Ini Aksi Panggung Rockers asal Kupang yang Mendunia

1
1953
Atraksi jumpalitan bak kuda lumping ala Tielman Brothers yang turut menggairahkan panggung rock dunia, bahkan anak-anak muda yang kakeknya sli Kupang, Nusa Tenggara Timur itu disebut-sebut sebagai perintis genre Rock and Roll di dunia. Maka, banggalah jadi orang Indonesia

Nusantara.news, Jakarta – Pernah mendengar nama Jimmy Hendrix? Cara bermain gitarnya yang luar biasa atraktif sebelumnya pernah dilakukan oleh Andy Tielman. Bahkan semua pemusik dalam group Tielman Brothers yang asli Kupang blasteran Jerman menyuguhkan performance atraktif sebagaimana tersaji dalam video ini.

Sebagaimana terlihat di video, dalam setiap penampilannya The Tielman Brothers acap kali menampilkan jam session, saat masing-masing personil menunjukkan ketangkasan bermusik lewat perangkat music yang dipegangnya. Baik itu drum, bas, maupaun lead guitar yang dimainkan oleh Andy Tielman. Kadang atraksi mereka di panggung jumpalitan seperti pertunjukan kuda lumping.

Mereka adalah lima bersaudara anak dari Herman Dirk Tielman, seorang perwira menengah Koninklijke Nederlandsch Indische Leger (KNIL) yang sejak usia bocah sudah dilatih bermusik oleh orang tuanya. Kakek mereka, Willem Adrian Tielman adalah pegawai kotapraja Surabaya yang berasal dari Bonipol, Kupang Timur.

Mereka bermusik langsung dilatih oleh ayahnya yang memang pelatih korps music di kesatuannya. Di bawah asuhan ayahnya, kelima bocah itu membentuk The Timor Rhythm Brothers. Diantara anak-anaknya, Andy Tielman yang terlihat menonjol, karena dia memang vokalis sekaligus lead guitar yang penampilannya tidak kalah dengan Jimmy Hendrix.

Band Bocah “the Rhythm Timor Brother”yang pernah menghibur Bung Karno di Istana Presiden

Andy belajar main gitar sekitar tahun 1947-1948. Berbagai genre music pernah dia coba, antara lain keroncong, langgam, country dan jazz. Musik country yang beatnya dipercepat itulah yang akhirnya melahirkan genre rock and roll yang pada 1960-an digandrungi oleh dunia. Pencetusnya adalah kelima bersaudara berdarah Kupang ini.

Kelima musisi dunia berkewarganegaraan Belanda asal Indoensia yang bergabung dalam The Timor Rhythm Brothers itu masing-masing, Reginald (Reggy) Tielman, Ponthon Tielman, Andy Tielman, Laurance (Lou Lou) Tielman dan Janette Loraine Tielman yang penampilannya sungguh unik, atraktif dan menginspirasi panggung rock dunia.

“Waktu itu umur saya sekitar 11-12 tahun. Pertama kali memainkan lagu Keroncong Morisko dan Bengawan Solo,” kenang Andy sebagaimana dimuat di majalah Rolling Stone (11/11/2011).

“Saat itu tahun 1949 dan musik rock & roll belum lahir tentunya,” Andy melanjutkan. “Kami hanya memainkan musik country yang dipercepat dan dibuat sedikit lebih keras, upbeat. Tiga atau empat tahun setelahnya kami baru mengenal apa itu rock & roll.”

The Timor Rhythm Brothers, papar Denny Sakri dalam 100 Tahun Musik Indonesia (2015), adalah fenomena band bocah yang sudah muncul pada dekade 1940an. Denny Sakri menulis, “awalnya mereka bermain di hadapan keluarga dan kerabat sang ayah di rumah. Namun, akhirnya The Timor Rhythm Brothers mulai bermain musik di berbagai jenis pentas pertunjukan.”

Bahkan band bocah ini dalam kesaksian Dhahana Adi dalam buku Surabaya Punya Cerita (2014) pernah tampil di Istana Presiden, menghibur Bung Karno dalam perayaan kemerdekaan tahun 1950. Namun karena situasi politik cepat berubah pada sekitar 1956, pada 1957 Herman dan anak-anaknya memutuskan pindah ke Belanda.

Di Belanda mereka tinggal di Breda. Di kota itu Tielman bersaudara yang umurnya sudah beranjak dewasa tetap bermusik. Karier musik anak-anak Herman berkembang pesat. The Timor Rhythm Brothers ganti nama Tielman Brothers. Seperti kecenderungan banyak band keluarga di tahun 1950an, di belakang nama mereka diembeli kata Brother atau Bros.

Mereka tak hanya tampil dari panggung ke panggung, tapi juga di televisi Belanda. Mengutip ulasan George Lipsitz dalam American Studies in a Moment Danger (2001), Tielman Brothers bermain atraktif dan “liar” dalam sebuah festival di Brusel. Kendati hanya diberikan waktu bermain lima menit namun Tielman Brothers bermain hampir setengah jam dan penonton tidak keberatan.

Band ini sudah dikenal secara luas di Eropa ketika para personel The Beatles masih mengamen di Jerman. Permainan mereka sudah ditayangkan di televisi. Dalam kesaksiannya Lipsitz menulis, personil the Beatles, George Harison, menjuluki Andy sebagai Andy: The Indo Man. Bentuk gitar bass yang dimainkan Ponthon, konon mempengaruhi bentuk gitar bass yang biasa digunakan oleh Paul McCartney di The Beatles.

Memang, the Tielman Brothers kurang dikenal di Indonesia. Namun kiprah musiknya di Eropa sempat menjadi perbincangan kolumnis music. Banyak lagu-lagunya yang populer di Belanda. Bahkan satu diantara lagunya yang berjudul “Rock Little Baby of Mine” diakui pemerintah Kerajaan Belanda sebagai lagu rock & roll pertama di Negeri Belanda.

Talenta diaspora Indonesia di berbagai belahan dunia memang tidak kalah hebat dengan bangsa-bangsa lainnya. Sayang sekali kalau kita tidak banggsa menjadi bagian dari bangsa yang sejak nenek moyang hidup di kepulauan nusantara []

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here