Ikrar Dukung Khofifah, PPKN Komitmen Selamatkan NU dari Penyelewengan

0
106
PPKN, Ikrar Dukungan untuk Khofifah juga Kawal NU dari penyimpangan (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim yang akan digelar Juni 2018, dukungan untuk Khofifah Indar Parawansa terus mengalir. Kali ini dilakukan elemen muda dari berbagai daerah di Jatim, puluhan orang relawan putra dan putri berkumpul di Graha Astranawa Surabaya mengucapkan ikrar mengawal Khofifah menuju kemenangan di Pilgub Jatim. Tak hanya itu, mereka yang berasal dari berbagai latar belakang dan terorganisir dalam wadah Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah (PPKN), juga bertekad mengawal dan menyelamatkan Khittah Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai upaya-upaya dan tindakan penyelewengan untuk kepentingan politik praktis dan jabatan.

Didepan sesepuh NU Jatim, mereka kemudian mendeklarasikan dukungan yang diarahkan kepada Khofifah, untuk memenangi Pilgub Jatim. Isinya, mereka berikrar siap mengantar menteri perempuan asal Surabaya itu menuju kemenangan di Pilgub Jatim. Dengan mengusung tema “Dengan Khittah NU, Kita Perkuat Ukhuwah Wathoniyah” PPKN bertekad mengawal dan memberikan dukungan suara kepada Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Menteri Sosial di Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menuju jabatan ‘Jatim Satu (Gubernur Jatim).

“Kita yang hadir dari berbagai daerah di Jatim ini, berkomitmen memberikan dukungan dan siap mengantar Ibu Khofifah untuk menang di Pilgub Jatim 2018, mendatang,” kata Ketua PPKN, Mahfud M Nor, Minggu (19/11/2017).

Baca Juga: Kiai Asep Bekali Doa Relawan Khofifah

Lelaki bertubuh gempal itu menambahkan, dukungan dimaksudkan untuk mengembalikan ‘jalan perjuangan’ ke Khitah NU. Dia menyebut, NU merupakan organisasi sosial keagamaan Islam, bukan organisasi politik,” tegasnya, sambil menyebut pihaknya akan terus mengawal hal itu (Khittah NU) agar tidak diselewengkan.

Deklarasi dukungan yang diarahkan kepada Khofifah juga dimaksudkan untuk tidak memberikan ruang kepada siapa pun yang ingin menyalahgunakan NU, termasuk untuk kepentingan politik praktis.

“Ini sengaja kita lakukan untuk mempersempit gerak para perusak Khitah NU, yang memang harus kita jaga. Jangan sampai ada politisi yang membawa atau mendompleng nama besar NU untuk keuntungan sendiri, termasuk di Pilgub Jatim,” tegasnya.

Pihaknya juga mengaku tantangan memang tidak ringan, mengurus dan menjaga Khittah NU untuk berdiri netral dari berbagai kepentingan di pemilihan kepala daerah serentak. Dikatakan, termasuk saat Pilkada Jakarta dan saat yang akan datang adalah Pilgub Jatim. Pihaknya juga tidak menghendaki keberadaan NU dipakai ajang tarung politik praktis untuk berebut kekuasaan termasuk menjadi ajang tim sukses partai politik tertentu.

Sebelumnya, kekawatiran perpecahan NU pernah dilontarkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Shalahuddin Wahid, soal perpecahan di kubu NU. Untuk itu, sejumlah kiai di Jatim memutuskan untuk ikut mengawal jalannya suksesi kepemimpinan pengganti Gubernur Soekarwo dan Wakilnya Saifullah Yusuf, dan mendapatkan pemimpin yang amanh, berjuang untuk memajukan Jatim dan mensejahterahkan rakyatnya. Bukan sebaliknya, hanya untuk kemenangan pribadi dan golongan tertentu.

“Para Nahdliyin juga kita ajak untuk berpikir bijak, mengikuti perkembangan yang terjadi dan melihat perilaku serta dinamika politik saat ini,” tegasnya.

Sementara, hingga kini Khofifah belum menyebut atau mengumumkan siapa bakal calon pendampingnya untuk maju di Pilgub Jatim. Seperti yang sebelumnya kerap disampaikan, itu menjadi kewenangan Tim 9 yang beranggotakan para kiai dan bu nyai. Selanjutnya, nama-nama yang telah mengerucut itu disampaikan ke partai pengusung untuk ditentukan pilihan, tetapi juga lebih dulu disampaikan ke Khofifah yang mendapat kepercayaan untuk ikut menentukannya. Partai politik pengusung wanita yang juga pernah menjabat sebagai Kepala BKKBN itu, yakni Golkar, NasDem, Hanura dan Partai Demokrat.

Baca Juga: Pilgub Jatim dan Gerakan Kembali ke Khittah 1926

Meski Tim 9 belum mengumumkan hasil verifikasi, sejumlah nama yang digadang akan mendampingi Khofifah kerap disebut media. Mereka di antaranya Emil Elistyanto Dardak yang saat ini menjabat Bupati Trenggalek. Berikutnya, Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo juga Hasan Aminudin mantan Bupati Probolinggo yang saat ini menjadi anggota DPR RI.

Untuk diketahui, di Pilgub Jatim 2018 dua kader NU yakni Saifullah Yusuf dipastikan akan berhadapan dengan Khofifah Indar Parawansa. Saifullah Yusuf berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas yang diusung PKB dan PDI Perjuangan.

Khofifah “Kader Muda NU Harus Berdaya”

Saat yang sama, seperti rilis yang diterima Ketua Muslimat NU Khofifah menegaskan, kader muda NU harus memiliki daya saing. “Saya menitipkan pesan agar kader muda NU harus berdaya. “Saling kuat dan menguatkan untuk menghadapi tantangan zaman, seperti saat ini,” pinta Khofifah saat memberi sambutan di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Hotel Grand Asrillia, Bandung, Minggu (19/11/2017).

Di kesempatan itu dukungan dan kesiapan mensukseskan Khofifah di Pilgub Jatim 2018, juga diikrarkan. Ketua Umum IPNU, Asep Irfan Mujahid menyampaikan alasannya karena Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU adalah kader terbaik NU.

“Selain kader terbaik NU, Ibu Khofifah juga sebagai tokoh inspiratif bagi anak-anak muda NU. Ibu Khofifah tokoh yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Panutan bagi kita semua,” urai Asep Irfan.

Lelaki itu kemudian mengajak kader IPNU untuk ikut mendoakan dan mendukung kesuksesan Khofifah yang resmi maju di Pilgub Jatim.

“Kita harus berdoa untuk kesuksesan beliau, dimudahkan keinginan dan hajatnya dalam Pilkada Jawa Timur,” tegasnya disambut antusias tepuk tangan semua peserta.

Rapimnas yang mengusung tema besar yakni, ‘Komitmen Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dalam Menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia itu dihadiri peserta dari 27 pimpinan wilayah, mulai dari Aceh sampai Papua.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here