Ini Dia Kecanggihan Kapal Perang yang Dikorupsi Direksi PT PAL

0
365

Nusantara.news, Jakarta – Kapal Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac produksi PT PAL Indonesia yang dimiliki Hukbong Pandagat ng Pilipinas (Angkatan Laut Filipina) adalah kapal perang canggih di kelasnya.

SSV merupakan jenis kapal pengembangan dari ‎jenis Loading Platform Dock (LPD).  SSV adalah hasil modifikasi dari LPD-125 buatan Busan, Korea Selatan. Kemampuannya serupa dengan LPD. Tapi  ukuran SSV  sedikit lebih kecil dan lebih ringan.

LPD atau adakalanya disebut Amphibious Transport Dock (ATD) adalah sebuah kapal perang amfibi yang membawa dan mendaratkan kekuatan darat untuk perang gerak cepat. LPD atau ATD ini  biasanya dirancang untuk membawa pasukan ke daerah pertempuran lewat laut. Kelebihan lain, LPD juga dapat mengangkut armada angkatan udara dalam jumlah terbatas, terutama helikopter tempur.

BRP Tarlac ini bisa membawa tiga unit helikopter. Selain itu juga bisa memuat empat tank, empat truk, dan dua kendaraan tempur ringan. Persenjataan utama di depan kapal ini adalah senapan 76 mm. SSV ini juga dipersenjatai dua senapan 25 mm menghadap buritan. Selain itu, kapal ini juga mampu memuat dua landing craft utility (LCU) atau landing craft vehicle personnel (LCVP) serta dua perahu karet. Di dek dapat juga memuat dua helikopter medium, termasuk satu heli di hangar. Kapal berkecepatan maksimal 16 knots perjam ini mampu mengangkut 121 kru dan 500 marinir. Dia juga memiliki ketahanan berlayar selama 30 hari di laut lepas.

Kapal ini juga mampu merapat ke perairan dangkal, sehingga sangat menguntungkan untuk dioperasikan di negara kepulauan. Selain itu, dapat pula digunakan untuk keperluan nonmiliter, seperti rumah sakit terapung atau perbantuan SAR.

BRP Tarlac adalah kapal perang terbesar yang dimiliki Hukbong Pandagat ng Pilipinas saat ini. Kapal ini resmi menjadi bagian dari armada Angkatan Laut Filipina sejak 1 Juni 2016. Satu lagi pesanan Angkatan Laut Filipina yang masih tersisa di PT PAL untuk finishing akan diluncurkan pertengahan tahun ini, diperkirakan sekitar bulan Mei 2017.

TNI-AL sendiri juga sudah mengoperasikan kapal serupa buatan PT PAL Indonesia ini, yakni  KRI Surabaya (Makassar Class). Kemampuannya kurang lebih sama. Tetapi, dari segi penampilan fisik, disain BRP Tarlac terlihat lebih halus, sementara KRI Surabaya agak  kaku dan sangar.

SSV merupakan hasil karya anak-anak bangsa di PT PAL Indonesia. Rancang bangunnya sepenuhnya dibuat oleh BUMN tersebut. Kandungan lokalnya memang tidak terlalu banyak, hanya sekitar 30 persen. Tetapi, itu karena tidak ada pemasok dalam negeri yang sanggup menyediakannya. “Komponen yang impor itu seperti main engine dan peralatan navigasi karena industri Indonesia belum punya,” ujar Direktur Utama PT PAL Indonesia, M. Firmansyah Arifin, yang sekarang justru ditangkap KPK gara-gara-gara menerima fee dari agen pemasar kapal tersebut ke Filipina.

Tak hanya Filipina yang puas dengan performa BRP Tarlac. Malaysia juga jatuh hati pada kecanggihan kapal ini. Negeri jiran itu telah memesan kapal SSV pada PT PAL Indonesia sebanyak tiga unit. Kontrak pembelian sudah ditandatangani oleh Boustead Naval Shipyard Sdn. Bhd Malaysia.

Tetapi kendati dari jenis yang sama, Malaysia meminta desain yang agak berbeda. Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM, atau Angkatan Laut Malaysia) meminta Landing Platform Dock yang lebih luas dari BRP Tarlac yang hanya 125 meter. Tentu saja dengan harga yang lebih mahal dari pesanan Filipina.

Selain Malaysia, Thailand, Vietnam dan Uni Emirat Arab juga sudah menjajaki untuk memesan kapal buatan Surabaya ini.

Mudah-mudahan, dalam pesanan-pesanan yang sangat membanggakan Indonesia tersebut, tidak lagi dinodai oleh praktek korupsi.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here