HUT Kota Batu Diwarnai Kampanye Anti Korupsi

0
50
Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Kota Batu dalam HUT Kota Batu 2017 (Sumber: Ulul Azmy)

Nusantara.news, Kota Batu Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota biasanya dilakukan dengan bersuka ria, menyelenggarakan agenda, bersuka cita. Namun berbeda dengan Aliansi Masyarakat Peduli Kota Batu dan juga Malang Corruption Wacth (MCW), mengkampanyekan anti korupsi.

Kelompok masyarakat tersebut merayakan HUT Kota Batu dengan unjuk rasa terkait membersihkan Kota Batu dari jeratan Korupsi, Selasa, (17/10) di Alun-alun Kota Batu. Dengan tajuk ‘Meruwat Kota Batu’, orasi dan puisi pun disampaikan oleh peserta aksi sebagai wujud kado Kota Batu agar kedepannya dapat lebih baik.

Aliansi Masyarakat Peduli Kota Batu terdiri dari Ikatan Mahasiswa Kota Batu (Imakoba), Nawakalam Kota Batu, Omah Rakyat, Akademisi Kota Batu, Malang Corruption Watch (MCW) bersepakat untuk mengawal dan mengawasi Kota Batu dari jeratan lingkaran setan korupsi.

Seperti yang di ketahui, beberapa bulan lalu di Kota Batu sempat panas karena Walikota Batu terkena Operasi Tangkap tangan (OTT) oleh KPK di Rumah dinasnya. Sampai saat ini statu Walikota Batu sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan mubleair Pemerintah Kota Batu.

Baca: Gurita Korupsi di Kota Batu dan Fenomena Kapitalisme Negara

Haris El Mahdi, akademisi Kota Batu berharap di usia ke-16 Kota Batu bersih dari praktik korupsi. Ini disimbolkan dengan sebuah miniatur gunung dataran yang indah, namun dikerumuni banyak tikus. “Kota Batu kami simbolkan gunung dan dataran yang indah. Tapi di sekitarnya dipenuhi tikus yang tidak lain adalah para koruptor yang bersarang didalamnya,” ujarnya.

Haris menjelaskan, bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian kepada Kota Batu. Untuk sekedar menyerukan pesan pada masyarakat, bahwa Kota Batu yang indah ini tidak sedang baik-baik saja.

Berbagai persoalan yang masih menumpuk dan menjamur dalam catatan Aliansi Masyarakat Peduli Kota Batu, terkait sederet permasalahan selain korupsi yakni masalah pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam hal pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain-lain, Wali Kota Batu justru terjerat kasus korupsi.

Ia menambahkan penjelasannya, berharap pada momen HUT ke-16 Kota Batu ini bersih dari koruptor. Untuk pemimpin baru Kota Batu selanjutnya juga diharapkan tidak mengikuti jejak pemimpin sebelumnya, meskipun yang jadi Walikota Batu berikutnya masih satu Kolega dengan Walikota Batu sebelumnya.

Badan Pekerja MCW, Mayedha Adifirsta menambahkan, aksi ini bukan sekadar ruwatan atau menyucikan Kota Batu dari korupsi. Pihaknya juga menegaskan kembali agar aparat hukum untuk menyelesaikan permasalah korupsi di Kota Batu.

“Kami mendesak Pemkot Batu untuk membersihkan diri (birokrasi) yang terindikasi kasus korupsi. Jadi aksi ini bukan simbolis semata. Harapannya menyadarkan masyarakat ikut peduli masalah yang dialami Kota Batu,” jelas Mayedha.

Kondisi Kota Batu yang terlihat kini lempeng, damai namun dibaliknya bukan dalam keadaan baik-baik saja. Justru, Aliansi tersebut berkumpul dalam rangka mengingatkan masyarakat  menjadi pengawas yang jeli dan pemerintah agar dapat memperbaiki diri, untuk pelayanan terhadap masyarakat agar lebih baik.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here