Imbas Proteksi Donald Trump, PMII Demo Save Malang Dari Investor Asing

0
191

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Gerakan proteksi yang dikumandangkan Presiden Amerika Donald Trump berimbas ke mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Malang. Mereka berdemonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Malang di Jalan Panji Kepanjen, Selasa  (31/1/2017). “Save Kabupaten Malang dari investor asing,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Adurrahman.

Dikatakan, demo bertajuk “Save Kabupaten Malang” tersebut bertujuan untuk mendesak Pemerintah Kabupaten  Malang dan DPRD untuk selektif dalam memberikan izin pada Investor, tenaga kerja asing, juga izin pendirian Rumah Hiburan Malam yang meresahkan warga di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Kami mendesak Pemkab dan DPRD untuk melihat UU No 25 Tentang Penanaman Modal Asing dan memperketat hal tersebut. Kalau ini dibiarkan dan tidak ada proteksi pada rakyat kecil, maka perekonomian rakyat Malang akan hancur,” ujar Adurrahman.

PMII Malang juga mengkritisi permasalahan tenaga kerja asing yang mengancam sekaligus merugikan masyarakat lokal. “

Keberadaan hiburan malam dan karaoke juga dikritisi oleh PMII. Mereka sudah punya kajian mendalam yang menyimpulkan banyak hiburan malam yang tidak memiliki Ijin Gangguan (HO) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007.

Ketua PMII Cabang Malang, Muhammad Jabir mengatakan “Semakin banyak tempat hiburan malam seperti karaoke, café, warung remang dan lainya bertebaran di Kabupaten Malang,” ujarnya.

“Sementara tempat tersebut juga tidak berijin dan juga meresahkan masyarakat karena menyebarkan kemaksiatan,” imbuh Jabir.

Sebelumnya PMII juga menggelar massa aksi menuntut PemKab Malang untuk lebih transparan dalam memberikan informasi publik sesuai dengan amanat UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

“Karena selama ini akses informasi dalam sektor pemeribtahan terasa sangat sulit dan tidak terbuka,” tandas Adurrahman.

Aksi PMII sempat diwarnai dorong – dorongan dengan petugas penjaga, sebelum kemudian beberapa perwakilan demonstrasn diizinkan masuk ruangan menyampaikan aspirasinya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here