Bukan Kampung Janda, Melainkan Kampung Perempuan Tangguh

0
136
Ilustrasi Pemberdayaan Perempuan (Sumber: Suwartie)

Nusantara.news, Kota Malang – Di Kecamatan Sukun, Kota Malang, ada fenomena unik. Tepatnya di Jl Bandulan Gang VI: RW 03, Kelurahan Bandulan terdata memiliki populasi berstatus janda sebanyak 116 orang.

Terkait jumlah yang cukup banyak di tataran RW dan kelurahan tersebut sempat menjadi pembicaraan akan lontaran stigma ‘Kampung Janda’.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Ketua RW setempat jumlah 116 orang janda itu dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni cerai mati dan cerai hidup. Perempuan yang menjadi janda akibat ditinggal mati suaminya sebanyak 95 orang, umumnya berusia di atas 50 tahun.

Sedangkan janda akibat bercerai dengan suami tercatat 22 orang. Uumumnya berusia di bawah 40 tahun. “Tidak hanya janda saja, ada juga duda. Namun, jumlah duda tidak banyak hanya 19 orang saja,” jelas Andi Setiawan selaku Ketua RW 03 Kelurahan Bandulan.

Janda dan duda itu tersebar di sembilan RT yang bernaung di bawah RW 03. Jumlah janda paling banyak ditemukan di RT 09, yang diikuti oleh RT 06 dengan kondisi gaya hidup kelas ekonomi menengah ke bawah.

Beberapa waktu lalu, rombongan Kementerian Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa dan Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memberikan bantuan sosial itu antara lain seperti bantuan pangan dan uang, juga bantuan jaminan kesehatan nasional.

Pada, Minggu (3/12/2017) lalu ada agenda Pemerintah Kota Malang mengunjungi desa ini sekaligus menggelar “Grebeg Maulid”. Dalam pembukaannya Walikota Malang M Anton menyebutkan bahwa akan menjadikan kampung ini menjadi kampung tematik dengan potensi perempuan yang cukup banyak.

Dalam pidato Walikota sempat terselip ungkapan ‘Kampung Janda’. Penyebutan itu segera viral di media sosial dan mengejutkan sejumlah kalangan, termasuk Ketua RW 03 Kelurahan Bandulan yang dijabat Andi Setiawan.

Ditanyai lebih mendalam, Andi menegaskan, tidak ada niat atau pun pembicaraan serius memilih nama ‘Kampung Janda’ sebagai kampung tematik untuk kawasannya. Andi sendiri mengaku tidak sepakat dengan pemilihan nama kampung itu untuk kampungnya. Sebab istilah Kampung Janda dikhawatirkan membikin citra kampung negatif.

“Kalau sampai ada istilah ‘Kampung Janda’ pasti nanti ada runtutan dan rentetannya, saya khawatir image kampung malah tidak baik. Bahkan bisa jadi ada yang malu, pastinya penamaan kampung tematik juga harus berdasarkan pembicaraan di RW dengan melibatkan para tokoh masyarakat,” pungkas Andi.

Andi mengharapkan ada pelatihan untuk para janda yang usianya masih produktif. Pelatihan itu berupa ketrampilan sehingga bisa menjadi modal usaha para janda tersebut.

Sementara itu, Haffiyanti Kusuma Nugraha, Aktivis Perempuan Kota Malang melihat bahwa dibalik banyaknya data perempuan yang janda bisa dijadikan potensi bagi kampung tersebut. “Pemeberdayaan perempuan yang masih produktif maupun yang lanjut bisa diberdayakan dengan treatment yang berbeda. Potensi perempuan di Kelurahan Bandulan sangat bagus,” jelasnya.

Ia menekankan, bahwa menjadi penting dan perlu pemerintah mendorong pemberdayaan perempuan di kampung tersebut. mengingat peran penting partisipasi perempuan dalam  pembangunan.

“Secara bertahap apabila pemeberdayaan jalan akan menunjang tingkat pendapatan ekonomi perkapita masyarakat di kampung tersebut, bukan hanya diberikan bantuan yang ‘given’ tapi memiliki ketangkasan atau softskill untuk keberlangsungan hidupnya kelak,” imbuh Alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

Menyoal pelabelan ‘Kampung Janda’ yang ramai di media sosial, pihaknya juga kurang sepakat akan penamaan kampung tersebut dengan ‘Kampung Janda’.

“Iya memang dalam wanita siapapun sebenarnya tidak menghendaki akan kondisi ‘janda’ atau tida memiliki pasangan. Baiknya diganti penamaan yang lain yang lebih bagus dan memberikan motivasi. ‘Kampung Kartini’, ‘Kampung Sarinah’, atau ‘Kampung Perempuan Tangguh’ itu lebih baik,” tandas Mantan Ketua Umum Kohati HMI FIA UB tersebut.

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here