Ini 5 dari 10 Cerita Menarik Tentang Goa Pindul (Bagian 2)

0
273
Hingga pukul 15.00 masih ada-ada saja wisatawan domestik yang Cave Tubing menyusuri goa, dan itu menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat/ Foto Marlin Dinamikanto

Nusantara.news, Jakarta – Goa Pindul memang sudah menjadi andalan obyek wisata Gunungkidul di samping wisata pantai yang masih menjadi favorit wisatawan. Kini bukan saja wisatawan domestik yang berdatangan. Melainkan juga wisatawan manca negara.

Sebagai kelanjutan dari artikel sebelumnya berikut ini kami sajikan 5 dari 10 cerita menarik selebihnya yang bersumber dari cerita Mamat dan dirangkum dari sumber-sumber lainnya, termasuk reportase Nusantara.news  pada Sabtu 29 April 2017 yang lalu.  Ini dia ceritanya :

  1. Ramai-Ramai Pulang ke Desa

Saat Goa Pindul resmi menjadi obyek pariwisata, beber Mamat, sejumlah warga Bejiharjo yang dulu tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta atau Solo, pulang ke desa. Banyak yang sebelumnya karyawan pabrik memilih berhenti bekerja dan memilih bekerja di kampung halamannya. “Ada kali ya ratusan orang yang memilih bekerja di kampung halaman sendiri,” ujar Mamat yang mengenal dekat dengan semua pengurus operator Cave Tubing Pindul.

Hasil gambar untuk goa pindul tempo dulu

Selain menjadi pemandu wisatawan yang bergabung ke satu diantara 11 operator,  warga juga bisa menjadi pengumpan wisatawan mandiri (non rombongan) yang mencegat calon wisatawan di setiap jalan akses masuk ke goa pindul dengan mengantarnya ke mulut goa secara gratis. Karena dia dibayar oleh operator yang dibawakan tamu. Wisatawan mandiri hanya dikenai biaya retribusi Rp10 ribu per orang. Kalau ingin menggunakan fasilitas Cave Tubing tarifnya menjadi Rp35 ribu. Bisa juga menjadi pengurus parkir, pedagang atau bekerja di rumah-rumah penduduk yang menyewakan penginapan (homestay).

  1. Arloji, Hand Phone dan Kalung yang Kecebur

Di tahun-tahun pertama menjadi koordinator keamanan, Mamat mengakui banyak pemandu yang menyelam ke dasar sungai bawah tanah mencari barang-barang wisatawan yang tercebur ke sungai. Karena barangnya tercebur ke air, di tempat gelap, cerita Mamat, umumnya wisatawan menganggapnya sedang apes dan mengikhlaskan barangnya

Hasil gambar untuk goa pindul tempo dulu

“Saya membeli dari mereka, ada handpone mahal tahun terbaru, ada jam tangan, bahkan kalung emas. Handphone dan jam tangan tidak rusak, apalagi yang teknologinya kedap air. Yang tidak kedap air cukup dikeringkan dengan vacuum cleaner, sudah itu direndam dalam beras, bisa ‘hidup’ lagi. Khusus jam tangan dan beberapa handphone bermerk harganya jutaan rupiah,” ujar Mamat.

Mamat mengaku masih menyimpan beberapa. Ada jam tangan yang dibeli dari pemandu dengan harga Rp1 juta dan sekarang sudah ada yang menawar Rp4 juta, tapi belum dia lepas. Pernah pula seorang Kapolres kehilangan jam tangan bermerk saat menyusuri Goa Pindul. Mamat pun menyuruh anak buahnya mencari, dan akhirnya ketemu.

“Kalau begitu kehilangan ngomong, barang masih bisa dicari. Selain Kapolres yang saya ceritakan ada juga seorang pengusaha yang kalung rantainya terlepas. Harganya sudah pasti puluhan juta. Karena lapor saya pun perintahkan anak buah mencari. Imbalannya terserah negosiasimu dengan pemilik barang. Dan barang yang dicari pun ketemu,” terang Mamat.

Namun sekarang kegiatan penyelaman tanpa seizin pengelola wisata dilarang. “Tidak seperti dulu, begitu sudah tidak ada wisatawan ada saja pemandu yang langsung menyelam, seperti mencari harta karun dan kalau beruntung hasilnya lumayan,” ujar Mamat sambil tertawa-tawa.

  1. Penglaris Wisatawan Pekerja Hiburan

Ada cerita menarik lain yang dingkap Mamat. Kejadiannya menjelang shalat Maghrib. Saat itu tiba-tiba ada satu rombongan dengan mobil Elf dari suatu Kabupaten di Jawa Barat yang datang. Sebenarnya kegiatan Cave Tubing sudah tutup. Namun rombongan yang terdiri dari 8 perempuan cantik itu minta diantar berapa pun bayarannya. Mamat pun mencari pemandu yang masih bersedia “kerja lembur”.

Hasil gambar untuk goa pindul tempo dulu

Lepas maghrib ke-8 wisatawan itu langsung diantar oleh dua pemandu menyusuri gua pindul. Sampai tengah gua pindul, begitu ada air menetes, para wisatawan yang diduga bekerja di tempat hiburan malam itu menengadahkan wajahnya dengan mulut terbuka membiarkan lidahnya terkena tetesan air goa. “Lama sekali mereka berhenti di sana, begitu kata anak buah saya,” kenang Mamat.

Tiga bulan berikutnya rombongan itu datang lagi ke goa pindul. “Usaha saya bertambah laris mas berkat tetesan air dari goa pindul,” ujar seorang diantaranya yang kemudian minta diantar lagi menyusuri goa. “Percaya atau tidak itulah yang terjadi,” tandas Mamat.

  1. Homestay Seharga Kos-kosan

Dusun-dusun di sekitar Goa Pindul secara resmi oleh Pemkab setempat ditetapkan sebagai Desa Wisata Bejiharjo. Di sana banyak rumah-rumah penduduk yang menyewakan kamar untuk tempat tinggal (homestay) para wisatawan. Bagi pemudik asal Gunungkidul yang tidak lagi memiliki rumah keluarga dan hendak ziarah ke makam leluhur ada baiknya sewa homestay di sana.

Gambar terkait

Harganya murah. Sekitar Rp50 ribu per hari. Bandingkan dengan menyewa kamar kos-kosan di Jakarta yang dengan fasilitas kipas angin saja mencapai Rp1,5 juta per bulan. Tapi memang untuk yang satu ini hanya menyediakan kamar beserta kasur dan bantal bersih dan kipas angin. Di kamar mandinya tidak disediakan sabun atau shampoo seperti di hotel. Jadi mesti bawa perlengkapan mandi sendiri. Sendal dan keperluan mandi dapat beli di homestay atau warung sekitar.

Hasil gambar untuk homestay murah goa pindul

Untuk yang ingin hunian nyaman sudah ada homestay berkelas dengan harga Rp150 hingga Rp200 ribu per hari. Di sana sudah ada handuk, sabun dan shampoo. Bahkan kalau searching di internet sudah ada 5 homestay yang bisa anda akses lewat Traveloka atau situs-situs tour and travel lainnya. Jadi kalau ke Goa Pindul tidak perlu takut jika berkunjung lebih dari satu hari, sebab di sana sudah banyak penginapan yang disewakan.

Ingin ziarah, menemui kerabat atau bepergian ke tempat wisata lainnya? Cukup sewa motor di Pasar Argosari (terminal lama) Kota Wonosari. Harganya Rp60 ribu per hari. Tapi sebaiknya sewa motor di Kota Yogyakarta karena pilihannya lebih banyak dengan harga yang bersaing. Rental mobil juga ada. Harganya Rp300 hingga Rp450 ribu per hari, tergantung merk, belum termasuk pengemudi dan BBM.

Jangan terlalu berharap dengan angkutan umum di Gunungkidul. Sebab sekitar pukul 15.00 sudah tidak ada lagi yang mencari penumpang. Lebih baik memang, kalau ingin bisa leluasa jalan-jalan sewa saja jasa rental motor atau mobil di Kota Wonosari atau Yogyakarta. Aplikasi Gojek, Grab dan Ubber belum berlaku di sana. Taksi cukup mahal harganya.

  1. Makan Lebih Murah dari Warteg

Bagaimana soal makan dan minum? Jangan khawatir. Selain bisa pesan ke pemilik rumah yang biasanya juga menerima order sarapan, makan siang atau makan malam bisa juga pesan ke catering di sekitar Gua Pindul. Beda dengan jajan di warung, untuk bisa mendapatkan antaran makanan dari catering anda mesti pesan sehari sebelumnya. Jangan lewat Gojek, sebab di sana belum ada.

Hasil gambar untuk catering goa pindul

Harga untuk paket catering memang lebih mahal. Paket A terdiri dari 13 item termasuk nasi, sayur lombok ijo, ayam bakar/goreng, gudeg daun papaya, trancam, tahu bacem/goreng, tempe bacem/goreng, kerupuk, sambal, buah-buahan, teh manis, wedang pindul, dan air mineral harganya Rp20.000. Untuk Paket B terdiri dari nasi, daging empal dan menu lainnya Rp25.000 dan Paket C  yang terdiri dari nasi beserta lauk daging empal sekaligus ayam bakar/goreng serta menu lainnya seharga Rp30.000. Murah bukan?

Sedangkan untuk Paket Desa harganya per paketnya hanya Rp15 ribu dengan tiga variasi menu dan Rp20.000 yang juga dengan tiga variasi menu. Harga ini sudah pasti jauh lebih murah ketimbang jajan di Warteg di Jakarta. Bayangkan saja, untuk bisa makan nasi putih, ayam goreng, oseng-oseng tempe, sayur lodeh, sambal, kerupuk, buah dan teh hangat harganya hanya Rp15 ribu. Pilihan ayam goreng bisa diganti dengan wader goreng atau ayam rica-rica. Bila mau tambah teh manis harganya Rp2000.

Demikian 10 cerita menarik Goa Pindul. Bagi anda yang tidak punya kampung halaman ada baiknya merencanakan libur lebaran bersama keluarga ke sana. Selamat berwisata. Temukan informasi budaya dan pariwisata kepulauan nusantara lainnya hanya di Nusantara.news untuk edisi berikutnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here