HMI Jatim: Kesenjangan Ekonomi Bisa Memicu Gesekan Antar-Ormas Islam

0
119
HMI Jatim, IMM dan beberapa ormas pemuda lain duduk bersama membicarakan gejala gesekan antar-ormas Islam.

Nusantara.news, Surabaya – Kericuhan dan gesekan antar ormas Islam belakangan ini terus menjadi-jadi. Kesamaan akidah yang seharusnya saling menguatkan justru berubah jadi sumber perseteruan gara-gara perbedaan pemahaman. Situasi yang menimbulkan keresahan ini coba diurai Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur dengan menggelar Jatim Inisiatif Forum, Rabu (5/4/2016) di Warung Mbah Tjokro, Surabaya.

Badko HMI Jatim juga mengajak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) lainnya duduk bersama untuk menyamakan perspektif dalam menilai problem yang rawan memporakporandakan kebangsaan.

“Tujuan dilaksanakan Jatim Inisiatif Forum ini tidak lain adalah untuk menemukan solusi bersama. Ini jadi output utama dari kegiatan kami, dan bagaimana mengembalikan marwah bahwa Islam pembawa suasana damai,” terang Darmawan Puteratama, Badko HMI Jatim kepada Nusantara.news.

Dalam perjalanan diskusi tersebut Ir. Danang Sumiharta selaku narasumber dari Kesbangpol Provinsi Jawa Timur mengungkapkan, gesekan antar organisasi Islam tidak akan terjadi jika kepentingan agama ditempatkan di atas segala kepentingan institusinya. Prinsipnya, semua umat Islam apa pun latar belakang organisasinya, harus saling menguatkan.

 “Kesenjangan ekonomi dan disparitas pendidikan menjadi penyebab utama dalam gesekan yang terjadi belakangan ini, lemahnya penegakan hukum menambah pelik masalah gesekan antar organisasi umat Islam,” timpal Darmawan

Seperti diketahui kesenjangan ekonomi Indonesia sudah masuk dalam mengkhawatirkan. Data Oxfam, di Indonesia harta 4 orang terkaya di negeri ini setara dengan kekayaan 100 juta orang miskin. Bahkan jika dirunut lebih dalam, 10 orang paling tajir di negeri ini kekayaannya baru bisa diimbangi 170 juta warga miskin.

Sementara narasumber diskusi lainnya, Gus Raudlatul menambahkan, gesekan antar ormas Islam semakin besar setelah abad ke-20. Hal ini dampak dari masuknya organisasi transnasional mendompleng gerakan-gerakan di daerah. Paham-paham itu lantas menjadi anutan anggotanya dan kerap memicu gesekan yang terkadang justru tidak hanya lantaran masalah sepele.

“Padahal banyak tugas dari tubuh kita dalam rangka merebut kembali kejayaan umatIslam. Diskusi semakin mendalam ketika Ir Danang mengatakan banyak sejarah-sejarah yang tidak benar. Sampai umat ini berpikir tidak inklusif,” imbuhnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here