Ini Peran Jatim Stabilkan Pangan Provinsi Lain

0
36

Nusantara.news, Surabaya –  Pemerintah pusat memerintahkan kepada pemerintah daerah se-Indonesia untuk menjadikan stabilisasi harga sebagai tujuan pokok menjaga kestabilan pangan sepanjang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Menjabarkan himbauan pemerintah pusat, provinsi Jawa Timur ikut berperan menstabilkan pangan, termasuk untuk provinsi lain di Indonesia. Itu lantaran kebutuhan pangan di Jawa Timur mencukupi, bahkan bisa membantu memenuhi kebutuhan provinsi lain di Indonesia. Tidak hanya bagian Timur Indonesia, tetapi juga untuk Indonesia Tengah, bahkan Aceh dan Sumatera Utara dikirim dari Jawa Timur.

“Ini karena Jatim mempunyai tanggung jawab untuk menstabilkan pangan bagi provinsi lain, seperti yang diminta oleh pemerintah pusat,” ujar Soekarwo saat meninjau stok ketersediaan pangan di Gudang Bulog di Buduran, Sidoarjo, Jumat lalu (26/5).

 Disebutkan, selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, ketersediaan beras dan gula untuk wilayah Provinsi Jawa Timur dipastikan aman.
Berdasarkan data prognosa pertanian di Jawa Timur, produksi beras bulan Juni 2017 sebanyak 1.030.199 ton. Dengan tingkat konsumsi sebanyak 297.243 ton per bulan, maka beras di Jawa Timur surplus 732.956 ton. Stok beras di gudang Bulog pada April 2017 sebanyak 531 ribu ton dan tersebar di 364 gudang di Jawa Timur.
Sedangkan gula pasir, berdasarkan data dari pabrik gula, stok April 2017 sebanyak 200.773,5 ton dengan konsumsi 50 ribu ton per bulan, sehingga surplus 150.773,5 ton. Data dari gudang Bulog, stok gula bulan April sebanyak 174 ribu ton dan ada di Gudang Bulog, Buduran, Sidoarjo.
“Gula kita sangat cukup, harganya stabil di pasar. Untuk kedelai terus didrop. Cabai besar aman untuk tiga bulan, cabai keriting aman untuk dua bulan, dan cabai rawit aman untuk enam bulan. Sedangkan bawang merah aman untuk tiga bulan, dan bawang putih ada tambahan terus didrop,” paparnya.
Untuk komoditas lainnya seperti daging sapi, telur ayam, daging ayam, minyak goreng dan terigu di Jawa Timur juga aman. Bahkan  telur berlebih dan ada stok untuk empat bulan. Untuk daging sapi kelebihan 260 ribu ton. Daging ayam stok aman untuk lima bulan.
Kata kunci terpenting dalam menjalankan tanggung jawab menstabilkan pangan yakni ketersediaan stok aman dan cukup, serta distribusi lancar, terutama karena pengamanan yang baik dari TNI dan Polri.
“Pengamanan Polda dan TNI menjadi faktor penting terhadap distribusi bahan pangan,” ujarnya.
Pakde Karwo menambahkan, semua yang menyangkut kepastian bahan pokok sangat mendasar. Untuk itu, pemerintah pusat memerintahkan kepada pemerintah daerah agar menjadikan stabilisasi harga menjadi tujuan pokok menjelang selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Guna menunjang stabilitas harga, Pakde Karwo menjelaskan, Pemprov Jawa Timur memberikan subsidi ongkos angkut sebanyak Rp12,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk subsidi truk, ongkos angkut, karung, dan tenaga atau kuli.
“Subsidi ongkos angkut ini dimulai awal puasa hingga H+7 di 78 titik dan 116 pasar,” jelasnya.
Sementara, Kepala Bulog Divisi Regional Jawa Timur, Usep Karyana mengatakan, untuk ketahanan stok beras di Jawa Timur mencukupi kebutuhan masyarakat selama satu tahun. Dengan stok tersebut, pihaknya juga telah mengirimkan ke provinsi lain, di Indonesia bagian Timur, Tengah, dan Barat, termasuk Sumatera Utara.
Ditambahkan, stok gula di Jawa Timur juga mampu menyumbangkan kontribusi sebanyak 50 persen dari total 2,4 juta ton gula nasional.
“Tentunya masyarakat tidak perlu khawatir tentang ketersediaan beras, gula, dan komoditi-komoditi lainnya. Insyaallah kami menjamin stok di Jatim sangat aman,” jelasnya.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Machfud Arifin, menambahkan pihaknya bersama Pangdam V Brawijaya terus mengawasi pendistribusian bahan pokok.
“Jika ada pasokan banyak, tetapi di pasar tidak ada atau harganya naik, maka kami akan menelusuri hal tersebut dan menindak tegas jika terdapat pelanggaran,” tegas Kapolda Jawa Timur Irjen Pol M Machfud Arifin.
Sungguh, ini sebuah sinergi yang harus terus dilakukan. Pemerintah pusat harus jeli dan memiliki peta provinsi mana saja yang memiliki potensi bahan pangan melimpah. Juga memahami wilayah mana saja yang membutuhkan pasokan bahan pangan. Karena kestabilan pasokan bahan pangan sangat mempengaruhi tingkat keamanan wilayah, termasuk gejolak permainan harga yang bisa memicu tidak stabilnya ekonomi, sosial dan keamanan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here