Ini Calon-Calon Penantang Trump pada Pilpres 2020

0
201
Para kandidat Capres Demokrat Joe Biden, Bernie Saunders, Elizabeth Warren dan Eric Holder

Nusantara.news, Washington – Apabila Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J Trump tidak “turun” di tengah jalan, kandidat calon Presiden dari Partai Demokrat diperkirakan akan menjadi pilihan favorit rakyat AS pada Pemilu Presiden 2020. Demikian laporan NBC News berjudul “Favor bank : Potential presidential candidates are collecting IOUs for 2020” untuk edisi awal pekan, Ahad Pahing (22/4) kemarin.

Favor Bank dalam definisi dictionary.reverso.net adalah suatu bantuan yang dilakukan karena niat baik, kedermawanan, atau belas kasihan. Sedangkkan IOU adalah kependekan dari “I Owe You” – saya berhutang padamu.

Secara lengkap judul di atas dapat diartikan para kandidat calon Presiden – khususnya dari Partai Demokrat yang bukan calon petahana – berlomba-lomba memberikan bantuan kepada kandidat Senat, DPR atau Gubernur untuk mengumpulkan “hutang budi” pejabar-pejabat terpilih yang dibantu pemenangannya.

Jejak Obama

Bantuan tidak selalu berupa “uang”. Sebagai contoh terbaik adalah Barrack Obama. Saat mengikuti konvensi calon presiden (Capres) dari Partai Demokrat dan berhasil mengalahkan Hillary Clinton, Obama dibantu oleh para sahabatnya yang merasa berhutang budi setelah Obama membantu kemenangan kandidat-kandidat Demokrat di seluruh negeri. Padahal Obama bukan termasuk Senator yang hidup mapan.

Kampanye Barrack Obama

Gairah sebagaimana yang dilakukan Obama pada tahun 2006 kini kembali menjangkiti para kandidat Capres dari Partai Demokrat. Pemilu Presiden memang masih dua tahun lagi, namun pada November 2018 dilangsungkan pemilihan federal yang memilih 100 senator dari 50 negara bagian – masing-masing negara bagian mengirimkan 2 senator – dan 435 anggota DPR. Masa jabatan senator di AS adalah 6 tahun, sedangkan DPR hanya 2 tahun.

Tahun 2020 diperkirakan kandidat Capres dari Partai Demokrat akan memenangkan Pilpres. Maka sejumlah kandidat potensial mulai menempa diri dengan cara membantu kandidat calon senat dan DPR – sejak proses pencalonan, selain juga membantu para petahana yang masih ingin memperpanjang jabatannya.  Langkah ini pernah dilakukan Obama pada tahun 2006.

“Senator Obama adalah satu di antara kandidat Capres yang kurang mapan,” kenang Bill Burton, mantan anggota Komite Kampanye Kongres Demokratis pada 2006 yang selanjutnya bergabung dalam Tim Kampanye Obama. “Bagian dari apa yang membuatnya berhasil adalah fakta bahwa dia mendatangi sejumlah distrik dan negara-negara bagian di seluruh negeri pada tahun 2006.”

“Tindakan Obama itu sungguh tidak ternilai bagi Demokrat,” lanjut Burton, “dan merupakan langkah awal yang cukup kuat sehingga dia dapat melakukan kampanye kepresidenan di seluruh negeri dan menang.”

Obama berperan penting saat Demokrat memenangkan kursi DPR ketika itu. Dan Obama pun mendapatkan dukungan sejumlah Senator – sebut saja dari Senator Claire McCaskill – dan sejumlah anggota DPR sejak konvensi yang mengalahkan Hillary Clinton hingga pencalonannya yang mengalahkan senator John McCain dari Partai Repubik.

Jejak Obama yang sebenarnya pernah dilakukan Capres AS sebelumnya kini juga diikuti oleh kandidat-kandidat Capres dari Partai Demokrat dengan berlomba-lomba membantu pemenangan calon dari Demokrat dalam pemilu paruh waktu 2018 ini.

Joe Biden Favorit

Pilpres 2020 akan menjadi kesempatan bagus bagi mantan wakil presiden era Obama – Joe Biden – mencalon dirinya. Dengan mencitrakan diri sebagai “Everywhere Man” seorang kader Partai Demokrat yang langka yang dengan nyaman berkampanye bahkan di negara bagian paling konservatif negara – sarang Grand Old Party (GOP) alias Partai Republik.

Joe Biden

Biden mulai membangun pengaruh ketika menemui kandidat yang sukses seperti Doug Jones dalam pemilihan Senat Alabama dan Conor Lamb yang mengincar kursi DPR dari sebuah distrik di Pennsylvania. Saat para calon anggota Kongres ditanya siapa yang mereka inginkan untuk terlibat dalam kampanye pemenangannya, nama Joe Biden yang paling banyak disebut.

“Saya akan menghabiskan sepanjang waktu, salah satu dari Anda ingin saya memastikan kami memenangkan kembali kursi DPR,” kata Biden saat berpidato di hadapan anggota DPR dari Demokrat di sebuah acara bulan Februari setelah anggota parlemen berteriak,” Lari, Joe, Lari.” – maksudnya Joe harus segera mengejar pencapresannya.

Joe Biden sendiri belum lama ini mengatakan kepada Pendeta Al Sharpton sebagaimana ditayangkan televisi kabel AS MSNBC, bahwa dia tidak mengesampingkan Pilpres 2020.

Bernie Sanders

Pesaing Biden dalam konvensi Capres dari Demokrat kemungkinan besar adalah Senator Bernie Sanders yang dikalahkan oleh Hillary Clinton pada konvensi Capres 2016. Kini Sanders tampak bekerja lebih keras dari sebelumnya – baik untuk para “binaan” di Partai Demokrat yang dia harapkan banyak memenangkan kursi Kongres – dan mungkin membuat lebih banyak lagi “utang budi” ketika dia memutuskan untuk running pada Pilpres 2020.

Pada dasarnya Sanders tidak berhenti berpolitik setelah dikalahkan Hillary Clinton. Dia masih rajin melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan partai – antara lain dia mengambil bagian dalam “Unity Tour” Komite Nasional Demokrat pada tahun 2007  untuk mempertahankan Obama Care dan menolak gagasan pemotongan pajak lewat RUU Reformasi Pajak yang diajukan GOP. Sekarang dia konsentrasi memenangkan kandidatnya untuk maju sebagai calon anggota Kongres pada pemilu paruh waktu.

Sanders telah mengunjung 30 (dari 50) negara bagian – termasuk Iowa, New Hampshire dan Nevada, atau tiga dari empat negara yang melakukan konvensi sejak awal – sejak pemilihan Trump. Dalam kelompok pendukungnya yang bergabung dalam “Revolusi Kita” mendukung lebih banyak lagi calon yang terlibat dalam proses pencalonan anggota Kongres.

Dagang Sapi ala AS

Di AS politik adalah sejenis perdagangan yang dapat dipegang – dan politisi cenderung memiliki ingatan panjang tentang siapa yang mendukung mereka atau memberi sumbangan dan siapa yang tidak.

“Anda selalu ingat sebagai kandidat, terutama (yang mendukung penuh) di saat pencalonan,” ungkap Jason Altmire, mantan anggota Kongres Demokrat dari Pennsylvania membeberkan pengalamannya kepada NBC News. “Siapa yang datang untukmu? Siapa yang membantu? Aku selalu merasa berhutang pada mereka.”

Altmire belajar langsung bagaimana cara kerjanya ketika Bill Clinton mengharapkan dia untuk mendukung istrinya – Hillary – pada Konvensi Capres Demokrat pada tahun 2008. “Ketika saya (katakana) tidak,” kenang Altmire, “mereka mengingatnya selama bertahun-tahun.”

Elizabeth Warren

Kandidat Capres pesaing Joe Biden lainnya adalah Senator Elizabeth Warren asal Massachusetts. Padahal tahun 2016 dia menghindari pembicaraan tentang ambisinya ikut Konvensi Capres. Tapi tahun ini, bahkan ketika dia sedang mempersiapkan diri memperpanjang jabatannya, Warren telah mengambil langkah-langkah yang dapat membuahkan hasil jika dia memutuskan diri ikut running dalam Konvensi Capres – seperti yang diharapkan banyak orang.

Warren telah memberikan bantuan US$ 5000 kepada Komite Demokrat di 50 negara bagian dan membuat kontribusi maksimum – yang diizinkan oleh Undang-Undang – untuk setiap rekan senatnya yang ingin terpilih kembali, ditambah lagi ke Komite Kampanye Kongres Demokrat dan Komite Kampanye Senator Demokrat.

“Ketika kita mengubah Ohio pada 2018, itu adalah langkah pertama untuk mengubah Amerika pada 2020,” papar Richard Cordray – seorang Demokrat yang mencalonkan diri sebagai gubernur pada bulan depan di Ohio – sebuah negara kunci dalam pemilihan presiden – saat rapat umum yang menghadirkan Senator Warren di sisinya. Cordray adalah mantan direktur Biro Perlindungan Keuangan Konsumen yang ikut memperjuangkan Warren.

Terry McAuliffe

Selain dari Senator, calon penantang Joe Biden lainnya datang dari mantan Gubernur. Sebut saja mantan Gubernur Virginia Terry McAuliffe yang mengakhiri jabatannya pada November lalu. Sejak itu McAuliffe membantu para kandidat Demokrat lainnya, terutama mereka yang mencalonkan diri sebagai gubernur – dengan rencana untuk mengatasi persoalan partai di Louisiana dan Maryland.

Peluang capres dari Demokrat lainnya adalah Senator Cory Booker dari New Jersey yang terakhr kali sibuk bepergian ke New Mexico, Montana, Indiana, Ohio dan Florida untuk membantu Demokrat. Booker juga terlibat aktif dalam pemilihan pendahuluan Demokrat untuk mendukung kandidat gubernur berkulit hitam di Maryland dan Georgia – saat mendukung kampanye rekannya di senat yang ingin terpilih kembali di negara-negara penentu Pilpres – termasuk Ohio, Florida dan Wisconsin.

Kandidat Perempuan

Sedangkan di kota New York, Senator Kirsten Gillibrand terus berjuang meningkatkan kandidat perempuan yang beberapa di antaranya sekarang duduk di Kongres. Dia membantu meningkatkan atau mendistribusikan US$ 6,5 juta untuk kandidat perempuan sejak tahun 2011, dan sibuk merekrut dan mementori kandidat tahun ini, termasuk di pemilihan pendahuluan Texas dan Illinois baru-baru ini – di mana dukungan Gillibrand membantu menempatkan satu kontes besar di peta AS.

Nevada adalah peluang penjemputan terbaik di Senat dan kebetulan gubernur yang sedang berkuasa dari democrat dan kebetulan pula Nevada termasuk 4 negara awal setelah Iowa dan New Hampshire dalam jadwal konvensi calon presiden.

Tidak ketinggalan pula, Gubernur Washington Jay Inslee – ketua baru dari Asosiasi Gubernur asal Partai Demokrat – ada di Nevada pada pekan lalu, sebelum berangkat menuju Los Angeles untuk tampil dalam acara realty show “Real Time with Bill Maher” pada hari Jumat lalu.

Kamala Harris

Senator Kamala Harris asal California juga datang ke Nevada – dengan bercanda dia mengatakan, sebagai pendukung dia tidak akan bicara tentang 2020. Harris juga mengatakan dia fokus mengatasi kebutuhan mendesak saat ditanya rencananya di masa depan, dan melakukan perjalanan atas nama rekan Senat untuk kembali terpilih di tahun ini – telah mengumpulkan US$ 3 juta sumbangan, termasuk saat penggalangan dana lewat “Gala Dinner” yang tiketnya terjual habis di Detroit bulan ini.

Di luar penawaran dukungan dan membagikan kontribusi untuk memenangkan teman-teman yang mungkin berguna dalam konvensi, kandidat capres potensial sadar betul bahwa pemilu paruh waktu sangat penting untuk membangun koneksi dengan aktivis Demokrat lokal, jelas Jesse Ferguson, seorang ahli strategi dari Partai Demokrat.

“Orang-orang yang menjajaki kampanye kepresidenan yang berkampanye untuk calon dalam pemilu paruh waktu akan mendapatkan dukungan berharga dari para pendukung kandidat baik lewat panggung-panggung kampanye atau media sosial,” ucap Ferguson yang turut terlibat pada kampanye Hillary Clinton tahun 2016.

“Dukungan dari para pendukung kandidat sangat berharga, mungkin lebih berharga ketimbang kesetian yang diperoleh dari kandidat yang didukungnya,” tandas Ferguson.

Walikota LA pun Berminat

Menjelang pemilu paruh waktu ini – selain Senator Harris – Walikota Los Angeles Eric Garcetti juga telah mengunjungi Iowa, News Hampshire, dan South Carolina – semua termasuk negara bagian yang penting untuk kandidat Gedung Putih siapa pun dari Partai Demokrat.

Eric Garcetti

Ketika Harris mengatakan dia masih fokus memenangkan pemilihan paruh waktu Partai TruDemokrat – bahkan menyebut PAC – kelompok penyandang dana – baru untuk menopang pendanaannya, Garcetti0 bulan depan menjadi tuan rumah penggalangan dana untuk Partai Demokrat South Carolina di Los Angeles.

Agar mendapatkan perhatian penuh untuk Pilpres 2020, Garcetti mesti mencitrakan diri sebagai tokoh nasional – seperti yang dilakukan Jason Kander – mantan menteri luar negeri negara bagian Missouri – yang telah meraih apresiasi atas karyanya membentuk kelompok-kelompok hak suara yang dia dirikan.

Dengan banyaknya kelompok-kelompok hak suara yang dibentuknya Kander memiliki banyak kaki. Mantan kapten Angkatan Darat berusia 36 tahun itu telah mengunjungi 39 negara bagian – termasuk 10 kali perjalanan ke New Hampshire dan 13 kali perjalanan ke Iowa – selama Trump menjadi presiden. Dia juga telah mengikuti – beberapa di antara memimpin – event yang diselenggarakan Partai Demokrat dan mengoleksi 238 tiket penerbangan atas Namanya.

Namun Kander memiliki pesaing ketat dari mantan Jaksa Agung AS Eric Holder yang akan mengguyurkan dana puluhan juta dolar melalui kelompok redistricting unggulan Demokrat yang dia jalankan. Pembawa acara MSNBC Chis Hayes pekan lalu mengatakan bahwa Holder “berpikir” tentang pencalonannya pada tahun 2020 dan segera berencana melakukan perjalanan ke Arizona, Minnesota, Georgia dan New Hampshire.

Altmire – mantan anggota Kongres – mengingatkan kepada para kandidat Senat dan Kongres yang berurusan dengan calon presiden potensial : Ketahuilah (bantuan) itu mengikat. “Jika anda menerima bantuan mereka, mereka akan mengharapkan balasan nantinya. Dan memang, begitulah cara kerjanya,” terang Altmire. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here