Indonesia Surga Bagi Ratusan Juta Pengangggur Cina

0
330

Nusantara.news, Jakarta – Tingginya angka pengangguran menjadi masalah tersendiri bagi Cina yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Cina adalah ekspansi ke negara lain termasuk Indonesia.

Belakangan jumlah tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yang masuk ke Indonesia baik secara legal maupun ilegal terus meningkat.

Kepala Subdit Analisis dan Perizinan Tenaga Kerja Asing Kemenakertrans Yanti Nurhayati Ningsih mengungkapkan jumlah TKA asal Cina memang menempati posisi teratas sejak 2012 hingga 2016,

Pada tahun 2016, sebanyak 74.183 TKA yang bekerja di Indonesia.  Adapun tiga besar TKA, masing-masing berasal dari Cina sebanyak 12.490, disusul Jepang 8.424 dan Korea Selatan sebanyak 5.059 orang.

Jumlah tersebut tentu yang tercatat, sebab bukan tidak mungkin jumlah yang tidak tercatat atau ilegal jauh lebih banyak. Hal itu bisa terjadi karena kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Kemenakertrans, sehingga pengawasan pun lemah.

Terbukti, petugas sering menangkap TKA ilegal asal Cina. Seperti penangkapan 98 TKA ilegal asal China oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau. Saat itu petugas melakukan razia di proyek pembangkit listrik tenaga uap Tenayan Raya, Kota Pekanbaru pada Januari 2017 lalu.

Belum lagi di PT Conch North Sulawesi Cement (CNSC) di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Berdasarkan data di imigrasi setempat dari 550 WN Cina yang bekerja di PT CNSC, sebanyak 68 pekerja ilegal. Kasus serupa banyak ditemui di sejumlah perusahaan di daerah lainnya.

Indonesia Surga TKA Cina

Cina yang memiliki jumlah penduduk 1,3 miliar sekaligus menjadi negara terbanyak penduduknya di dunia. Kini, salah satu masalah serius yang dihadapi Cina adalah soal tenaga kerja. Data NBS Cina mengungkapkan, lonjakan jumlah pengangguran terus mengalami kenaikan sejak tahun 2001 yang mencapai 3,6 persen. Jumlah itu terus meningkat di mana periode 2010-2015 rata-rata tingkat pengangguran mencapai 4,1 persen dan  pada 2016 mencapai angka tertinggi, yakni 4,02 persen.

Karena itu, pilihan ekspansi ke negara lain menjadi salah satu jawaban untuk mengatasinya. Indonesia pun menjadi salah satu negara yang dituju para pengangguran Cina.

Pemerintah Indonesia seolah telah menyiapkan diri untuk menampung para penganggguran negeri tirai bambu itu. Sejumlah kemudahan diberikan bagi para TKA asal Cina.

Karpet merah digelar untuk menyambut para pengangguran CIna melalui regulasi. Sebut saja soal pemberlakuan bebas visa, pengesahan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian yang di antaranya mengatur soal pengawasan orang asing (POA) yang dulu dilakukan Kepolisian dihapus dan kewenangannya diberikan kepada Dirjen Imigrasi yang petugasnya hanya 100 orang.

Belum lagi keluarnya Peraturan Kementerian Tenaga Kerja atau Permenaker 35/2015 yang di antaranya menghilangkan rasio jumlah TKA dengan TK lokal.

Sebelumnya, dalam Pasal 3 Permenaker 16/2015 diatur bahwa perusahaan yang mempekerjakan 1 (satu) orang TKA harus dapat menyerap sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang tenaga kerja lokal pada perusahaan yang sama.

Penghapusan pasal tersebut otomatis memberi kesempatan lebih luas kepada perusahaan untuk merekrut lebih banyak TKA tanpa dibebani kewajiban menerima TK lokal sesuai rasio yang sebelumnya ditetapkan.

Selain itu, Permenaker 35/2015 itu juga menghilangkan kesempatan alih tekhnologi dari TKA kepada TK lokal.

Hal lain yang jadi pertanyaan adalah implementasi UU No.13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.

Dalam UU itu secara jelas melarang TKA untuk bekerja sebagai buruh kasar. Aturan itu dibuat untuk melindungi TK lokal yang tidak memiliki keahlian.

Bagi perusahaan atau pengguna TKA  yang melanggar bisa dikenakan kurungan penjara hingga 4 tahun serta denda hingga Rp 400 juta.

Apalagi jika perusahaan tidak memiliki punya IMTA (izin mempekerjakan tenaga kerja asing). Dan, bagi perusahaan yang memiliki IMTA hanya boleh mempekerjakan TKA yang memiliki keahlian dan posisi pekerjaannya harus sesuai keahlian. Misalnya, ahli mesin hanya boleh bekerja di bidang mesin.

Nyatanya, dalam sejumlah razia, baik yang dilakukan oleh pihak Imigrasi maupun Kemenaker ditemukan banyak buruh kasar asal Cina. Tapi, sejauh ini belum ada laporan perusahaan yang diberi sanksi, baik pencabutan IMTA maupun sanksi pidana. Sejauh ini, yang dilakukan hanya mendeportasi TKA bersangkutan.

Padahal, di antara perusahaan yang mempekerjakan TKA asal Cina sebagai buruh merupakan perusahaan yang juga dari Cina.

Dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemerintah, maka tak heran jika Indonesia menjadi surga bagi para pengangggur Cina yang jumlahnya mencapai ratusan juta orang. []

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here