Ini Dia Festival Cacing Laut yang Berkisah Wafatnya Putri Raja

0
352
Festival Cacing Laut, di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Nusantara.news – Ribuan orang datang ke Pantai Seger di Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk menangkap cacing laut – yang dianggap simbol kesejahteraan.

Festival Bau Nyale yang berarti “menangkap cacing laut” dalam bahasa tradisional Sasak, berlangsung tiap tahun pada bulan Februari. Kerumunan orang mulai berdatangan di sepanjang pesisir di Lombok tengah sebelum fajar. Dilengkapi dengan peralatan tradisional, mereka mencari cacing laut yang ‘datang’ di pinggir pantai.

Banyak orang lokal yang percaya bahwa cacing laut adalah reinkarnasi seorang putri raja yang bunuh diri di laut. Legenda mengatakan bahwa Putri Mandalika sangat cantik sehingga banyak pangeran dari berbagai daerah ingin menikahinya.

Raja lalu meminta mereka bertarung untuk mendapatkan sang putri. “Supaya tidak menjadi bagian dari pertumpahan darah, dia memutuskan untuk lari ke laut dan bunuh diri,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Fauzal.

Ritual ini telah dilakukan berabad-abad lalu, tetapi baru menjadi acara pariwisata yang terorganisir selama 15 tahun terakhir. “Festival ini menarik puluhan ribu pengunjung tiap tahun,” Fauzan kepada BBC.

Setelah menangkap cacing, orang lokal akan memasak dan memakannya. Mereka percaya cacing laut adalah simbol kesejahteraan dan kesuburan.

Cacing ini punya berbagai warna – ada hijau, kekuningan, dan cokelat – serta terlihat berkilau di bawah cahaya.

Komunitas adat Sasak merayakan festival ini tiap bulan Februari menurut kalender tradisional mereka. Sebelum acara puncak, mereka mengadakan berbagai acara pembuka seperti arak-arakan dan kompetisi tradisional.

“Kegiatan ini menjadi pesta kami orang sini, setiap tahun dirayakan untuk Putri Mandalika, kami senang banyak warga yang datang ke sini, menangkap nyale,” kata warga lokal Inaq Senah.[]

Sumber : BBC
Foto : Rahmat Andi

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here