenuhan semua yang diperlukan untuk menuju ketahanan pangan nasional, seperti soal ketersediaan lahan dan berbagai sarana prasarana yang diperlukan.

“Sebagai mitra pemerintah, secara internal HKTI telah menyiapkan planning dan mendorong dilakukannya upaya pemenuhan ketersediaan ‎lahan, pupuk, benih, infrastruktur dan penunjang lainnya, yang memungkinkan semua hasil pertanian bisa meningkat dan terdistribusi dengan baik. Termasuk soal pemasarannya,” urainya.

‎Sementara, terkait penanganan maraknya masuknya benih dan lainnya dari luar, HKTI berusaha memahami dan berupaya sejalan dengan WTO serta kebijakan yang ditentukan oleh pemerintah RI. Untuk menuju semua itu, HKTI mencanangkan tiga hal.

Pertama, pemerintah harus menyediakan dana yang memadai, untuk kelancaran peningkatan pangan. “Kita akan mendorong para pemangku kepentingan agar kebutuhan mendapatkan pinjaman modal bagi masyarakat petani dipermudah,” tambahnya. Kedua, HKTI bersinergi dengan Pemerintah dan DPR RI untuk memberi masukan tentang berbagai persoalan yang tengah dihadapi oleh negara. Ketiga, ikut mendorong pemerintah daerah untuk mendukung ‎program pemerintah pusat guna menuju terwujudnya ketahanan pangan nasional.

“Peran pemerintahan daerah, terus kita dorong agar agar konsisten menyediakan instrumen guna membantu kelancaran kemandirian pangan, dan ini merupakan pekerjaan rumah kita bersama,” katanya Yusuf Husni. Tindakan lainnya yang dilakukan HKTI dan menjadi fokus bidang garapan untuk menuju terwujudnya ketahanan pangan nasional adalah ‎membantu atau memberikan advokasi, terhadap segala persoalan yang dihadapi oleh masyarakat petani.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, lanjut Yusuf Husni, untuk mendukung atau mempercepat terwujudnya cita-cita tersebut, peran masyarakat juga tidak kalah penting. Salah satu caranya adalah dengan selalu menanamkan sejak dini untuk cinta terhadap produksi dalam negeri.

Yusuf Husni juga menambahkan, memperkuat organisasi masyarakat tani, seperti Gapoktan, misalnya merupakan pekerjaan penting yang harus menjadi perhatian semua pihak. Organisasi semacam ini perlu dibina secara intensif guna meningkatkan peran serta mereka menuju terwujudnya ketahanan pangan nasional.

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here