Indonesia Dikepung Sindikat Narkoba Internasional

0
384

Nusantara.news, Jakarta – Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), BNN Aceh, BNN Langsa, Lhokseumawe, Pidie dan Bea Cukai Aceh kembali membongkar peredaran narkoba jaringan internasional. Sebanyak delapan bandar berhasil dibekuk dan seorangnya terpaksa ditembak mati karena berusaha melawan saat ditangkap.

Dalam penangkapan itu, BNN menyita 44 Kg narkoba jenis sabu, 58 ribu butir pil ekstasi, mobil Honda CRV, sejumlah handphone dan barang bukti lainnya. Kasus ini diungkap petugas di enam lokasi yang berbeda sejak 28-31 Maret 2018.

Terungkapnya sindikat narkoba internasional ini tentu semakin menguatkan bukti jika jalur peredaran narkoba di Indonesia masih longgar. Baik itu melalui jalur darat, laut dan udara. Khususnya, jalur laut melalui alih muat kapal di perairan di daerah terpencil yang paling rawan.

Baca: Salah Kaprah Perang Narkoba

Tak heran, jika fakta penyalahgunaan narkoba di Indonesia makin marak dan masuk kategori mengerikan. Tak heran pula, jika kemudian Indonesia dijadikan target pasar dan surga bagi gembong narkoba lintas negara. Itu karena Indonesia telah dikepung 72 jaringan pengedar narkoba internasional dari 11 negara sebagai pemasok.

Dari ke-11 negara itu, China terungkap sebagai negara penyuplai terbesar. Peredarannya di Indonesia kini sudah mencapai 80 persen. Sementara wilayah yang dijadikan pintu gerbang adalah Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Baca: Narkoba China Makin Ganas Merusak Indonesia

Penyelundupan narkoba bukan hanya sudah merusak generasi bangsa. Tetapi juga sudah merugikan dari segi ekonomi. Narkoba itu sendiri adalah barang impor. Ini berarti devisa Indonesia akan terus tergerus oleh pengguna narkoba.

Maka dari itu, persoalan penyelundupan narkoba tidak boleh hanya dipandang sekadar untuk menyelamatkan para pemakainya yang jumlahnya tiap tahun selalu meningkat. Tetapi saatnya diletakkan dalam perspektif yang lebih luas. Yakni, menyelamatkan uang negara untuk pembangunan, untuk mengentaskan kemiskinan, untuk membangun infrastruktur jalan tol, untuk menggratiskan biaya pendidikan, biaya kesehatan dan lain sebagainya.

Mampukah tugas besar ini dituntaskan Heru Winarko yang telah ditunjuk Presiden Joko Widodo menggantikan posisi Budi Waseso sebagai Kepala BNN yang baru? Patut ditunggu! []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here