Ingat, Belanda-Inggris Pernah Tukar Pulau Run dengan Pulau Manhattan

0
203
Pulau Manhattan, New York yang dulu ditukar dengan Pulau Run di Maluku.

Nusantara.news, Maluku – Sejarah mencatat bahwa Pulau Run dan Pulau Manhattan memiliki nilai yang sama. Karenanya dalam traktat Breda dipertukarkan. Namun sekarang Pulau Manhattan dengan kota New York terkenal seantero dunia, tapi Pulau Run terlupakan.

Pulau Run adalah pulau kecil di gugusan kepulauan Banda, Maluku, dengan panjang sekitar tiga kilometer dan lebar kurang dari 1 kilometer. Menurut sejarawan John Keay, Pulau Run bernilai sangat penting dalam sejarah kolonialisasi Inggris yang kala itu dikenal dengan nama Runnymede dalam sejarah konstitusi Inggris.

“Pada abad ke-17, Pulau Run memiliki peran ekonomi penting karena harga pala dan bunga pala yang didapat dari pohon pala (Myristica fragnans), yang pertama kali ditemui secara khusus di Kepulauan Banda di mana Pulau Run berada. Menariknya, Pulau Run memiliki kesejarahan dengan kota New York, ” ujar M. Azis Tunny selaku Panitia Festival Budaya Banda melalui email kepada Nusantara.news (15/05/2017)

Lebih jauh Azis menyatakan, bahwa semua bermula dari adanya pertempuran sengit antara Inggris dan Belanda (Anglo-Dutch War), yang berlangsung selama 2 tahun 4 bulan  bulan lebih, mulai 4 maret 1665 sampai 31 juli 1667. “Perang ini diakhiri dengan adanya perjanjian damai bersyarat, yang dikenal dengan nama “Traktat Breda” (Treaty of Breda) pada 31 Juli 1667 di kota Breda, Netherland,” jelasnya.

Perjanjian yang ditandatangani dalam lilin merah oleh dua orang perwakilan Inggris yang diwakili Duta Besar Luar Biasa dan Yang Berkuasa Penuh dari Yang Mulia Raja Agung, Lord Denzil Holles dan Sir Henry Coventry. Sementara pihak Belanda diwakili lima orang yaitu Yang Terhormat Yang Berkuasa Penuh, Adolf Hendrik Ripperda, Hieronymus van Beverningh, Pieter de Huybert, Allard Jonghstal, dan Ludolph Tjarda van Starckenborgh.

Traktat Breda menghasilkan point penting yang memuat pernyataan di antaranya bahwa kerajaan Inggris harus menyerahkan Pulau Run (di kepulauan Banda, Maluku). Sebagai gantinya, Belanda menyerahkan pulau Manhattan yang menjadi koloninya kepada Inggris. Inggris lalu mengganti nama kota di Pulau Manhattan dari nama Nieuw Amsterdam menjadi New York.

Dari kesepakatan Breda tersebut, Belanda sangat diuntungkan karena pulau Run saat itu merupakan aset yang sangat menguntungkan untuk mengisi penuh pundi-pundi kongsi dagang Belanda VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dari penjualan rempah-rempah. “Melalui perjanjian tersebut pula Belanda semakin kukuh menancapkan kekuasaannya di kepulauan Maluku dan Nusantara, lalu menjadikan kota Amboina (Ambon) sebagai markas besar pertama VOC, “ katanya

Setelah 350 tahun ternyata kedua pulau memiliki nasib berbeda, jika Pulau Manhattan tempat Kota New York berkembang menjadi pusat ekonomi dunia, bahkan PBB pun berkantor di kota ini. Sementara Pulau Run, masih seperti dahulu tidak banyak perubahan. “Mungkin jika Pulau Manhattan masih tetap dijajah Belanda, PBB tidak berkantor di sana,”ujarnya terkekeh.

Dalam rangka peringatan 350 tahun Traktat Breda (Treaty of Breda) di tahun 2017 ini, Pemerintah Provinsi Maluku akan menjadikan peristiwa bersejarah tersebut sebagai bagian dari rangkaian Festival Budaya Banda yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2017 dengan tagline : “Fabled Space Islands that launched the European age of exploration”.

Dunia harus mengerti di balik kesuksesan Kota New York ada Pulau Run, juga untuk mengingatkan kita bahwa di masa lalu, Pulau Run setara dengan Pulau Manhattan. “Ini harus menumbuhkan semangat membangun Pulau Run, agar bisa kembali setara dengan Pulau Manhattan, “ ingatnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here