Ini Ikhtiar Para Bakal Calon Gubernur Jatim

0
83
"Khofifah bersilahturahim ke PW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jatim di Jalan Gayungsari, Surabaya" (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Ini bagian dari ikhtiar yang terus dilakukan oleh Khofifah Indar Parawansa, usai ditetapkan sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jawa Timur berpasangan dengan Emil Elistianto Dardak yang mendapat nomor urut satu. Bagai tak kenal lelah, sikap gesitnya tak berkurang seperti saat masih menjabat Menteri Sosial di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Di hari pertama masa kampanye, usai meresmikan ‘Rumah Aspirasi’ di Jalan Diponegoro Surabaya, Khofifah bertandang ke kantor Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jatim di Jalan Kerto Menanggal, Surabaya. Esok malamnya dilanjutkan bersilahturahim ke PW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jatim di Jalan Gayungsari, Surabaya, Kamis (15/2/2018), malam.

Bersama Ketua Tim Pemenangan, M Roziqi serta sejumlah orang perwakilan partai pengusung, dari PAN ada Agus Maimun, dari Golkar ada Aan serta juru bicara Khofifah, KH Zahrul Azhar Asad, kehadiran Khofifah diterima Ketua LDII Jatim M Amien Adhy serta jajaran pengurus lainnya.

Usai pertemuan tertutup yang digelar di lantai dua, Azhar Asad atau akrab disapa Gus Hans menyebut kehadiran Khofifah ke LDII Jatim merupakan bagian dari ikhtiar, guna menyerap berbagai masukan untuk memajukan Jatim, ke depan.

“Ibu Khofifah selalu ingin menjalin komunikasi yang baik dengan semua elemen. Dan, bagi beliau (Khofifah), LDII sebagai salah satu organisasi yang penting untuk di sowani. Beliau juga ingin menyerap segala aspirasi dari bawah, termasuk Ormas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Gus Hans.

Nawa Bhakti Satya Nyambung dengan Program LDII

“Alhamdulillah, hasil pertemuan dan navigasi yang disampaikan nyambung dengan program Nawa Bhakti Satya. Banyak kesamaan dengan yang telah dilakukan LDII Jatim” (Foto: Tudji)

Kunjungan Khofifah dan timnya merupakan bagian dari navigasi program, itu bertujuan untuk mendengar langsung dan bisa menyerap aspirasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk LDII jatim.

Masih kata Gus Hans, di kesempatan itu Khofifah menjabarkan program Nawa Bhakti Satya yang diluncurkan untuk menata dan membangun Jatim lebih sejahtera.

Alhamdulillah, hasil dari pertemuan dan navigasi yang disampaikan tadi nyambung dengan program Nawa Bhakti Satya. Dan, banyak kesamaan dengan apa yang diharapkan dan telah dilakukan oleh LDII Jatim,” urainya.

Disebutkan, hasil dari pertemuan itu, ada sejumlah hal yang digaris bawahi. Di antaranya tentang sistem peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Jatim. Serta isu tentang kompetisi dan daya saing yang selama didengungkan dan diharapkan membawa manfaat, padahal itu malah tidak efektif.

“Itu yang digaris bawahi, kita yang selama ini diharapkan untuk berkompetisi, meningkatkan daya saing ternyata tidak efektif karena nyatanya dibarengi dengan sikut-sikutan. Misalnya, itu akan berdampak pada kesempatan berkembangnya para pelaku usaha kecil menengah jadi terhambat,” lanjut lelaki itu.

“Selain titip pesan untuk memajukan perekonomian. LDII Jatim berpesan tentang pentingnya sosialisasi Pancasila secara intens. Alasannya, dari kajian LDII Jatim, keberadaan Pancasila belum terjabar secara baik dan benar” (Foto: Tudji)

LDII, disebut merupakan bagian penting untuk di sambangi sebagai elemen yang berperan aktif untuk membangun Jatim. Menjadi kewajiban dan tugas Khofifah saat menjalankan programnya membangun Jatim untuk lima tahun ke depan saat menjabat Gubernur Jatim.

Di dapat kesepakatan, tugas Khofifah di antaranya menyerap aspirasi dari para pimpinan termasuk LDII, yang telah banyak berkiprah dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dukung Khofifah, Ini Titipan LDII

LDII Jatim mengaku mendukung Khofifah untuk menjadi Gubernur Jatim. Namun, sejumlah pesan disampaikan agar mendapat penanganan serius saat Ketua Muslimat NU itu menjabat Gubernur Jatim bersama Emil, sebagai wakilnya.

Kemudian, sambil membeber sebagian dari berbagai langkah nyata yang telah dilakukan melalui tayangan slide gambar. Misalnya, untuk mengurangi kemiskinan dan memajukan daerah-daerah tandus menjadi produktif, LDII melakukan bakti nyata ke berbagai daerah, dan itu diharapkan bisa mendapat perhatian serius serta support dari pemerintah.

Selain titip pesan untuk memajukan perekonomian masyarakat. LDII Jatim juga berpesan tentang pentingnya sosialisasi Pancasila secara intens. Alasannya, dari kajian LDII Jatim, keberadaan Pancasila belum terjabar secara baik dan benar, termasuk di semua sendi kehidupan di masyarakat. Termasuk di dunia pendidikan yang semestinya menjadi garda depan menjabarkan pemahaman Pancasila kepada anak didik, agar menjadi generasi penerus bangsa yang andal. Lainnya, juga tentang keseriusan pemerintah dalam penanganan dan pencegahan pengaruh bahaya narkoba.

“Ini penting, karena anak-anak kita hanya hafal teks Pancasila, belum pada tingkat penjabaran dan menjalankannya,” kata Amin.

Kemudian, soal narkoba, LDII Jatim juga meminta pemerintah nantinya meningkatkan keseriusan dalam pencegahan, penanganan. Serta diharapkan segera mewujudkan dan menyediakan lokasi rehabilitasi narkoba. Karena pengaruh narkoba telah sedemikian marak dan telah merambah ke anak-anak usia TK atau Paud.

“Ini menjadi consern LDII, Pancasila saat ini adalah hal yang sangat perlu diperhatikan dan harus terus digulirkan, untuk keberlangsungan masa depan anak-anak kita dan Bangsa Indonesia. Ini harus terus digulirkan, karena anak jaman now banyak tidak mengerti Pancasila,” tegas KH Amien Adhy.

LDII Jatim tegas, mendukung terwujudnya kepemimpinan pemerintahan Khofifah-Emil, untuk Jatim menjadi lebih baik. Namun, juga tegas meminta program dan berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintahan Khofifah-Emil kelak, selain mencerminkan azas Pancasila, serius menangani narkoba, menjaga kerukunan antar umat agama dan menjaga toleransi.

Tak kalah penting adalah meminta pemerintah Jatim serius menjaga aset-aset negara, dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Serta melakukan pengawasan terhadap kekayaan pejabat di Pemerintahan Provinsi Jatim. Ditegaskan, itu hal penting, karena merupakan bagian dari penjabaran sila dalam Pancasila yang harus dijalankan.
Selain Pancasila dan narkoba, yang tak kalah penting dan menjadi perhatian LDII Jatim, dan harus diterjemahkan di pemerintahan Khofifah-Emil, adalah perlunya dilakukan pengawasan harta kekayaan para pejabat di Jatim.

Juga Ikhtiar, Ini yang Dilakoni Gus Ipul

Tak kalah dengan yang dilakoni Khofifah, Bakal Calon Gubernur Jatim yang diusung PKB, PDIP, Gerindra dan PKS, Saifullah Yusuf tak kenal capek terus bergerilya mendekati masyarakat, utamanya pemilik hak suara. Salah satunya menghadiri Deklarasi Jaringan Relawan Gus Ipul-Puti Guntur, yang dilakukan oleh para Bu Nyai se-Surabaya, di Quds Royal Hotel Surabaya, Jumat (16/2/2018).

“Deklarasi oleh tiga bersaudara, yakni Nyai Makkiyah Asad Syamsul Arifin; Nyai Isaiyyah Asad Syamsul Arifin; dan Nyai Juwariyah Fawaid dukung Gus Ipul-Puti Guntur” (Foto: TIM GI)

Pemilik nomor urut 2 di Pilgub Jatim itu, dalam deklarasi jaringan relawan juga mendapat kepastian dukungan untuk memilih dirinya di Pilgub Jatim, 27 Juni 2018 mendatang.

Deklarasi digagas oleh tiga bersaudara, yakni Nyai Makkiyah Asad Syamsul Arifin; Nyai Isaiyyah Asad Syamsul Arifin; dan Nyai Juwariyah Fawaid. Mereka yang mendeklarasikan diri umumnya para Ibu Nyai se-Surabaya dan alumni santri Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo.

Nyai Hj. Makkiyah adalah pengasuh tiga Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo; Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Duko Timur, Larangan Pamekasan, dan Pesantren As-Shidqiyah Perum Batu Kencana, Kabupaten Sumenep, mengatakan deklarasi yang dilakukan digelar tanpa ada paksaan.

“Ini dari hati, kami mendukung Gus Ipul dari hati tidak mengharap apa pun kecuali mencari kemenangan bagi Gus Ipul,” kata Makkiyah.

Dukungan kepada Gus Ipul, lanjutnya, didasari atas perintah jumhur (mayoritas) kiai sepuh di Jatim.

“Pesan para kiai jelas. Hasil istikharah yang saya lakukan juga jelas bahwa yang harus kita dukung adalah Gus Ipul,” katanya.

Kalimat sama diucapkan Nyai Juwariyah. Selain panggilan hati, dukungan kepada Gus Ipul didasari atas tiga alasan. Di antaranya, Gus Ipul adalah calon yang direstui kiai.

“Beliau bukan mencalonkan diri tapi dicalonkan,” kata Juwariyah. Karena perintah kiai, maka partai politik pertama yang mendukung Gus Ipul adalah Partai Kebangkitan Bangsa.

Selanjutnya, adalah adanya pesan dari Kiai Fawaid Asad. Semasa hidupnya, Kiai Fawaid berpesan jika Gus Ipul mencalonkan diri sebagai gubernur maka harus didukung. Sementara, Gus Ipul mengaku semua digerakkan para relawan khususnya para Ibu Nyai.

“Kita berterima kasih, kami tidak bisa menemui menjangkau semua lapisan masyarakat dan relawan seperti ini yang akan membantu,” kata Gus Ipul.

Kata dia, melalui relawan seperti ini, maka visi dan misi yang selama ini telah dirumuskan bisa dengan cepat sampai ke masyarakat.

“Kami juga bangga karena mereka ini membuat gerakkan relawan dengan sepenuh hati. Kita bisa melihat hari ini mereka berseragam padahal saya sama sekali tidak membelikan seragam mereka,” ujarnya.

Para relawan yang hadir juga sempat menyanyikan lagu “Kabeh Sedulur”. Gus Ipul juga ikut bergabung dalam kelompok penabuh terbang bersama para santri.

Ziarah ke Makam Sunan Giri

Di Gresik, usai melakukan salat Jumat, Gus ipul juga berziarah ke makam Sunan Giri bersama perwakilan partai pengusung. Dengan berjalan kaki, mereka menyusuri anak tangga menuju makam, membaur dengan ratusan peziarah yang juga ikut bersalaman dengan Gus Ipul. Tak lupa mereka mengajak foto selfie dengan Gus Ipul.

“Di Gresik, usai shalat Jumat, Gus Ipul berziarah ke makam Sunan Giri bersama perwakilan partai pengusung. Berjalan kaki menuju makam, membaur bersama ratusan peziarah” (Foto: TIM GI)

“Alhamdulillah selamat datang di makam Sunan Giri. Semoga apa yang diinginkan selalu diridhoi Allah,” sapa Gus Ipul pada rombongan peziarah asal Jember.

Gus Ipul lantas masuk ke dalam kompleks makam dan membacakan tahlil di dekat Makam Sunan Giri. Usai berdoa di makam, Gus Ipul kemudian mengikuti sholat Jumat di Masjid Sunan Giri.

Selepas sholat, lagi-lagi Gus Ipul kembali berbaur dengan para peziarah. Gus Ipul blusukan ke pada pedagang dan sempat membeli dua blangkon hitam yang lantas dikenakannya.

Sebelumnya, Gus Ipul juga menjenguk istri almarhum KH Abdullah Faqih, pengasuh Ponpes Langitan Tuban, yang tengah sakit di Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik.

Ditemani beberapa putra dan putri KH Abdullah Faqih, Gus Ipul tiba di Rumah Sakit dan langsung naik ke lantai 4 menuju ke ruang perawatan Nyai Hunainah. Menurutnya, sebagai santri sekaligus sahabat kewajibannya adalah menjenguk istri almarhum KH Abdullah Faqih.

“Semoga Bu Nyai segera diberikan kesembuhan dan kesehatan,” kata Gus Ipul kemudian mendoakan Nyai Hunainah.

Nyai Hunainah sudah tiga hari terbaring sakit di rumah sakit. Gus Ipul mengisahkan, hampir setiap ke Tuban selalu mampir ke Pesantren Langitan, dan saat Nyai Hunainah sakit, dirinya juga menyempatkan diri menjenguk.

Usai mengunjungi Nyai Hunainah, wakil gubernur yang pernah mendapingi Soekarwo dua periode itu melanjutkan menemui nelayan di Gresik.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here