Indonesia Tolak Keras Ibukota Israel Pindah dari Tel Aviv ke Jerusalem

0
1016
Watap (Wakil Tetap) RI untuk OKI, Agus Maftuh Abegebriel

Nusantara.news, Jakarta – Indonesia menolak keras perpindahan Ibukota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Indonesia juga sangat menyayangkan setiap langkah Amerika yang akan mengakui Jerusalem sebagai Ibukota Israel karena hal itu merupakan langkah yang salah arah (wrong direction) dan dapat mengganggu proses perdamaian di kawasan tersebut. Indonesia sangat mengkhawatirkan dampak buruk perpindahan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Jerusalem,.

Pernyataan ini disampaikan oleh Watap -Wakil Tetap (permanent representative) RI untuk OKI (Organisasi Kerjasama Islam) Agus Maftuh Abegebriel yang juga Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Arab Saudi di Pertemuan Luar Biasa (Extraordinary Meeting) seluruh perwakilan tetap OKI tentang “Rencana Pengakuan Amerika terhadap Jerusalem Sebagai Ibukota Israel dan Rencana Perpindahan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Pertemuan mendadak dan luar biasa  tersebut diselenggarakan pada tanggal 4 Desember 2017 di Markas Besar OKI Jeddah, diikuti para Watap semua negara angota OKI.

Lebih lanjut Watap RI, Agus Maftuh Abegebriel menandaskan bahwa meski Presiden Amerika belum menentukan sikap akhir, Menlu RI Retno Marsudi sudah melakukan langkah cepat dengan memanggil Dubes Amerika untuk Indonesia dan merencanakan bertemu dengan Menlu Amerika untuk menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap rencana Amerika tersebut dan berharap Amerika bisa menampilkan sikap yang bijak untuk selalu aktif dalam mendukung proses perdamaian Palestina – Israel.

Dalam pernyataan sikap Indonesia yang disampaikan oleh Watap RI dengan dua bahasa (Arab-Inggris) tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia menyerukan kepada semua negara anggota OKI untuk selalu melaksanakan berbagai komitmen untuk mendukung Palestina, termasuk dengan menerapkan berbagai tindakan nyata yang sudah disepakati dalam “Deklarasi Jakarta”, yang diadopsi dalam KTT Luar Biasa kelima OKI tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif, yang diadakan di Jakarta pada Maret 2016.

“Indonesia selalu konsisten dan teguh membantu dan mendukung Palestina,” ujar Agus Maftuh dalam pesan Whatsapp-nya kepada Nusantara.news.

Di akhir extraordinary meeting tersebut OKI sangat apresiasi terhadap sikap Indonesia dan menyatakan bahwa statemen yang disampaikan oleh Indonesia adalah the best statement sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dan memiliki pengaruh yang signifikan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here