Indef: Target Pertumbuhan APBN 2017 Tidak Realistis

0
83

Nusantara.news, Jakarta – Target pertumbuhan 5,1 persen pada APBN 2017 dinilai ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Didik J Rachbini tidak realistis. Apa pasal?

Hal yang disoroti Didik adalah besarnya alokasi anggaran infrastruktur yang mencapai 1000 triliun namun tidak didukung oleh sektor penerimaan yang jelas. “Itu yang perlu diefisienkan,” saran Didik kepada wartawan di lobby Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (8/12) lalu.

Terus terang, Didik meragukan tercapainya target penerimaan negara yang berasal dari pengampunan pajak.

Bila dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur era Pak Harto, lanjut Didik, dengan alokasi 80 triliun sudah bisa dipakai membuat sarana infrastruktur, antara lain jalan dan saluran irigasi.

Sekarang, dengan alokasi 1000 triliun hanya mampu membangun 200-300 Km jalan. Tentu uang sebesar ituasudah tidak efisien dalam penggunaannya. “ “Ibaratnya kita punya kartu kredit lima, tapi dipakai macam-macam penggunannya, kan kacau. Itu evaluasi kami,” gugat Didik.

Wajar bila Didik pestimistis tahun depan ekonomi bisa tumbuh 5 persen. Prediksinya itu sudah pasti bertentangan dengan keyakinan pemerintah yang optimistis tumbuh 5,3 persen di tahun 2017.

“Yang realistis sekitar 5 persen karena kebijakan yang kita keluarkan, kesaktiannya sudah mulai turun atau nggak berpengaruh signifikan,” terang Didik..

Apalagi kinerja ekspor di tengah krisis ekonomi global sudah tidak kinclong lagi. Belum lagi masih rendahnya harga komoditas andalan seperti CPO dan batubara.

Oleh karenanya Didik menyarankan pemerintah memperkuat pertumbuhan domestik..”Deregulasi, efisiensi, investasi yang segala macam itu diberesin sehingga ekonomi lebih lancar menggunakan pasar dalam negeri kita. Itu yang harus didorong.” saran Didik.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here