Ini Contoh Kreatif Pemanfaatkan Dana Desa

0
329
Desa Wisata Embung Boon Pring.

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Inisiatif masyarakat desa dalam mengembangkan desa wisata Embung Boon Pring, di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, diapresisasi oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo.

Inisiatif masyarakat desa tersebut merupakan salah satu langkah dan upaya dalam peningkatan pembangunan dan kemandirian desa, dengan memaksimalkan anggaran Dana Desa (DD)

Eko Putro Sandjojo, berharap bahwa langkah apabila diseriusi dan didorong dengan pemerintah dan elemen setempat kedepannya, akan memiliki sejumlah manfaat lain bagi masyarakat desa yang terletak di kaki Gunung Semeru itu.

“Langkah ini tentunya dapat meningkatkan produksi pertanian kita. Belum lagi peningkatan kegiatan perikanan dan aktivitas ekonomi lainnya itu akan menjadi daya ungkit ekonomi desa,” pungkasnya

Sementara itu, Kepala Desa Sanankerto, Subur mengungkapkan bahwa desa yang terkonsep dengan ekowisata itu dinamakan Embung Boon Pring dikarenakan banyak tumbuh rimbunan pohon bambu.

“Awalnya kebun tersebut hanya wilayah yang ditumbuhi banyak bambu, yang kemudian diadakan kegiatan konservasi masyarakat sekitar. Sehingga pada tahun 1978 dibangun embung. Masyarakat yang lebih mengenalnya dengan Boon Pring,” ungkap Subur, ketika ditemui Nusantara.news (22/4/2017)

Dengan memanfaatkan Dana Desa (DD), yang kemudian oleh masyarakat desa setempat digunakan untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kertoharjo dan ekowisata Boon Pring. “Langkah tersebut menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2016 lalu yang mencapai Rp 130 juta pertahun, yang kemudian BUMDes ini akan dikembangkan dengan mengambil sekian persen dari DD sebagai modal perawatan dan pengelolaan,” ungkapnya.

Anggaran dari DD pada tahun 2016 lalu digunakan untuk perawatan, pengelolaan dan membangun infrastruktur berupa tembok penahan jalan dan pemberdayaan masyarakat. Berbeda dengan tahun ini pihak masyarakat desa akan menggunaka anggaran DD 2017 untuk pengembangan fasilitas dan infrastruktur wisata, yakni kolam renang, flying fox, dan perahu.

Bermula pada tahun 2014 lalu, Inisiatif konservasi masyarakat sekitar tersebut dalam rangka mengembangkan desa dengan konsep ekowisata itu, ditambah dengan keberadaan telaga yang luas dan kedalaman hingga tiga meter, masyarakat memanfaatkannya dengan sektor perikanan dan wisata perahu.

Untuk retribusi tiket masuk kawasan wisata ini, setiap pengunjung dikenai penarikan restribusi sebesar Rp 5 ribu untuk operasional serta perawatannya, suasanan teduh dan sejuk dapat kita rasakan ketika masuk pada kawasan wisata Embung Boon Pring.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here