Ini 12 Executive Order Presiden Trump

0
553
Sumber: AP

Nusantara.news, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga berita ini diturunkan (27/1/2017) telah mengeluarkan 12 perintah eksekutif (Executive Order). Sejumlah perintah eksekutif itu memicu kontroversi tidak saja di kalangan masyarakat AS tetapi juga di luar negeri. Perintah eksekutif soal penghapusan Obamacare dan pembangunan tembok batas dengan Meksiko hingga saat ini masih ramai dibahas di berbagai media.

Apa saja 12 Executive Order yang sudah ditandatangani Presiden AS ke-45 ini sejak pelantikannya pada 20 Januari 2017 yang lalu:

Executive Order #1: ACA Rollback (Obamacare)

Donald Trump memerintahkan untuk meminimalkan beban ekonomi akibat penerapan UU Perlindungan Pasien dan Perawatan Terjangkau atau UU Affordable Care Act (ACA).

Trump menulis, “Sementara sambil menunggu pencabutan UU tersebut, sangat penting untuk cabang eksekutif untuk memastikan bahwa UU diterapkan secara efisien, mengambil tindakan yang konsisten terhadap UU tersebut guna meminimalkan beban ekonomi.”

Kantor Anggaran Kongres (CBO) mengeluarkan laporan bahwa jika UU itu dicabut tanpa pengganti, bisa mengakibatkan 32 juta orang kehilangan asuransi kesehatan, dan dua kali lipat dari premi selama sepuluh tahun ke depan, sebagaimana dikutip ancor.org. Artinya, ini malah dapat menimbulkan ketidakstabilan ekonomi.

Executive Order #2: Pembekuan semua peraturan

Donald Trump telah membekukan semua peraturan yang dijalankan di era Presiden Barack Obama sampai mendapat persetujuan dari dia. Ini berarti peraturan apa pun yang ditandatangani oleh Obama pada masa akhir jabatannya, termasuk beberapa yang berhubungan dengan standar efisiensi energi ditunda sampai ditinjau ulang oleh administrasi Trump.

Penundaan semua peraturan dengan pengecualian kesehatan, keselamatan, masalah keamanan finansial atau nasional diizinkan oleh Kantor Direktur Manajemen dan Anggaran.

Executive Order #3: Kebijakan aborsi

Presiden Donald Trump telah memerintahkan pemerintah AS untuk tidak akan mendanai LSM yang menyediakan layanan aborsi.

Semua regulasi era Obama yang ditandatangani akhir masa jabatannya ditunda sampai diperiksa lebih lanjut oleh pemerintahan Trump.

Kebijakan ini dibuat oleh mantan presiden Ronald Reagan dan dibatalkan oleh presiden dari Demokrat lalu dipulihkan oleh presiden Partai Republik sejak itu.

Executive Order #4: Memutus Kemitraan Trans-Pasifik (TPP)

Donald Trump resmi menarik diri dari semua perundingan Kemitraan Trans-Pasifik dan dari penandatanganan kesepakatan perdagangan.

Langkah Trump tidak akan berdampak langsung pada ekonomi AS, tetapi ini sinyal bahwa pemerintahan Trump akan lebih proteksionis pada isu-isu ekonomi.

Mantan Presiden Barack Obama melakukan negosiasi dengan 11 negara Pasifik lainnya. Kesepakatan itu tidak pernah diratifikasi oleh Senat, sehingga tidak diberlakukan. Pemerintahan Trump mengatakan berencana melakukan negosiasi bilateral dengan negara masing-masing.

Executive Order #5: Pembekuan tenaga kerja federal

Trump mengeluarkan memorandum yang melarang instansi pemerintah mempekerjakan karyawan baru, kecuali untuk militer, keamanan nasional dan pekerjaan keselamatan publik.

Kebijakan ini dalam bertujuan mengurangi jumlah tenaga kerja federal, bisa juga memaksa lembaga federal untuk lebih menggunakan tenaga kontrak.

Executive Order #6 & 7: Mempercepat Akses Pipa Minyak Dakota dan Keystone

Donald Trump memerintahkan percepatan pembangunan pipa minyak yang dikenal dengan “Dakota Access”. Pipa sepanjang 1.885 km di North Dakota dibangun oleh sejumlah perusahaan yang dipimpin oleh Energy Transfer Partners LP (ETP.N). Pipa ini akan dijadikan akses paling cepat untuk membawa serpih minyak Bakken dari North Dakota ke kilang Gulf Coast AS. Selain itu, Trump memerintahkan untuk mempercepat pembangunan pipa minyak Keystone selambat-lambatnya dalam waktu 60 hari.

Executive Order #8: Mempercepat Kajian Lingkungan untuk semua Infrastruktur Prioritas

Presiden Donald Trump memerintahkan lembaga dan ketua Dewan Gedung Putih untuk segera merampungkan semua kajian lingkungan secepatnya bagi proyek-proyek infrastruktur prioritas tinggi. Trump memberikan waktu 30 hari.

Executive Order #9: Mempromosikan pipa buatan AS

Presiden Donald Trump mengarahkan Menteri Perdagangan untuk membuat peraturan guna memastikan bahwa semua jaringan pipa yang dibangun atau diperbaiki di AS dibangun dengan bahan pipa buatan AS “semaksimal mungkin”. Trump mengharuskan, semua baja dan logam yang digunakan dalam pipa tersebut sepenuhnya diproduksi di AS, dari tahap leleh awal hingga penerapan pelapisnya.

Executive Order #10: Meninjau peraturan pabrik domestik

Dalam memorandum ini, Presiden Trump memerintahkan Menteri Perdagangan untuk memulai kajian peraturan mengenai izin usaha selama 60 hari bagi produsen Amerika, dengan tujuan mencari cara untuk mempercepat perizinan dan semua proses federal bagi mereka. Tujuannya, agar semuanya berjalan efisien.

Executive Order #11: Membangun Tembok Meksiko

Trump mulai merancang dan membangun dinding di sepanjang perbatasan AS-Meksiko, termasuk mengidentifikasi dana federal yang tersedia dan bekerja sama dengan Kongres untuk mengupayakan dana tambahan.

Mungkin juga Trump akan mencoba memaksa Meksiko membayar bagian-bagian tertentu dengan ancaman menarik bantuan ke negara tersebut.

Trump ingin membangun dan mengoperasikan fasilitas penahanan di dekat wilayah perbatasan. Menyewa 5.000 agen Patroli Perbatasan tambahan dan mengubah kebijakan “Tangkap Lepas”. Kebijakan ini dinilai akan lebih represif terhadap imigran ilegal.

Executive Order #12: Deportasi

Presiden Trump mengarahkan lembaga terkait untuk mendeportasi pendatang ilegal di AS, terutama yang terlibat kasus kriminal, dengan menambahkan wewenang terhadap petugas imigrasi. Trump juga memerintahkan Jaksa Agung dan Menteri Keamanan Dalam Negeri untuk memblokir dana hibah federal untuk pembangunan kota khusus.

Order ini mirip dengan ordek ke-11 tapi lebih berfokus pada menyingkirkan imigran gelap yang sudah ada di AS ketimbang menghalau imigran yang datang ke AS. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here