Indonesia Menjadi Sumber Inspirasi Anwar Ibrahim

0
201
Presiden ketiga RI BJ Habibie (kiri) berpelukan dengan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim seusai melakukan pertemuan di Jakarta, Minggu (20/5). ANTARA FOTO

Nusantara.news, Jakarta – Saat Hariman Siregar menggerakkan protes mahasiswa yang berujung terjadinya peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 (Malari 74) di Jakarta, Anwar Ibrahim selaku pemimpin mahasiswa Malaysia menggerakkan protes ketimpangan pembangunan di negaranya. Akibatnya, di bawah Undang-Undang Internal Security Act (ISA) Anwar Ibrahim harus mendekam di penjara selama 20 bulan.

Begitu juga saat terjadi gerakan reformasi 1998 yang menumbangkan pemerintahan otoriter Orde Baru, Anwar Ibrahim pun terpanggil bergerak. Tapi tidak seperti di Indonesia yang berhasil mengubah kekuasaan berikut sistemnya, gerakan reformasi yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim gagal. Bahkan – lagi-lagi – Anwar Ibrahim masuk penjara dengan tuduhan korupsi dan sodomi yang dijalaninya sejak 1999 hingga keluar pada tahun 2004.

Keluarga Politisi

Indonesia memang tempat yang istimewa bagi pemilik nama lengkap Dato’ Seri Diraja Anwar bin Dato’ Ibrahim yang lahir di Bukit Martajam, Pulau Pinang, 10 Agustus 1947. Di Wikipedia versi Indonesia disebutkan Anwar Ibrahim pernah sekolah di MTsN Kanigoro dan MAN II Kota Kediri. Namun ini keterangan yang sangat janggal.

Anwar Ibrahim kader PAS yang membelot ke UMNO

Sebab data itu tidak ditemukan dalam Wikipedia – baik yang berbahasa Inggris maupun Melayu – atau pun sumber-sumber lainnya. Karena versi Inggris dan Melayu yang hanya menyebutkan, setelah lulus sekolah dasar pada tahun 1960, Anwar Ibrahim meneruskan ke Maktab Melayu Kuala Kangsar – atau adalam bahasa Inggris Malay College Kuala Kangsar (MCKK) dan lulus 1966.

MCKK adalah sekolah khusus laki-laki bagi komunitas Melayu yang tinggal di wilayah Kerajaan Kuala Kangsar, Perak. Sekolah itu sejak lama dianugerahi gelar “Cluster School of Excellence” oleh Departemen Pendidikan Malaysia. Bahkan sejak 2010 lalu dijuluki sekolah yang berprestasi tinggi – atau High Performance School – di antara sekolah-sekolah top Malaysia dengan kriteria ketat – antara lain prestasi akademis, kekuatan alumni, pengakuan internasional, jaringan dan keterkaitan.

Data Wikipedia versi Indonesia memang janggal. Setelah lulus sekolah dasar – di Malaysia disebut sekolah kebangsaan – Anwar ditulis melanjutkan sekolah ke MTsN Kanigoro dan MAN II Kediri. Usia anak sekolah dasar itu 12 tahun. Artinya tahun 1960. Padahal di tahun itu Anwar sekolah di MCKK. Wikipedia memang tidak selalu benar, dan oleh karenanya dibuka peluang penyuntingan.

Terlepas dari perdebatan data di atas, gerakan politik Anwar Ibrahim tampaknya memiliki benang merah dengan gerakan politik di Indonesia. Ada dua peristiwa penting di Indonesia – Gerakan Malari 74 dan Reformasi 1998 – yang sepertinya menjadi sumber inspirasi gerakan politik Anwar Ibrahim yang secara kepemimpinan sudah dia gembleng sejak usia belia.

Karena memang, Anwar lahir dari keluarga politisi. Ayahnya, Datuk Haji Ibrahim Abdul Rahman adalah seorang anggota parlemen. Ibunya, Che Yan Hussein adalah singa podium perempuan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO/United Malays of National Organization). Sejak kecil Anwar sudah sering diajak ayah dan ibunya dalam pertemuan-pertemuan politik. Sejak sekolah pun Anwar aktif berorganisasi – antara lain Persatuan Bahasa Melayu. Selain menjabat wakil juru bicara Anwar juga diangkat – semacam ketua OSIS – di MCKK.

Begitu lulus dari MCKK Anwar meneruskan kuliahnya di Universitas Malaysia dan mengambil jurusan Sastra Melayu. Di sana Anwar menjabat Presiden Persatuan Nasional Mahasiswa Muslim Malaysia. Dalam waktu yang bersamaan dia juga Ketua Perkumpulan Bahasa Melayu Universitas Malaysia (PBMUM).

Aktif Berorganisasi

Meskipun ayah dan ibunya penggiat UMNO – tampaknya Anwar lebih tertarik ke partai oposisi Partai Islam se-Malaysia (PAS). Tahun 1971 Anwar menjadi anggota komite Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) – organisasi mantel PAS- dan Gerakan Pemuda Muslim Malaysia yang dia dirikan bersama teman-teman kuliahnya. Anwar juga pernah menjabat Presiden ke-2 Dewan Pemuda Malaysia atau Majelis Belia Malaysia (MBM).

Putri Anwar – Nurul Azizah – yang menuruni jejak sang ayah

Saat di Indonesia meletus gerakan Malari 1974, selaku Presiden MBM Anwar menggerakan aksi protes tentang kemiskinan dan kelaparan di pedesaan Malaysia. Anwar pun ditangkap atas aksi protesnya. Aksi protes itu dipicu oleh sebuah pemberitaan yang melaporkan tentang kematian satu keluarga akibat kelaparan di desa Baling, negara bagian Kedah. Kala itu warga Baling yang menggantungkan hidupnya dari sadapan karet terancam kelaparan seiring anjloknya harga karet di tahun 1974. Karena protesnya itu Anwar menjalani 20 bulan kurungan penjara tanpa diajukan ke pengadilan di Pusat Penahanan Kamunting.

Setelah keluar dari tahanan, Anwar – antara tahun 1975-1982 – aktif di organisasi Asia Pacific World Assembly of Muslim Youth (WAMY). Anwar Ibrahim juga tercatat sebagai satu di antara pendiri Lembaga Internasional Pemiliran Islam (IIIT/ International Institute of Islamic Thought) pada tahun 1981. Dalam karir akademisnya Anwar tercatat pernah menjabat Rektor Universitas Islam Internasional Kuala Lumpur antara tahun 1983-1988. Tahun 2011 lalu Anwar berpartisipasi dalam Forum Dunia Islam AS 2011 – yang menghimpun tokoh-tokoh muslim yang terikat dengan Ikhawanul Muslimin.

Karir Politik

Karir politik Anwar Ibrahim dimulai tahun 1982. Ketika itu Anwar yang menjabat Presiden Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) – organisasi mantel dari Partai Islam se-Malaysia (PAS) – secara mengejutkan mengumkan dirinya menjadi kader Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) di hadapan Mahathir Mohamad yang menjadi Perdana Menteri Malaysia sejak tahun 1981.

Karir politiknya melejit cepat. Tahun 1983 dia sudah menduduki jabatan Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, selanjutnya Menteri Pertanian (1984) dan Menteri Pendidikan 1986. Saat menjabat Menteri Pendidikan, Anwar sudah diberitakan akan menjabat Wakil Perdana Menteri, karena jabatan itu sebelumnya diduduki oleh mantan Menteri Pendidikan.

Ketika menjabat Menteri Pendidikan, Anwar mengubah istilah bahasa Malaysia kembali menjadi bahasa Melayu. Kebijakan itu dikritik sejumlah kalangan karena akan menyebabkan generasi muda akan terpisah dari bahasa kebangsaan – karena itu hanya akan menjadi milik orang Melayu dan bukan milik rakyat Malaysia. Ketika menjabat Menteri Pendidikan, Anwar telah dipilih menjadi Presiden ke-25 UNESCO. Tahun 1988 Anwar Ibrahim dipilih menjadi Presiden Universitas Islam Antarbangsa Malaysia yang kedua.

Ternyata setelah menjabat Menteri Pendidikan Anwar tidak langsung menjadi Wakil Perdana Menteri. Mahathir Mohamad memberinya jabatan menteri keuangan pada tahun 1991. Saat menjabat menteri keuangan Malaysia berada di puncak pertumbuhan. Euromoney – sebuah media yang membahas masalah keuangan – pada tahun 1996 ketika empat tahun tidak menjabat menteri keuangan, memberikan penghargaan kepada Anwar Ibrahim sebagai Menteri Kueangan terbaik dunia.

Padahal Anwar sejak 1993 sudah menjabat wakil perdana menteri setelah memenangkan jabatan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal UMNO. Saat terjadi krisis keuangan 1997, Anwar yang menganut prinsip pasar bebas berseberangan dengan bosnya – Mahathir Mohamad – yang lebih memilih jalan nasionalisme – atau lebih tepatnya proteksionisme. Padahal kala itu Anwar Ibrahim sudah dipersiapkan Mahathir menjadi calon penggantinya.

Memimpin barisan oposisi

Namun gerakan reformasi di Indonesia 1998 – berdasarkan pengakuannya sendiri ke sejumlah media – telah mendorongnya bersikap frontal kepada atasannya. Kala itu praktek korupsi, kolusi dan nepotisme juga marak di negaranya. Anwar ingin membersihkan itu, tapi Mahathir masih sangat kuat. Alih-alih “ekspor” reformasi dari  Indonesia, Anwar Ibrahim kembali masuk penjara dengan dakwaan korupsi, dan kasus “sodomi”. Sejumlah warga Malaysia menuding tuduhan itu mengada-ada – beraroma kekuasaan – karena Anwar Ibrahim akan menghabisi kroni-kroni bisnis Mahathir Mohamad.

Bahkan Mahathir marah besar kepada penggantinya – Abdullah Ahmad Badawi (31 Oktober 2003-3 April 2009 – yang mengampuni Anwar Ibrahim. Selaku sesepuh Barisan Nasional (BN) dan UMNO Mahathir menyingkirkan Badawi dalam Kongres UMNO dan mendukung Najib Razak memimpin UMNO sekaligus menjadi perdana menteri Malaysia. Terakhir kali Mahathir kecewa dengan Najib yang memperkaya diri sendiri.

Penggerak Oposisi

Setelah Anwar keluar dari penjara dan hak-hak politiknya dipulihan, Anwar lewat Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dipimpin istrinya – Wan Azizah – berhasil memenangkan kursi parlemennya dari distrik Pematang Pauh pada 26 Agustus 2008. Partai Keadilan Rakyat adalah penggabungan antara Partai Keadilan Nasional (PKN) yang didirikan Anwar Ibrahim dan Partai Rakyat Malaysia yang sebelumnya sudah ada. PKR bergabung dalam koalisi Pakatan Rakyat (PR) yang juga melibatkan Partai Islam se-Malaysia dan Partai Aksi Demokratik (DAP).

Koalisi oposisi bertahan hingga Pemilu 2013. Pada Pemilu kali ini mengalami kekalahan popular vote dengan perbandingan, PR 50,9% dan BN 47,4% dan selebihnya calon pereorangan. Mekipun kalah dalam popular vote tapi BN masih memiliki kursi mayoritas 132 kursi untuk tetap bertahan di pemerintahan. Anwar yang memimpin parlemen minoritas menuding banyaknya kecurangan dalam pemilu 2013 itu.

Gerakan Anwar Ibrahim yang antara lain mampu mengumpulkan 150 ribu massa menjadi ancaman terendiri bagi Najib Razak. Sejak itu Anwar dihadapkan pada tuduhan kasus sodomi yang oleh pengadilan pertama tidak terbukti. Namun pengadilan yang lebih atas membatalkan keputusan itu hingga pada akhirnya pada 10 Februari 2015 Anwar Ibrahim kembali masuk penjara dengan dakwaan sodomi.

Mahathir Mohamad menjenguk Anwar di Penjara untuk rekonsiliasi

Belakangan, Mahathir Mohamad yang sebentar lagi berusia 93 tahun melakukan rekonsiliasi dengan Anwar Ibrahim. Pakatan Rakyat sudah berubah menjadi Pakatan Harapan pada 22 September 2015 dengan melibatkan PKR, Partai Amanat Nasional (PAN), DAP dan Partai Pribumi Bersatu Malaysia. Sejak Mahathir keluar dari BN-UMNO pada 2016 dan memaklumatkan maju menjadi perdana menteri pada tahun 2017, bergabung dalam koalisi – bahkan memimpin – Pakatan Harapan.

Berkat pengaruh Mahathir ditambah kekuatan Anwar Ibrahim yang terbukti mampu memenangkan popular vote pada Pemilu 2013, akhirnya kekuatan oposisi ini mampu menumbangkan BN-UMNO yang telah berkuasa 60 tahun di Malaysia. Cita-cita reformasi Anwar Ibrahim yang terinspirasi oleh Gerakan Reformasi di Indonesia tahun 1998 baru terwujud justru setelah dia berdamai dengan seteru besarnya – Mahathir Mohamad.

Maka begitu dibebaskan dari penjara, Anwar Ibrahim langsung mencari sosok idolanya – Presiden RI ke-3 Burhanuddin Jusuf Habibie untuk sama-sama mengenang peristiwa reformasi yang sebelumnya membawa kesejahteraan yang luas bagi rakyat Indonesia. Tapi yang jelas ada banyak peristiwa politik Anwar Ibrahim – termasuk gerakan politisi BERSIH pada 2006 – jelas sekali memiliki benang merah dengan gerakan politik di Indonesia. [] Dirangkum dari berbagai sumber

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here