Incar Tambang Emas, PT SMN Pasang Patok Tanpa Izin Warga

0
319

Nusantara.news, Trenggalek – Kepentingan masyarakat kembali diuji oleh ulah sewenang-wenang pemilik modal. Mengklaim sudah mendapat izin eksplorasi tambang emas hingga 2018, PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) merasa berhak memasang patok di wilayah Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Akibatnya, warga pun meradang dengan menggelar aksi penolakan di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek dan DPRD setempat, Jumat (26/5/2017). Tak hanya berorasi, ratusan warga juga sempat memblokade jalan untuk menuntut dan mengecam tindakan perusahaan tambang nasional itu.

Sukmono, salah satu pendamping warga menjelaskan, aksi ini dipicu kekhawatiran rusaknya lingkungan di Desa Dukuh. Apalagi ketika melakukan pemasangan patok, nyaris tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi kepada warga sebelumnya. “Ini akumulasi kekesalan warga Desa Dukuh. Mereka (SMN) pasang patok tanpa kulonuwun di kampung dan hutan sekitar desa,” sebutnya kepada wartawan.

Selain itu, kekhawatiran tragedi lingkungan akibat aktivitas pertambangan, dinilai akan memberi dampak buruk kepada warga daripada hasil yang diperoleh. Kekhawatiran ini kian besar lantaran surat penolakan yang disampaikan kepada manajemen tidak digubris SMN. “Sejak bulan November itu sudah ada konflik, kami juga sudah membuat usulan-usulan, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak PT (SMN),” ujarnya.

Aksi warga diterima anggota DPRD Trenggalek yang seketika itu langsung menggelar rapat dengar pendapat bersama bersama PT SMN serta sejumlah instansi terkait. Hasilnya, Komisi B dan A, merekomendasikan agar aktivitas eksplorasi PT SMN di Desa Dukuh maupun lainnya dihentikan sementara sampai terbangun komunikasi dan sinergi dengan warga.

Ketua Komisi B Sukaji, menilai konflik dan penolakan aktivitas ekplorasi potensi tambang emas di Desa Dukuh tersebut diakibatkan oleh kurangnya sosialisasi dari pihak investor kepada warga yang ada di sekitar lokasi. “Ini sangat jelas, pihak PT menyatakan sudah sosialisiasi, namun sebagian warga ini mengaku belum pernah ada sosialisasi. Kami ingin, meskipun izin tambang itu ada di pemerintah pusat, namun jangan sampai mengabaikan masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta pihak PT SMN proaktif membangun dialog tiga arah, dengan pemerintah daerah sekaligus warga sekitar lokasi eksplorasi.

Dikonfirmasi, perwakilan PT SMN bagian staf hubungan pemerintah Max Lapian, membantah telah sewenang-wenang melakukan kegiatan ekplorasi. Menurut dia, seluruh kegiatan telah mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang ada. “Memang kami sadari ada miskomunikasi, tapi prinsip perusahaan kami semua aturan harus ditaati. Tapi kemungkinan pelaksana yang di lapangan pendekatannya kurang,” katanya.

Max mengaku menghormati keputusan rapat koordinasi yang dilakukan dengan DPRD Trenggalek meskipun harus menghentikan sementara proses ekplorasi yang dilakukan. Pihaknya mengaku akan segera berkoordinasi dengan pemerintah, masyarakat dan pihak terkait sehingga persoalan tersebut segera terselesaikan.

Sekedar informasi, PT SMN bukan satu-satunya perusahaan yang mengincar tambang emas di Trenggalek. Namun kehadirannya menuai pertanyaan. Statemen Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA) Syahrir AB beberapa waktu lalu, menyatakan tidak mengenal PT SMN. Terutama setelah jadi pemicu bentrok warga dengan polisi di Nusa Tenggara Barat. Apalagi ada informasi yang menyebutkan jika cadangan mineral (emas) di lahan milik PT SMN lebih besar dari milik Newmont dan Freeport.

Pemkab Trenggalek sendiri mengklaim, potensi tambang emas di wilayahnya bervolume besar dan tersebar merata di 12 dari total 14 kecamatan yang ada di daerah tersebut.

“Hasil dari penelitian awal menunjukkan potensi tambang emas di wilayahnya cukup besar dan hampir tersebar di semua kecamatan. Beberapa kecamatan yang diklaim memiliki potensi kandungan mineral emas dengan volume besar di antaranya Kecamatan Dongko, Pule, Kampak dan Bendungan.

PT SMN sendiri dari dokumen pemkab, mendapat job dari kontraktor tambang multinasional, Arc Exploration Ltd. Hasil penelitian pada 2015, keberadaan kandungan emas di tiga titik galian eksplorasi sedalam 910 meter ditemukan secara masif di daerah Suruh, Timahan, dan Kojan.

Manajemen Arc dalam keterangan resminya menyatakan, dua lubang yang digali di Suruh menunjukkan kandungan emas 0,55 g/t pada titik simpang 4 meter di kedalaman 65 meter, serta 0,18 g/t pada titik simpang 16,8 meter pada kedalaman 77 meter. Kandungan yang lebih rendah dibuktikan di lubang ketiga yang digali di Timahan.

Eksplorasi di lubang tersebut menunjukkan kandungan emas 0,15 g/t pada titik simpang 5,3 meter di kedalaman 55,8 meter, serta 0,18 g/t pada titik simpang 6,5 meter pada kedalaman 77 meter. Kandungan tertinggi ditemukan di lubang keempat yang digali di Kojan.

Kandungan emasnya 11,28 g/t dan perak 293 g/t pada titik simpang 1,9 meter di kedalaman 50 meter, serta emas 1,39 g/t dan perak 40 g/t pada titik simpang 1,1 meter di kedalaman 104,2 meter.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here