Ini Kekuatan ISIS di Indonesia

0
158

Nusantara.news, Jakarta –  ISIS di Indonesia sudah bergerak. Tidak ada upacara. Tetapi teror di Mako Brimob, aksi bom di tiga gereja Surabaya, ledakan bom di Rusun Wonocolo Sidoardjo, ledakan di Polrestabes Surabaya dan aksi samurai di Polda Riau, disebut-sebut sebagai bentuk “deklarasi” awal beraksinya ISIS di Indonesia setelah terdesak di Irak dan Suriah dan terusir di Marawi Filipina. Seberapa besar kekuatan ISIS? Mampukah Densus 88 memberantas mereka?

Kekuatan ISIS Indonesia

ISIS memang lain dari yang lain. Al-Qaida itu kejam. Tetapi ISIS lebih kejam.  Mereka bebas sebebasnya. Hukum mereka adalah hukum khas mereka sendiri. Mereka tak sungkan memenggal kepala atau membakar hidup-hidup tawanan. Mereka mampu membantai anak-anak, orang tua, bahkan memberikan restu bagi gerembolan bersenjata mereka untuk melakukan pemerkosaan massal. Tidak hanya itu, mereka juga tega mengorbankan anak-anak dan wanita dalam aksi bom bunuh diri.

Selama tiga tahun berperang di Suriah dan Irak, menjadi pengalaman perang luar biasa bagi mereka. Apalagi mereka juga mampu menaklukkan tentara Irak dan Suriah dan menguasai beberapa wilayah di Irak utara dan sebagian Suriah..

Kemampuan menaklukkan tentara Irak dan Suriah membuktikan pejuang ISIS juga menguasai strategi perang dengan baik.  Propaganda adalah  bagian dari perang. Kemampuan ISIS menguasai Irak dan sebagian Suriah, membuktikan pula bahwa mereka mampu melakukan propaganda secara efektif.

Pengalaman perang di Irak dan Suriah, juga memberikan keahlian berperang bagi pejuang ISIS dalam menggunakan senjata dan peralatan perang lainnya.

Senjata dan peralatan prang ISIS bukan main-main. ISIS memiliki senjata perang canggih, baik hasil rampasan dari tentara Irak dan Suriah maupun senjata yang dibeli dari pasar gelap terutama dari Eropa.

Menurut catatan The Indpendent ada 25 jenis senjata mematikan ISIS, mulai dari berbagai jenis tank, kendaraan lapis baja dan lain sebagainya.

Tank yang dimiliki ISIS adalah Tank T-55, jenis tank yang dilindungi besi berat dan senapan 100 milimeter serta senapan mesin sekunder 7,62 milimeter.

Kemudian Tank T-62, tank tempur utama Soviet, berlapis baja berat dan bersenjatakan senjata tank 115 milimeter dengan dua senjata mesin sekunder.

Ada lagi Tank T-72, tank generasi tank tempur kedua Soviet. Tank ini berlapis baja berat dan memiliki senjata utama 125 milimeter. Tank ini juga dilengkapi senapan mesin sekunder dan senapan penghancur.

Kendaraan lapis baja yang dimiliki ISIS meliputi kendaraan lapis baja BRDM-2 merupakan mobil patroli lapis baja amfibi yang dilengkapi senapan mesin 145 milimeter sebagai senjata utama, dengan senjata sekunder 7,62 milimeter.

Kemudian kendaraan lapis baja MT-LB kendaraan amfibi. MT-LB bisa memuat 13 orang, dengan persenjataan utamanya senapan mesin 7,62 milimeter.

ISIS juga mengoperasikan armada AS Humvee, yang mampu melindungi dari tembakan senjata kecil, ledakan tak langsung, juga mampu memberikan perlindungan dari ancaman ranjau darat. Kendaraan ini memungkinkan pejuang ISIS melakukan pergerakan cepat dan efektif di medan berat.

Dari segi persenjataan, ISIS memiliki senjata artileri otomatis 2S1 Gvozdika 122 milimeter senjata otomatis, Senjata AK 47, Senapan Recoilless B-10 82 milimeter, senapan Recoilless M40 105 milimeter

ISIS juga memiliki beberapa jenis peluncur roket seperti M198 Howitzer yang dapat menembakkan api ke atas sejauh 14 mil, menembakkan amunisi, bahan peledak, proyektil dengan bantuan roket dan fosfor putih.

ISIS juga memiliki peluncur roket M79 Osa yang mampu menembak senjata 90 milimeter dan efektif melawan tank. Juga ada peluncur granat RBG-6, peluncur granat ringan semiotomatis untuk infanteri, peluncur RPG-7S, yakni peluncur portabel yang dapat meluncurkan senjata antitank, peluncur roket ganda yang dapat  menembakkan roket sejauh 13 mil.

Pistol yang dimiliki ISIS juga bermacam-macam. Pistol lapangan tipe 59-1 buatan China setara M-46 M1954 milik Soviet. Kemudian D-30 Howitzer, senjata otomatis yang dapat menembak secara berkelanjutan lima hingga enam putaran per menit dengan jarak tembak sekitar 10 mil. Senjata antipesawat, yang dapat menembak hingga dua mil dan dirancang menyerang target rendah serta kendaraan lapis baja. Juga ada FIM-92 Stinger MANPADS yang bisa menjatuhkan helikopter dan pesawat. Juga ada SA-16 MANPADS yang dapat menjatuhkan pesawat hingga 16 ribu kaki dan bisa menembak helikopter dan jet tempur yang terbang rendah.

ISIS memiliki Strela-2 MANPADS, Senapan Mesin DShK 1938, senjata antipesawat dan pendukung infanteri yang dapat menembak 600 putaran per menit, yang dapat dipasang di mobil dan mudah digunakan untuk bermanuver.

Selain itu ada rudal antitank HJ-8, memiliki jangkauan operasional hingga 6.000 meter, efektif melawan baja, bunker, dan benteng.  ISIS juga telah memperoleh 9M14m Malyutka-M, 9M111M Faktoriya, 9 M Konkrus 113, 9 K 115-3 Metis-M, 9M 133 Kornet, dan rudal antitank-RAAD sebagai persediaan.

Lebih dari itu ISIS juga memiliki jet tempur MiG, walaupun banyak pihak meragukan kemampuan pejuang ISIS untuk menerbangkannya.

Salah satu senjata yang tak kalah pentingnya dalah media sosial (medsos) sebagai alat untuk melakukan rekrutmen, indoktrinasi, propaganda dan lain sebagainya.

Itu semua terkait dengan ISIS internasional yang berperang di Irak dan Suriah. Bagaimana ISIS Indonesia?

ISIS Indonesia adalah bagian dari ISIS internasional. Dikhabarkan ada sekitar 500 pejuang ISIS dari Indonesia yang bergabung dengan pejuang ISIS yang berperang di Irak dan Suriah. Belum diketahui berapa yang tewas dan berapa yang pulang ke Indonesia setelah ISIS terdesak di Suriah dan Irak.

ISIS Indonesia yang sempat bergabung dan berperang di Irak dan Suriah dan sekarang pulang ke Indonesia ini, tentu saja menjadi salah satu kekuatan ISIS Indonesia. Kekuatan mereka dalam hal ini bukan karena membawa peralatan perang dari Irak atau Suriah, tetapi lebih pada pengalam dan kemampuan mereka menggunakan peralatan perang.

Kekuatan lainnya adalah simpatisan ISIS di Indonesia yang menurut Menhan Ryamizard Ryacudu mencapai 700 orang, walaupun menurut pengamat teroris Al-Chaidar anggota atau simpatisan ISIS di Indonesia mencapai 2 juta orang.

Kekuatan lain adalah itu tadi, kenekatan, kebrutalan, ketegaan menggunakan anak di bawah umur dan wanita jadi pelaku bom bunuh diri, serta kenekatan menggunakan senjata apa saja mulai dari bom, samurai, kendaraan dan lain sebagainya sebagai alat melakukan teror.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here