Ini Dia Versi Lain Pelaku Pembunuhan JF Kennedy

0
885
Lee Harvey Oswald sesaat sebelum melakukan jumpa pers setelah ditangkap polisi Dallas di Gedung Teater Texas. Dua hari berikutnya Oswald dibunuh oleh Jack Ruby yang menyisakan cerita konspirasi di balik pembunuhan Presiden John Fitzgerald Kennedy pada 22 November 1963 Foro Parededotcom

Nusantara.news, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengizinkan dibukanya file pembunuhan John Fitzgerald Kennedy (JFK) yang diduga dilakukan oleh Central Intelligent Agency (CIA).

Kendati ada indikasi kuat keterlibatan CIA, namun hingga kini bukti-bukti keterlibatan CIA secara kelembagaan masih sumir. Karena pelaku sebenarnya yang diduga membunuh JFK disebut-sebut sebagai pimpinan komunitas sayap kanan John Birch Society di Dallas, AS.

Sebagaimana diungkapkan sejumlah pemberitaan yang menjadi versi resmi peristiwa pembunuhan Presiden AS ke-35 JFK, dibunuh di Dallas, Texas, pada hari Jumat, 22 November 1963, pukul 12.30 waktu setempat. JFK tewas akibat ditembak saat berada di dalam mobil bersama istrinya Jacqueline Bouvier Kennedy. Tapi siapa pelaku penembakan ketika itu masih gelap.

Komisi Warren pun melakukan penyelidikan selama 10 bulan, antara akhir November 1963 hingga Juli 1964 dan investigasi pemerintahan lainnya menyimpulkan, pelaku pembunuhan adalah Lee Harvey Oswald yang ditangkap polisi saat peristiwa pembunuhan dan langsung dieksekusi oleh Jack Ruby yang diduga sebagai agen CIA pada 24 November 1963.

Siapa Lee Harvey Oswald? Wikipedia hanya menyebut dia kelahiran New Orleans, Louisiana, AS, 18 Oktober 1939. Ayahnya, Robert Edward Lee Oswald,  seorang Veteran Perang Dunia I yang meninggal dua bulan sebelum kelahirannya.

Petugas polisi Dallas yang diduga sebagai pembunuh sebenarnya JF Kennedy

Oswald disebut-sebut sebagai mantan Marinir yang dipecat secara hormat dan pernah membelot ke Uni Soviet tahun 1959 serta tinggal di kota Minsk, Belarusia, sebelum kembali ke AS dan tinggal di kota Dallas bersama istrinya Rusia Marina.

Oswald ditangkap setelah membunuh polisi J.D. Tippit sekitar 45 menit setelah JFK ditembak. Namun sayang, dua hari setelah itu Lee Oswald justru ditembak mati oleh Jack Ruby.

Komisi Warrant yang menyelidiki kematian JFK dan keterkaitannya dengan pembunuhan Oswald, pada 1964 menyimpulkan pembunuh JFK adalah Lee Harvey Oswald. Namun menjelang Pemilu 1966 tercatat 80 persen publik AS tidak percaya Lee Harvey Oswald sebagai pembunuh JFK.

Setelah dokumen pembunuhan JFK setebal 2800 halaman dibuka ke publik atas perintah Presiden Trump, terungkap kabar ada aktor lain yang terlibat dalam pembunuhan itu. Satu diantara yang tercatat pada dokumen adanya catatan dokumen yang mengidentifikasi petugas polisi Dallas, J.D. Tippit yang dibunuh Lee Harvey Oswald sebagai pelaku pembunuhan yang sebenarnya.

Mengutip catatan yang dikirim ke Biro Investigasi Federal (FBI/Federal Bureau Investigation), seorang informan diberitahu oleh H. Theodore Lee, yang tidak dijelaskan perannya,  bahwa Presiden itu benar-benar dibunuh polisi Dallas bernama Tippit.

Kala itu J.D Tippit sedang berada di mobil patroli saat dia menghentikan Oswald yang berjalan di Patton Avenue. Keduanya sudah tampak saling mengenal karena terlibat dalam pembicaraan yang terlihat akrab. Tak lama, Oswald keluar dari mobil dan menembak Tippit sebanyak 3 kali menggunakan pistol caliber 38, dan satu tembakan mematikan saat Tippit terbaring di trotoar.

Setelah itu Oswald beranjak menuju Gedung Teater di Texas. Dia tertangkap polisi karena berperilaku mencurigakan, antara lain menerobos masuk tanpa membeli tiket saat sirine polisi mendekat.

Informan itu juga menyebutkan, informasi itu juga didapat dari warga buangan asal Cuba yang membentuk organisasi Fair Play Committee for Cuba (FPCC). Sebagaimana diketahui, paska jatuhnya Cuba oleh Castro pada tahun baru 1959, pengungsi Cuba di AS menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah AS.

Catatan itu juga mengungkapkan, satu minggu sebelum pembunuhan Tippit, yang diduga sebagai ketua komunitas sayap kanan John Birch Society di Dallas, Tippit menjalin pertemuan segi tiga antara dirinya, Lee Harvey Oswald, dan Jack Ruby selaku pemilik klub malam yang digunakan sebagai tempat pertemuan.

Kalau cerita ini benar, berarti ada order rahasia dari seseorang yang belum terungkap namanya kepada Jack Ruby yang kemudian mengajak dua rekannya, satu petugas polisi bernama J.D. Tippit dan mantan mariner AS Lee Harvey Oswald untuk merancang pembunuhan terhadap JFK.

Peristiwa menjadi gelap saat Jack Ruby membunuh tersangka pembunuhan JFK dua hari setelah pembunuhan. Setelah itu, Jack Ruby sendiri ditemukan meninggal dunia akibat kanker paru-paru yang dideritanya pada 1967. Jack Ruby disimpulkan penyidik resmi bertindak atas namanya sendiri saat membunuh Lee Harvey Oswald.

Catatan itu dengan lugas juga menuding, Lee Oswald pernah bertemu Ruby di Bandara Florida. Keduanya adalah bagian dari sebuah kelompok yang menuju ke Cuba untuk ‘memotong tebu’ yang sudah pasti sebuah sandi intelejen. Kala itu mereka juga berdiskusi tentang ‘Big Bird’ yang diduga informan itu sebagai proyek pembunuhan JFK.

Tentang persetujuan pembukaan dokumen rahasia seputar pembunuhan JFK, diduga tidak terlepas dari peran seorang penasehat politik Trump, Roger Stone. Berdasarkan laporan Direktur FBI ketika itu, K Edgar Hoover, berdasarkan laporan intelejen bertajuk “TOP SECRET”, Uni Soviet ketika itu menuding keterlibat Wakil Presiden AS Lyndon B Johnson orang yang berada di balik pembunuhan itu.

Roger Stone sendiri sebelumnya pernah menulis buku “The Man Who Killed Kennedy, the Case Against LBJ. WANTED” yang menuding Lyndon sebagai aktor utama pembunuhan itu. Namun tudingan Stone belum ditemukan dalam 2800 halaman dokumen rahasia yang kini bisa diakses oleh publik AS.

Cerita di atas baru berasal dari 1 versi yang ditemukan dalam dokumen setebal 2800 halaman. Berdasarkan catatan itu, meskipun ada dugaan kuat CIA terlibat di balik peristiwa pembunuhan itu, namun hingga kini belum ada dokumen resmi yang mengungkap CIA secara kelembagaan.

Kalau pun kisah informan itu benar, peristiwa itu hanya bisa dimaknai persekongkolan sayap kanan atau lazim disebut Klan untuk membunuh Presiden JFK yang berasal dari Irlandia dan minoritas katholik di AS.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here