Ini Dia Sindikat Yahudi yang Mendikte Amerika (1)

0
516
Presiden Donald Trump, satu-satunya presiden Amerika Serikat yang berkunjung ke tembok ratapan Yahudi di Yerussalem, dalam kunjungannya ke Israel 22 Mei lalu.

Nusantara.news, Jakarta – Inilah ironi Amerika Serikat. Negara yang dianggap terkuat di dunia itu, ternyata sangat tidak berdaya di bawah tekanan jaringan yahudi. Sikap politik luar negeri AS yang selalu mementingkan Israel, dan tak menghiraukan citra negerinya sendiri di mata dunia, adalah akibat dari tekanan itu.

Pengaruh lobi Yahudi sangat kuat di AS. Mereka menentukan ekonomi dan politik negara itu, dan menentukan Amerika berarti menentukan dunia.

Beranikah pemerintah Amerika melawan hegemoni itu? Itulah yang mustahil.

Presiden AS Lyndon B Johnson pernah ditanya oleh PM Uni Soviet Alexei Nikolayevich Kosygin, ketika mereka bertemu di Gedung Putih tahun 1967. “Mengapa Amerika begitu membela Israel yang penduduknya cuma tiga juta dan menyerang negara-negara Arab yang berpenduduk 85 juta?” tanya Kosygin. “Sebab, Israel itu benar!” tegas Johnson.

Lihat juga, satu contoh kecil, menjelang pemilu presiden tahun 1990-an. Popularitas Presiden Bill Clinton sedang terpuruk karena terbongkar skandal seksnya dengan gadis Yahudi bernama Monica Samille Lewinsky. Clinton diserang dari segala penjuru. Clinton kemudian mengeluarkan jurus pamungkasnya dengan menyatakan, “keamanan Israel adalah bagian dari keamanan Amerika Serikat”. Hasilnya, serangan terhadap Clinton mereda, dan kemudian terpilih kembali menjadi penguasa di Gedung Putih.

Singkatnya, tidak ada satu pun politisi Amerika bisa berkutik melawan Yahudi. Isu kepentingan Israel memang perkara menentukan dalam politik domestik AS. Sedang dalam politik luar negeri, Israel adalah Amerika, atau lebih tepatnya Amerika Serikat adalah Israel. Jaringan yahudilah yang memerah-birukan Amerika.

Saat ini ada 51 organisasi Yahudi di Amerika Serikat yang tergabung dalam Major American Jewish Organizations. Organisasi ini didirikan tahun 1956 atas dorongan Dwight David Eisenhower (Presiden AS 1953–1961) agar semua organisasi yahudi di Amerika bisa saling memperkuat.

Pemimpin pertamanya adalah Yehuda Hellman, seorang yahudi kelahiran Riga, Latvia. Hellman, yang pernah jadi wartawan Jerussalem Post dan kemudian memimpin Jewish Telegraphic Agency & Overseas News Agency, adalah tokoh yahudi internasional. Dia pernah menjadi sekjen World Council of Jewish Organizations.

Malcolm Hoenlein, Presiden Major American Jewish Organizations, induk organisasi yahudi Amerika Serikat.

Presiden Major American Jewish Organizations saat ini adalah Malcolm Hoenlein. Dia menggantikan Hellman yang meninggal tahun 1986. Hoenlein, peraih gelar Ph.D dari Universitas Pennsylvania, adalah salah satu tokoh yahudi paling berpengaruh di AS saat ini.  Dia  menentukan hampir semua kebijakan Gedung Putih.

Perkumpulan yahudi di bawah Major American Jewish Organizations ini bergerak di segala bidang, mulai dari kajian strategis di bidang politik, militer, ekonomi, agama, perburuhan, wanita, pendidikan, sosial, dan sebagainya, termasuk juga pengumpulan dana untuk membantu kebutuhan pembangunan di Israel. Semuanya berpengaruh besar di bidangnya masing-masing.

Orang yahudi mulai berdatangan ke AS sejak awal tahun 1800-an. Mereka berimigrasi dari Eropa barat. Setelah makin banyak, mereka mulai mengorganisasikan diri. Organisasi yahudi pertama yang didirikan adalah B’nai B’rith pada 1843. Isu utama yang mereka kembangkan adalah toleransi, keberagaman dan HAM. Isu inilah yang satu setengah abad kemudian berhasil mereka jadikan “agama” dunia, dan kini menjadi senjata utama kelompok minoritas untuk berkuasa di tengah kelompok yang mayoritas.

Pada 1897 berdiri pula  Zionist Organization of America (ZOA). Orientasi gerakannya lebih tegas ke dunia politik untuk mempengaruhi pengambilan keputusan di AS. Salah satu pendirinya adalah Louis Dembitz Brandeis, seorang pengacara lulusan Harvard Law School. Brandeis lahir di Kentucky, tapi kedua orang tuanya adalah keturunan yahudi Ashkenazi dari Praha (Ceko) yang berimigrasi ke AS. Brandeis kemudian menjadi Hakim Agung di masa pemerintahan Presiden Woodrow Wilson.

Di situs resminya,  zoa.org, dinyatakan saat ini mereka punya  anggota lebih dari 25 ribu orang di seluruh Amerika. Tenaga-tenaga ahli ZOA bekerja setiap hari di Capitol Hill (kantor Kongres AS di Washington) untuk memperkuat hubungan AS-Israel melalui kegiatan pendidikan, program urusan publik, termasuk memberantas informasi dan persepsi anti-Israel di media massa, buku teks, dan di kampus.

Selain itu, lembaga lain yang juga berpengaruh di bidang studi strategis politik pertahanan dan luar negeri, adalah The Jewish Institute for National Security of America (JINSA). Organisasi dengan taglineSecuring America, Strengthening Israel” ini aktif mengedukasi para pengambil keputusan keamanan nasional, militer dan sipil mengenai kepentingan pertahanan dan strategis Amerika, terutama di Timur Tengah, yang merupakan kerjasama keamanan AS-Israel yang kuat. Menurut JINSA, postur keamanan militer dan nasional Amerika yang kuat adalah jaminan terbaik untuk perdamaian dan kelangsungan hidup nilai dan peradaban Yahudi.

Lembaga yang berkantor di 14th Street, Washington ini didirikan tahun 1976. Saat ini dipimpin oleh Michael Makovsky, seorang pakar Timur Tengah, peraih Ph.D dari Universitas Harvard di bidang sejarah diplomasi. Kebijakan AS di Timur Tengah sebagian besar merujuk pada rekomendasi yang dikeluarkan JINSA.

Juga ada organisasi yang bertugas di bidang pengumpulan dana, seperti The Jewish National Fund (JNF), atau Keren Kayemeth Le Israel dalam bahasa Ibrani. Organisasi ini didirikan tahun  1901.[]

(Berikutnya tentang pengumpulan dana Yahudi dan penguasaan sindikat yahudi dalam bikokrasi keuangan AS dan dunia)

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here