Imam Besar Masjidil Haram: Derajat Wanita Indonesia Sangat Tinggi

0
86
Ulama Baghdad yang juga cucu ke-19 Syekh Abdul Qadir Jailani, Maulana Syech Afifuddin Abdul Qodir bin Mansyuruddin Aljailani Albaghdadi (kiri) bersama Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (kanan) menghadiri peringatan Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke-71 di Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/4). Kegiatan tersebut juga dalam rangka memperingati haul Syekh Abdul Qadir Jailani. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/aww/17.

Nusantara.news, Surabaya – Ribuan muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya bertahan di bawah teriknya matahari. Suara gemuruh mengamini bacaaan doa yang dilantunkan Syech Afifuddin Abdul Qodir bin Mansyuruddin Al-Jailani. Imam besar Masjidil Haram tersebut didatangkan khusus dalam peringatan Isra Mi’raj dan Hari Lahir (Harlah) ke-71 Muslimat NU sekaligus puncak haul Almarhumin keluarga Khofifah Indar Parawansa, Senin (24/4/2017).

Dalam doanya, ulama tarekat kelahiran Baghdad, Irak yang juga cucu ke-19 tokoh sufi tersohor di dunia Islam, Syech Abdul Qodir Jailani, berkali-kali menyinggung tingginya derajat kaum wanita di kalangan umat muslim. Bahkan dia menegaskan peran kaum wanita dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Banyak wanita yang punya peran besar dalam syiar agama Islam. Bahkan kita tahu semua, wanitalah yang percaya pertama kali akan kebenaran agama Islam dan kerasulan Nabi Muhammad SAW, yakni Sayyidatunaa Khadijah, istri pertama Nabi,” terang Syekh Afifuddin.

Pentingnya peran wanita itu bahkan ditempatkan Syech Afifudin dalam tausiyah khusus di depan ribuan jamaah Muslimat NU yang hadir. Banyak tokoh-tokoh wanita di masa awal Islam yang namanya tetap harus hingga kini. Semisal putri Rasulullah, Siti Fatimah yang dari rahimnya terlahir keturunan-keturunan hebat di muka bumi sebagai ahlul bait.

Paparan Syech Afifuddin menjadi perhatian masyarakat maupun undangan yang hadi di acara tersebut. “Rasulullah bahkan bersabda, orang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik perlakuanmu kepada seorang wanita, berperilaku baik kepada istrinya,” katanya.

Khusus di Indonesia, sebagai negeri yang memiliki populasi umat Islam terbesar di dunia, Syech Afifuddin menekankan kepada ibu-ibu muslimat untuk menjadikan keluarga sebagai ladang dakwah kepada anak-anaknya. Dia yakin, jika nilai-nilai Islam tertanam sejak dini bangsa Indonesia bakal menjelma jadi bangsa yang besar.

Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menguatkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia melaui lantunan doa, dzikir dan shalawat yang dipimpin Syech Afifuddin. “Mari kita doakan agar Indonesia senantiasa aman, masyarakatnya hidup harmonis di tengah keberagaman dan perbedaan yang ada. Perkuat toleransi dan saling hormat-menghormati,” kata Menteri Sosial (Mensos) RI tersebut.

“Hari ini kita harus banyak munajat supaya Allah memberikan anugerah rasa aman, ketentraman, kedamaian, persatuan, kesatuan, persaudaraan. Mari kita kuatkan rasa cinta pada bangsa, mari dengan ikhlas kita mendoakan agar negeri ini aman dan damai penuh persaudaraan,” sebutnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here