Ini Janji Kandidat untuk Jatim Lebih Baik

0
53
“Kalau pendidikan gratis, maka dananya bisa ditabung atau dipakai memenuhi keperluan lain” (Foto: TIM GI)

Nusantara.news, Surabaya – Puti Guntur Soekarno, saat mengunjungi ibu-ibu pekerja pabrik rokok, di Lamongan, berjanji jika dirinya terpilih mendampingi Saifullah Yusuf sebagai Wakil Gubernur Jatim, akan menjalankan program pendidikan gratis untuk SMA/SMK. Puti menegaskan, biaya pendidikan selama ini selalu membebani keluarga, apalagi mereka yang hidup di bawah garis kekurangan.

“Ibu-ibu semua, Gus Ipul dan saya punya rencana kebijakan pendidikan gratis untuk SMA/SMK. Kami berdua berharap, program ini dapat meringankan beban rumah tangga masyarakat,” ujar Puti Guntur Soekarno, saat berbincang dengan ibu-ibu di Lamongan, Selasa (20/3/2018).

Dalam kunjungannya, pasangan nomor 2 itu sengaja menemui ribuan pekerja Pabrik Rokok PT HM Sampoerna, Tbk di Desa Karanglangit, Lamongan, mereka adalah kaum perempuan. Di tempat itu, Puti Guntur mendengarkan langsung berbagai persoalan yang di hadapi kaum ibu, terutama soal masih mahalnya biaya pendidikan.

“Kalau pendidikan gratis, maka dananya bisa ditabung atau dipakai memenuhi keperluan lain,” sambungnya, disambut tepuk tangan kegirangan.

Mereka, kaum ibu tersebut mengaku sangat setuju dengan rencana yang akan diterapkan oleh Puti Guntur, menggratiskan biaya pendidikan untuk sekolah lanjutan.

Putih menjabarkan, sesuai UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pendidikan SMA/SMK yang semula dikelola Pemerintah Kabupaten dan Kota, beralih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Mulai tahun anggaran 2017, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengambil-alih pendidikan SMA/SMK. Kebijakan itu diikuti penerapan kebijakan berbayar untuk siswa-siswa SMA dan SMK Negeri di Jatim.

Dia menjabarkan, jika kelak terpilih pasangan Gus Ipul-Puti Guntur segera merumuskan rencana kebijakan pembebasan biaya pendidikan untuk SMA/SMK Negeri di semua wilayah di Jawa Timur, program itu diberi nama “Dik Dilan”. Yakni, pendidikan digratiskan berkelanjutan. Komitmen itu dicantumkan dalam dokumen visi-misi dan yang telah diserahkan ke KPU Jawa Timur. Rencana kebijakan pendidikan gratis itu, diperkirakan akan menelan Rp1,5 triliun.

“Gus Ipul dan saya juga ingin memberikan bea siswa bagi siswa-siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Kalau ibu-ibu setuju program pendidikan gratis, tolong bantu kami, Gus Ipul dan saya. Mari, kita menangkan Pilkada Jawa Timur 27 Juni 2018, nanti,” ajak Puti Guntur disambut tepuk tangan kegirangan.

Kalau Puti Guntur menyampaikan rencana akan menerapkan pendidikan gratis, kepada ibu-ibu buruh pabrik rokok di Lamongan. Gus Ipul bertandang dan melayat ke rumah duka, TKI asal Bangkalan Muhammad Zaini Misrin Arsyad, yang mendapat hukuman mati di Arab Saudi, di Dusun Lembana, Desa Kebun, Kamal, Bangkalan, Madura.

Di temui keluarga almarhum, selain memberikan semangat untuk tabah menerima ujian, juga menyempatkan melakukan dialog. Gus Ipul juga melafalkan doa dan tahlil bersama keluarga, ditujukan untuk almarhum.

“Kita semua prihatin, kita semua berduka. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya. Mari kita doakan bersama,” ajak Gus Ipul, Selasa (20/3/2018).

Dukungan moral diberikan atas peristiwa yang menimpa keluarga itu, yakni ikut berdoa dan berharap mendapatkan keadilan atas peristiwa tersebut. Sebab, keluarga merasa penegakan hukum di Arab Saudi berlaku sepihak. Itu disebutkan lantaran kasus hukum yang menimpa almarhum sejatinya tengah berjalan.

Keluarga korban juga menyampaikan kalau nasib yang dialami almarhum tidak boleh terulang menimpa TKI. Karena, dalam kasus itu pengajuan Peninjauan Kembali (PK) terkait hukuman mati dikabulkan oleh pengadilan, Januari lalu, artinya tidak akan terjadi eksekusi mati.

Mengaku akan meneruskan protes keluarga duka, yang disebut juga sudah ditindaklanjuti oleh Kementerian Luar Negeri. Dikatakan, keluarga duka merasa bahwa eksekusi dilakukan tanpa pemberitahuan.

Gus Ipul mengaku memahami, dari penjelasan keluarga duka, lantaran pelaksanaan vonis mati dilakukan saat kasus hukum masih berproses. Gus Ipul pun menegaskan peristiwa itu agar menjadi perhatian pihak terkait.

“Pemerintah harus mengakomodasi protes yang diajukan keluarga. Ini sebagai bentuk perlindungan negara kepada rakyatnya,” tegas Gus Ipul.

Harapannya, peristiwa itu menjadi peristiwa pahit terakhir menimpa TKI asal Jatim. Apalagi, hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi selama ini berjalan baik. Mestinya, ada yang bisa dilakukan, meskipun, dalam aturan tidak mewajibkan untuk memberikan pemberitahuan.

Menurut Gus Ipul, Pemerintah Arab Saudi harus mencermati masalah seperti itu dengan lebih teliti. Selain menyangkut kemanusiaan, juga lantaran antara Indonesia dan Arab Saudi ada ikatan erat, bukan hanya ikatan politik, tapi juga kedekatan kultural.

Di rumah duka, Gus Ipul juga mendengarkan curahan hati anak almarhum, Saiful Toriq. Selain berharap peristiwa yang menimpa bapaknya tidak terulang lagi menimpa TKI asal Jatim lainnya. Anak almarhum tak lupa mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kedatangan Gus Ipul, yang datang memberikan semangat.

“Kami berharap peristiwa seperti ini menjadi yang terakhir. Semoga ke depan, tidak terulang lagi,” pinta Saiful.

Dikatakan, lebih dulu ayahnya menjadi tenaga kerja di Arab Saudi. Disusul ibunya, mereka menggunakan jalur resmi sebagai tenaga kerja asal Indonesia.

“Abah berangkat TKI jalur resmi, ibu kemudian juga ikut jadi TKW. Saya lahir usia tiga bulan ibu dipanggil kerja, dan saya diasuh nenek,” terangnya.

Saiful mengaku sebenarnya sudah mengetahui kalau abahnya tersandung kasus dan ditahan tahun 2004. Namun, keluarga merahasiakan karena masih proses pemeriksaan. Saat itu keluarganya selalu berdoa dan berharap hukuman yang menimpa bisa mendapat keringanan. Namun, hampir 14 tahun ditahan, Zaini akhirnya dijatuhi vonis mati.

Di Terminal, Emil Dengar Keluhan Awak Bus dan Penumpang

Sementara, Emil Elistianto mengisi waktunya dengan blusukan ke Terminal Purabaya, di Sidoarjo. Lelaki muda itu menyapa dan menyampaikan langsung kiat dan semangatnya untuk mewujudkan kesejahteraan jika ditakdirkan terpilih menjadi Wakil Gubernur Jatim, mendampingi Khofifah Indar Parawansa.

“Untuk menata sistim transportasi dibutuhkan penanganan strategis. Diterapkan koordinasi, di tingkat provinsi juga kota/kabupaten melalui kebijakan bersama”

Di terminal itu, Emil selain melihat langsung kondisi terminal juga soal manajemen pengelolaan tak lupa juga menyapa para awak bus. Sosok muda itu pun langsung mengerubuti sejumlah keluhan pun terlontar dan didengarkan dengan seksama.

Terlontar dari awak bus, di antaranya semakin hari jumlah penumpang yang semakin sedikit, mereka mengaku hari-harinya semakin sepi. Itu, dikeluhkan berimbas pada pendapatan mereka.

“Semakin sepi, harapan kita supaya penumpang transportasi seperti semula bisa ramai,” ucap Samsul salah seorang kondektur bus asal Jombang.

Tak hanya awak bus, sejumlah penumpang juga ikut menyampaikan isi hati dan Emil pun mendengarkan dengan sabar. Di antaranya, terlontar waktu ngetem atau tenggat antrian bus yang terlalu lama. Penumpang mengaku capek dan jenuh lantaran harus menunggu jadwal pemberangkatan.

Salah seorang calon penumpang, Fatimah misalnya berharap lama waktu menunggu bus berangkat bisa dipersingkat. Selain itu juga kondisi transportasi umum diharapkan bisa lebih baik sehingga penumpang lebih aman, nyaman dan terjangkau.

“Harapan saya, jika Mas Emil nanti terpilih bisa memperbaiki kondisi transportasi di Jatim ini,” ujar wanita pegawai swasta itu.

Mendengar keluhan sopir dan juga penumpang, Emil menguraikan untuk menata semua itu menjadi lebih baik, diperlukan penerapan perbaikan sistem transportasi agar dua sisi, calon penumpang dan awak armada bus juga mendapat kebaikan, yakni pendapatan seimbang.

”Benar, kedua-duanya harus jalan dan diperhatikan,” ujar Emil yang telah mengenyam pendidikan doktor ahli strategi pengembangan wilayah itu.

Dikatakan, untuk menata sistim transportasi dibutuhkan penanganan strategis. Diterapkan koordinasi, di tingkat provinsi juga kota/kabupaten melalui kebijakan bersama. Sehingga, setiap kendaraan umum, baik angkot, bus kota dan transportasi online sama-sama mendapatkan penumpang.

Emil mengaku mendengarkan keluhan semua pihak. Prinsipnya, mendukung transportasi jasa online dan transportasi umum, semua harus terakomodir dengan baik dan memadai termasuk soal tata ruang juga harus diperhatikan. Membuktikan semua itu, Bupati Trenggalek non aktif tersebut juga menyempatkan naik bus kota jurusan Bungurasih-Tanjung Perak dan turun di Halte depan Hotel Bumi, dilanjutkan naik angkutan kota.

“Kita rencanakan di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan dan Bangkalan menjadi penataan perencanaan terpadu,” urainya.

Perhatian Emil terhadap modal transportasi darat memang menjadi bagian prioritas. Sebelumnya, Emil juga turun langsung melihat dari dekat keberadaan kereta api komuter jurusan Surabaya-Sidoarjo.

Ziarah ke Makam Pendiri NU

Sebelumnya, Emil berziarah ke makam pelaku sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) yang juga pahlawan nasional, KHR As’ad Syamsul Arifin, di area Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, di Desa Sukorejo, Asembagus, Minggu (18/3/2018).

Itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para kiai dan leluhurnya. Selain sebagai bukti ketaatan dan permohonan doa untuk langkah yang dilakukan

“Ini lebih bermakna sowan seorang santri kepada para sesepuh, bersilaturahmi, mohon doa dan restu,” ucap Emil.

Suami Arumi Bachin itu menyebut, menjadi tradisi keluarganya yang memegang erat kultur NU. Dikatakan, ziarah bertujuan untuk silaturahim mengenang keteladanan para suhadak.

Di Ponpes yang menjadi sejarah “NU kembali ke khitthah pada 1984 itu, kehadiran Emil bersama Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim disambut Wakil Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, KH Afifuddin Muhajir, pengasuh dan keluarga besar pondok di antaranya terlihat KH Muzakki Ridwan dan KH Sabit Toha.

Tak ayal, kehadiran sosok millenial itu menjadi daya tarik ribuan santri yang berebut salaman dan minta berfoto bersama. Dalam rangkaian itu, Emil mengikuti pembacaan tahlil dan doa di maqbaroh Kiai As’ad yang dipimpin KH Muzakki Ridwan.

Setelahnya, dilanjutkan sowan ke kediaman Kiai Afifuddin. Di rumah sang kiai, Emil selain mendapatkan dukungan moril juga didoakan bisa terpilih dengan Khofifah sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur Jatim.

“Kedatangan Mas Emil ini penting bagi saya untuk melihat reaksi dari santri di sini, apakah dapat sambutan atau tidak. Ternyata sangat luar biasa, padahal saya tidak pernah mengajak atau berbicara soal politik,” tuturnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Assalam Bindung, KH Sabit Toha yang juga keluarga besar Kiai As’ad, juga mengaku gembira atas kehadiran Emil. Dikatakan, kalau masyarakat Situbondo sudah cerdas memilih, siapa sosok yang pantas untuk memimpin Jatim.

Kiai itu kemudian mengakui sangat mengidolakan Emil. Menurutnya, selain faktor pendidikannya yang mumpuni, track record Emil juga dinilai bagus. Itu diharapkan akan membawa perubahan, menjadikan Provinsi Jatim semakin baik.

Di ujung acara silaturahim itu, Emil mendapatkan bantuan panjatan doa termasuk dari para kiai sepuh agar diberikan kelancaran, keselamatan dan kemenangan di Pilgub Jatim 2018.

Itulah kepedulian para kandidat untuk masyarakat Jatim. Mereka terus mendekati masyarakat utamanya pemilik hak pilih. Tak hanya mendengarkan keluhan dan curahan isi hati. Mereka juga berjanji akan melakukan yang terbaik jika dipercaya menjadi pemimpin di Provinsi Jatim. Semoga saja yang diucapkan oleh para kandidat akan benar-benar dijalankan dan diwujudkan. Memberikan yang terbaik bagi warganya, tak hanya ucapan janji saat membutuhkan dukungan di musim kampanye untuk berkompetisi mendapat kemenangan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here