HTI Jatim Dukung Aksi 212, Hukum Harus Ditegakkan

0
105

Nusantara.news, Surabaya – Masih terkait rencana Aksi Revolusi Damai 212 yang akan di gelar di depan Gedung DPR/MPR di Jakarta oleh Front Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI), Selasa (21/2/2017), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur memberikan dukungan dan semangat untuk tetap dilakukan penegakan hukum terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum.

Kepada Nusantara.news, Humas HTI Jawa Timur, Muhammad Rif’an menegaskan, meskipun belum ada arahan dari DPP HTI, sikap HTI tegas dan tetap konsisten terhadap tuntutan untuk dilakukan penegakan hukum kepada penista Al-Qur’an.

“Penegakan hukum harus tetap dilakukan terhadap penista Agama dan Al-Qur’an, apalagi dalamn persoalan itu, kemudian justru berbalik menjadi tindakan kriminalisasi terhadap ulama, dan terhadap Ormas Islam,” tegas Humas HTI Jawa Timur, Muhammad Rif’an, Senin (20/2/2017).

Rif’an menyebut, seperti sebelumnya di dalam Aksi 411 atau Aksi 212, HTI Jawa Timur tidak melakukan pelarangan aktifitas atau ikut berpartisipasi di dalam aksi tersebut.

“HTI Jatim tidak melarang, karena itu merupakan bagian dari umat Islam. Termasuk Aksi 212 besok, sikap kami (HTI Jatim) sama, meskipun secara struktural HTI Jatim insha Allah tidak memberangkatkan ke Jakarta,” tegasnya.

Sebelumnya, di Jakarta telah dilakukan rapat sejumlah elemen Islam yang dipimpin oleh FPI alias FUI, bertempat di Masjid Baiturrahman, di Jalan Saharjo, Menteng Atas Setiabudi, Jakarta Selatan. Rapat yang diikuti sekitar 250 orang tersebut terdiri dari FPI, Pesantren As-Syafi’iah, Parmusi, FPI-LPI, dan Jawara Betawi, dan juga dihadiri Ustadz. Maman yang juga Panglima Besar LPI, KH. M. Al-Khaththath Sekjend FUI, Ustadz. Usama dari Parmusi, Ustadz. Bernard, dan Zainudin Arsyad (Presiden ASEAN Muslim Students Association/BEM PTS se-Indonesia).

Dalam keputusan pertemuan tersebut, KH. M. Al-Khaththath mengatakan, semenjak Aksi Bela Islam (ABI) 1410, 411, 212, dan 112 yang dilakukan oleh umat Islam selalu tidak ditanggapi oleh pemerintah. Terkait itu, pada Aksi Revolusi Damai 212 pada 21 Februari 2017 besuk, umat Islam akan melakukan aksi di DPR/MPR RI dengan tuntutan antara lain:

1) Copot Gubernur Jakarta (karena telah menjadi Terdakwa)

2) Stop Kriminalisasi Ulama

3) Stop Penangkapan Mahasiswa

4) Penjarakan Penista Agama. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here