Imigran Bermasalah Asal Cina Diamankan di Malang

0
41
Kantor Imigrasi 1 Malang (Sumber: Deny Rahmawan/MalangVoice)

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Zhigang Su (43), Seorang warga negara Cina diamankan oleh petugas Imigrasi karena diduga melakukan pelanggaran dokumen keimigrasian. Selanjutnya ia dibawa oleh petugas ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang, Jum’at (17/11/2017).

Su ditangkap saat berkegiatan di sebuah perusahaan filter rokok dengan dokumen keimigrasian yang tidak semestinya. Ia diamankan ketika sedang memberikan pelatihan kepada sejumlah buruh di pabrik yang bernama Mulya Usaha Bersama (MUB), salah satu perusahaan filter rokok di Singosari, Kabupaten Malang pada, Jum’at (3/11/2017) lalu. Namun dirinya baru ditunjukan ke publik pada, Jum’at (17/11/2107).

Berawal dari operasi intelijen yang melakukan pengawasan langsung ke lapangan dan mendapati satu warga negara asing asal Tiongkok.

Tuduhan yang dilayangkan kepada su yakni melakukan pelanggaran administratif imigrasi atau melakukan tindakan atau kejahatan keimigrasian. Petugas Imigrasi mengamankan dua alat bukti yakni paspor dan dokumen izin tinggalnya. Su sudah berada di Malang sejak tanggal 20 Oktober 2017. Ia datang seorang diri ke Indonesia dan masuk melalui Bandara Internasional Juanda.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang Novianto Sulastono menjelaskan, bahwa pria warga negara cina tersebut diketahui sudah berada di Indonesia sejak 20 Oktober lalu. Kemudian pada 3 November.

Su kedapatan memberikan pelatihan kepada karyawan di PT MUB, “Kondisinya tertangkap tangan ketika yang bersangkutan sedang melakukan tindakan kejahatan, dalam hal ini kejahatan keimigrasian,” jelas Novianto kepada wartawan.

Di lokasi PT MUB, Zhigang Su melakukan aktivitas aktivitas bekerja yakni memberikan suatu training kepada karyawan perusahaan. Padahal, Su masuk ke Indonesia dengan menggunakan Bebas Visa Kunjungan (BVK). Artinya, dia tidak diperkenankan melakukan aktivitas pekerjaan di Indonesia.

“Hal tersebut masuk dalam kategori penyalahgunaan dokumen keimigrasian. Ia menggunakan BVK, ini yang tidak dibenarkan, harusnya sesuai dengan aturan apabilah bekerja pakailah visa pekerja, apabila berkunjung ya pakai visa kunjungan,” pungkas Novianto.

Dalam hal ini pria warga negara Cina tersebut dikenakan pro justitia, dianggap melanggar Pasal 122 butir a Undang-Undang Keimigrasian dengan ancaman hukuman penjara lima tahun dan denda Rp 500 juta.

Seharusnya, Zhigang Su menggunakan Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS), sebelumnya bernama KITAS namanya KIMS atau Kartu Ijin Menetap Sementara. Kartu tersebut digunaka untuk Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia agar mereka bisa tinggal di Indonesia dan harus diperpanjang 1 (satu) tahun sekali, bukan menggunakan BVK.

Pengawasan Bersama, terhadap Orang Asing

Pasca kejadian penangkapan orang asing, Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas 1 Malang, memberi teguran keras pada pabrik yang membawa orang asing tanpa izin dan tidak sesuai aturan.

Kasi Waskadim Kanim Kelas 1 Malang, Eko Julianto Rachmad mengatakan bahwa pihaknya akan negur beberapa perusahaan yang membawa orang asing dengan tidak menaat prosedur. “Iya, kami beri teguran, agar tidak lagi terjadi kejadian serupa,” ujarnya.

Keberadaan orang asing tidak bisa disepelekan begitu saja, karena tidak ada yang tahu maksud orang luar untuk datang ke Indonesia. Meskipun dengan banyak dalihnya yakni kunjungan, wisata, bekerja dan lainnya.

Namun, juga perlu untuk diketahui maksud motif orang asing berkunjung ke Indonesia. Karena fenomena atmosfer Internasional yang berbahaya entah berkenaan dengan keamanan negara, terorisme, melihat potensi situasi dan kondisi sosial, ekonomi dan politik.

Berangkat dari hal tersebut Kanim Kelas 1 Malang berharap adanya peran serta masyarakat untuk memantau daerah sekitarnya apabila ada orang asing. “Nah peran masyarakat juga diperlukan disini, untuk melakukan pengawasan bersama untuk keamanan dan kedamaian lingkungan sekitar,” tutup dia.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here