Agenda Pertemuan Trump-Merkel

Ini 5 Hal Penting yang Bakal Jadi Perhatian Pertemuan Trump dan Merkel

0
61
Foto: AFP/Getty Images

Nusantara.news – Kanselir Jerman Angela Merkel berencana melakukan pertemuan di Gedung Putih Washington DC dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pertemuan yang semula dijadwalkan Selasa, 14 Maret 2017 ditunda sampai Jumat karena badai musim dingin Stella yang menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan.

Sebagaimana dilansir Time, Selasa (14/3) sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer mengumumkan pengunduran jadwal pertemuan tersebut pada briefing reguler, Senin (13/3). Menurut Spicer, kedua presiden telah berbicara melalui sambungan telepon dan sepakat untuk menunda pertemuan.

Presiden Trump beberapa kali melontarkan kritik terhadap Merkel, dengan menuduhnya telah “merusak” Jerman dengan kebijakan yang longgar terhadap pengungsi. Di kesempatan lain Trump juga pernah memuji dia sebagai pemimpin dunia favoritnya.

Sementara Merkel sejauh ini tampak berhati-hati dan menghindari konfrontasi terbuka dengan Presiden AS itu. Merkel beberapa waktu mengatakan, akan menilai Trump bukan dari kata-katanya, tapi dari tindakannya. Pernyataan itu keluar ketika AS mengumumkan untuk pertama kali, larangan terhadap pengungsi akhir Januari lalu.

Di mata publik, kedua pemimpin ini sering dilihat sebagai  sosok yang saling berlawanan. Gaya politik Merkel lebih terukur dan hati-hati, sementara Trump kerap mengeluarkan pertanyaan- pertanyaan bombastis. Perbedaan-perbedaan ini yang membuat sejumlah pihak khawatir pertemuan AS dan Jerman tidak berbuah hasil optimal. Meski begitu, sejumlah pihak berharap bahwa pertemuan pemimpin wanita yang disegani di Eropa, Angela Merkel dengan sang populis Amerika Donald Trump dapat menemukan kesamaan pada isu-isu kunci.

Pertemuan kedua presiden ini adalah yang pertama setelah Trump menjadi presiden AS. Apa saja 5 bidang penting yang kemungkinan akan dibahas pada pertemuan Trump dan Merkel? Berikut rinciannya:

  1. Perdagangan

Merkel tidak mungkin terbang seorang diri ke Wahington. Dia akan membawa sejumlah pemimpin bisnis terkemuka di Jerman, termasuk CEO BMW Harald Kruger dan CEO Siemens Joe Kaeser, yang akan bergabung dengannya untuk melobi soal kenaikan pajak pada mobil Jerman. Serta untuk mendiskusikan pengurangan yang moderat dari USD 65 miliar defisit perdagangan AS dengan Jerman.

Menurut Bloomberg, Merkel berencana memberi penjelasan kepada Trump soal perdagangan, mempertahankan surplus perdagangan Jerman dan memperingatkan soal proteksionisme dan langkah-langkah perdagangan yang berpotensi mendapat balasan dari negara lain.

Peter Navarro, direktur Dewan Perdagangan Nasional yang ditunjuk Trump, sempat memicu ketegangan dengan Jerman pada awal tahun ini, ketika dia mengklaim surplus perdagangan AS merupakan hasil dari undervalue euro dan mengatakan bahwa Jerman adalah alasan untuk mengevaluasi perjanjian perdagangan AS-Uni Eropa.

  1. Imigrasi

Merkel dan Trump berseteru pendapat soal isu-isu imigrasi. Merkel “menyesal” atas larangan terhadap pengungsi oleh pemerintah AS. Merkel percaya, kebijakan menyebabkan lebih banyak negara yang meninggalkan Uni Eropa setelah Brexit.

  1. Perubahan iklim

Trump kemungkinan bakal menarik diri dari Perjanjian Paris soal perubahan iklim. Namun Kanselir Jerman akan melobi pemerintah AS agar tetap mempertahankan dukungannya terhadap perjanjian bersejarah yang melibatkan 194 negara itu.

Trump pernah menyatakan, persoalan perubahan iklim adalah hoax yang diciptakan Cina untuk menghancurkan ekonomi Amerika. Dia berjanji akan menarik keikutsertaan AS dari perjanjian Paris jika terpilih sebagai Presiden.

Merkel kemungkinan akan bernegosiasi dan mempromosikan energi terbarukan kepada Trump, dimana Jerman punya reputasi soal ini. Tapi kemungkinan titik tekan Merkel adalah mengenai kebijakan mobil Diesel yang mulai dibatasi di Jerman yang tengah getol mengurangi gas emisi di negaranya.

  1. Kebijakan luar negeri

Mengingat investigasi tengah berlangsung di internal administrasi Trump terkait pejabat Gedung Putih yang berhubungan kontak dengan Rusia, Merkel tentu harus hati-hati mengangkat isu kebijakan luar negeri dalam diskusinya dengan Trump.

Trump sejauh ini telah memulai hubungan yang hangat dengan pemimpin Rusia. Sementara Merkel, sebagai pemimpin paling berpegaruh di Eropa masih punya ganjalan dengan Rusia, khususnya terkait NATO dan pemutusan kerja sama militer dengan Moskow serta menyetop operasional dewan kerja sama Uni Eropa dan Rusia sebagai konsekuensi atas krisis Ukraina 2014 silam.

Meskipun, pejabat pemerintah AS mengatakan, sebagai dilansir Bloomberg Jumat lalu, bahwa Trump ingin mendengar pandangan Merkel terkait Presiden Rusia Vladimir Putin dan prospek perdamaian di timur Ukraina.

Apakah situasi Ukraina dan Suriah bakal dibahas dalam pertemuan nanti? Ini juga menjadi indikator penting terkait penyelesaian konflik di kedua wilayah tersebut.

  1. Bidang pertahanan

Trump sebelumnya telah menyerukan kenaikan anggaran pertahanan AS, dia berharap Jerman dan sesama sekutu NATO lainnya juga akan melakukan hal yang sama. Untuk memenuhi pedoman aliansi itu yang akan menghabiskan 2% PDB mereka untuk pertahanan (Jerman saat ini menghabiskan 1,2% dari PDB). []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here