Ini Asal-Usul Tradisi Boxing Day di Inggris Raya

0
260
Fans klub sepakbola Inggris berbondong-bondong mendatangi stadion dengan kostum Santa Claus di tanggal 26 Desember yang lebih dikenal dengan sebutan Boxing Day FOTO ISTIMEWA

Nusantara.news, Jakarta – Suasana Natal bukannya libur, klub-klub di Inggris justru bertanding sehari setelah Natal. Karena itu memang tradisi di Inggris yang telah berjalan sejak Abad pertengahan. Tradisi itu acap kali membuat pemain sepakbola non-Inggris di liga primer mengeluh, bahkan beberapa di antaranya tidak betah.

Disebut Boxing Day, sebab sehari setelah Natal, atau tepatnya tanggal 26 Desember, biasanya setiap pekerja di Inggris diberi hadiah oleh bosnya berupa kotak (Box) natal. Pemberian hadiah itu sebagai kompensasi setelah sehari penuh di hari Natal mereka tidak libur. Melainkan diharuskan melayani majikan yang sibuk menerima tamu di hari Natal.

Karena itu pula hari ketika pekerja diberikan kotak hadiah disebut Boxing Day. Di hari itu biasanya kaum pekerja di Inggris bersuka cita. Selain belanja mereka juga mendatangi tempat-tempat hiburan, termasuk stadion sepakbola yang juga menggelar pertandingan di hari itu.

Di Liga Premier Inggris seluruh klub bertanding. Artinya ada 10 pertandingan yang berlangsung dalam waktu bersamaan. Agar penggemar sepakbola tidak terlalu jauh mendukung klub idolanya, klub-klub yang bertanding sudah di atur jaraknya berdekatan. Maka benyak pertandingan derby, atau antar klub satu kota di hari itu.

Tapi tahun ini tidak banyak pertandingan derby. Manchester City yang satu kota dengan Manchester United akan melawat ke Newcastle United. Tottenham Hotspur yang satu kota dengan Arsenal justru melawat ke Southampton. Liverpool yang satu kota dengan klub Everton justru bertanding melawan Swansea City yang asal Wales.

Tradisi Boxing Day, selain ada di Inggris juga ada di negara-negara persemakmuran lainnya, khususnya bekas wilayah koloni Inggris yang penduduknya mayoritas beragama Kristen, seperti Canada, Afrika Selatan, Australia, Hongkong dan Selandia Baru.

Di Afrika Selatan, Boxing Day pada 1994 diubah menjadi Goodwill Day. Di Irlandia yang penduduknya mayoritas Katolik dikenal dengan nama Santo Stefanus Day. Di banyak negara Eropa, seperti Jerman, Polandia, Skandinavia dan Belanda, tanggal 26 Desember diperingati sebagai Hari Natal Kedua.

Asal-Usul

Tak ada rujukan yang paling pas untuk peristilahan Boxing Day. Di Eropa, tradisi memberikan uang atau hadiah kepada seseorang yang kedudukannya lebih rendah sudah ada sejak abad pertengahan. Dalam hal ini, diyakini adanya kotak (Box) untuk mengumpulkan sumbangan yang dibagikan kepada orang miskin.

Majikan memberikan hadiah kepada para pekerjanya setelah mereka bekerja satu tahun padanya

Di era sebelum Kristen, di Roma, Saturnalia adalah perayaan Romawi tatkala pemilik budak “bertukar nasib” dengan budak-budaknya. Pemberian hadiah merupakan bagian dari Saturnalia, selanjutnya tradisi itu berkembang ke Inggris.

Ada juga rujukan menyebutkan, Boxing Day berasal dari kebiasaan di awal era kristen Romawi, di mana kotak logam ditempatkan di luar gereja yang digunakan untuk mengumpulkan persembahan khusus terkait Pesta St Stephen 26 Desember.

Di Inggris, Boxing Day adalah kostum para majikan untuk mengumpulkan “kotak Natal” berisi uang atau hadiah yang diberikan kepada pekerja di hari kerja pertama setelah Natal, sekaligus sebagai wujud penghargaan atau pengabdian pekerjanya selama satu tahun.

Dalam catatan harian Samuel Pepys tanggal 19 Desember 1663 tertulis, karena hari Natal harus melayani keperluan majikan, maka sehari setelah itu para pekerja diijinkan berlibur mengunjungi keluarga mereka. Di hari itulah para majikan memberikan kotak berisi uang atau makanan sisa.

Belanja dan Hiburan

Namun dalam beberapa dasa-warsa terakhir, Boxing Day di Inggris lebih diwarnai kegiatan belanja dan mendatangi tempat-tempat hiburan, termasuk stadion sepakbola. Di hari itu, apapun Mal diserbu pembeli, mirip Black Friday (sehari setelah Thanksgiving ) di AS. Maklum saja, di hari itu biasanya toko-toko menawarkan diskon gila-gilaan.

Sejumlah warga Inggris mendatangi supermarket yang menawarkan diskon gila-gilaan di hari itu

Di hari Boxing Day itu pula, Asosiasi klub-klub sepakbola profesional di Inggris (FA) juga tidak kalah sigap dengan menggelar pertandingan di hari yang sangat ditunggu-tunggu warga Inggris itu. Maka, siapa pun pesepakbola dunia yang berkiprah di Liga Inggris harus siap bertanding di hari itu. Mereka tidak boleh mudik di hari Natal.

Karena itu pula, pesepakbola legendaris asal Perancis, Michael Platini yang sempat menjadi Presiden Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) selama karirnya menjadi pemain maupun pelatih sepakbola, enggan berkiprah di Inggris. Kepindahan Christiano Ronaldo dari Manchester United ke Real Madrid tidak terkepas dari keluhan ini.

Boxing Day bagi masyarakat Inggris adalah hari libur yang sangat istimewa. Mereka manfaatkan hari libur dengan kegiatan yang mereka suka. Sepakbola adalah kesukaan utama warga Inggris. Maka setiap klub di Inggris harus bermain di hari Boxing Day. Kalau tidak menggelar pertandingan klubnya bisa diprotes orang se-Inggris Raya.

Bukan hanya Liga Primer yang diwajibkan menggelar pertandingan. Melainkan juga Liga One hingga Liga Two juga harus menggelar pertandingan. Pertandingan pertama di hari Boxing Day tercatat pada 26 Desember 1860 yang menampilkan Sheffield Vs Hallam.

Namun tidak semua pelatih dan pemain non-Inggris mengeluh dengan Boxing Day. Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino yang asal Argentina justru menikmati pertandingan sehari setelah natal. Sebab pertandingan itu biasanya disaksikan satu anggota keluarga yang berkumpul bersama dalam suasana natal.

“Saya kira ini waktu yang baik untuk para fans yang datang bersama-sama ke stadion dan datang dalam satu keluarga. Kami harus memberikan tontonan yang terbaik tentunya,” ujar Pochettino yang namanya mulai melegenda di Tottenham Hotspur.

Benar kata pepatah, lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya. Begitu pula dengan tradisi budaya manusia yang mestinya membuat kita saling menghargai satu dengan yang lain. Selamat Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2018 bagi saudaraku kaum Kristiani di mana pun berada.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here