Ini Peta Pertarungan Kandidat Menjelang Pilkada Sumsel

0
675

Nusantara.news, PalembangMantan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Herman Deru tampak ceria setelah Koordinator Wilayah Sumsel Babel DPP Partai Hanura Fauzi H Amro memberinya informasi partainya telah memberikan dukungan kepada pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya dalam Pilkada Sumsel, 27 Juni 2018 mendatang.

“Hari ini tadi Bapak Ketum Oesman Sapta Odang dan Sekjen Syarifuddin Sudding sudah menandatangani SK dukungan kepada saudara Herman Deru-Mawardi Yahya untuk Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumsel. SK No 48,” ujar Fauzi Amro, Selasa (19/12) malam.

Dengan tambahan dukungan Hanura maka pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya sudah memenuhi syarat 15 kursi DPRD Sumsel untuk bertarung pada Pilkada Gubernur Sumsel 2018 mendatang. Sebelum Hanura (5 kursi), Nasdem (5 kursi) dan PAN (6 kursi) telah terlebih dahulu mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan ini.

Herman Deru pantas bersenang hati. Sebab, meskipun elektabilitasnya selalu unggul dalam survei oleh berbagai Lembaga, namun hingga pertengahan Desember dia belum mendapatkan dukungan kursi yang mencukupi. Bahkan beberapa kalangan menyebutnya galau karena terancam tidak mendapatkan tiket pada Pilkada Gubernur 2018 nanti.

“Jika benar kabar yang disampaikan Korwil DPP Partai Hanura ini tentu kita mengucap syukur Alhamdulillah dan berterima kasih atas kepercayaan memberikan amanah,” ucap Herman Deru dengan tatapan mata berkaca-kaca.

Bantahan Mularis

Anehnya, Ketua DPD Partai Hanura Sumsel  Mularis Djahri yang berkepentingan atas dukungan Partai Golkar untuk pencalonan dirinya di Pilkada Kota Palembang tidak dikabari tentang keputusan itu. Maka pemilik perkebunan PT Campang Tiga itu tetap beranggapan DPP Hanura masih mendukung bakal calon Gubernur Sumsel Dodi Reza Alex pada Pilgub 2018 nanti.

“Sampai sekarang saya selaku Ketua DPD Hanura Sumsel masih tetap mencalonkan Dodi Reza Alex untuk pemilihan gubernur dari Partai Hanura,” ujarnya pada Rabu (20/12) kemarin lusa.

Bagi pensiunan Bintara Polri yang sukses menjadi pengusaha ini, tak elok Partai Hanura tidak mendukung pencalonan Dodi Reza setelah Partai Golkar secara politis mendukungnya untuk maju dalam Pilkada Kota Palembang. “Timbal baliknya, secara politis saya pun harus mendukung Dodi Reza dalam Pilgub Sumsel,” tandas Mularis.

Hingga kini Mularis mengaku belum menerima pemberitahuan dari DPP terkait rekomendasi mendukung pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya. Sebab mestinya, imbuh Mularis, terkait Pilkada di Sumsel DPP akan memanggil dirinya selaku Ketua DPD Hanura Sumsel. “Belum sampai ke saya. Belum ada pemberitahuan. Saya belum melihat. Dan biasanya Ketua DPD yang dipanggil. Belum ada sampai sekarang. Ketua Umum belum memanggil saya,” ujarnya.

Namun selaku DPP Hanura Korwil Sumsel Babel Fauzi H Amro MSi mengatakan dirinya tidak menyalahi aturan selaku Korwil pembina wilayah yang menyaksikan Ketum dan Sekjen DPP Partai Hanura menandatangani SK dukungan terhadap Herman Deru-Mawardi Yahya sebagai Cagub-Cawagub Sumsel 2018.

“Saya sebagai Korwil selaku pembina wilayah yang mendapatkan informasi, menyaksikan langsung Ketum dan Sekjen menandatangani SK dukungan Cagub-Cawagub Sumsel 2018. Yang nentukan dan ngeluarkan SK itu kan DPP,” bantah Fauzi H Amro.

Fauzi pun menilai wajar apabila Ketua DPD Hanura Sumsel belum mengetahui berita ini, sebab rekomendasi baru sehari ditanda-tangani sehingga tembusannya belum sampai ke DPD. “Kalaupun ada ketidaksetujuan, form B1KWK yang akan menjawabnya pada pendaftaran ke KPU tanggal 8 Januari 2018 nanti. Sebagai kader kita harus tunduk apa yang telah diputuskan DPP,” terang Fauzi.

Tentang dukungan DPP Partai Golkar terhadap pencalonan Mularis Djahri, lanjut Fauzi, tidak perlu dikhawatirkan. Sebab itu juga bagian dari barter dukungan kepada Nurdin Halid yang akan diusung Partai Golkar untuk Pilkada Sulawesi Selatan.

“Paket Partai Hanura mendukung kader Golkar Nurdin Halid dalam Pilgub di Sulsel. Sebaliknya Partai Golkar mendukung kader kita H Mularis Djahri sebagai Cawako Palembang. Soal dukungan, ini ada yang sama dan ada yang tidak,” jelas Fauzi.

PDI-P Penentu Pertarungan

Apabila kabar yang disampaikan Korwil Hanura Sumsel Babel itu bukan berita Hoak, maka selain Herman Deru – Mawardi Yahya yang sudah mengantongi tiket Pilkada Gubernur Sumsel, sudah menunggu pula dua calon lainnya yang telah memenuhi persyaratan, masing-masing bakal Calon Gubernur Ishak Mekki yang didukung Partai Demokrat, PPP dan PBB serta Dodi Reza Alex yang mengantongi dukungan dari Partai Golkar dan PKB.

Bakal Calon Dodi Reza didukung oleh Partai Golkar dengan kekuatan 10 kursi dan PKB dengan kekuatan 6 kursi. Artinya Dodi Reza yang semula digadang-gadang berpasangan dengan Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda Kiemas dari PDI-P tinggal mencari pasangan untuk maju pada Pilkada 2018 nanti. Kalau PDI-P memajukan Giri Ramanda Kiemas sebagai calon wakilnya, pasangan ini akan didukung oleh kekuatan 29 kursi di DPRD Sumsel.

Sedangkan Wakil Gubernur Ishak Mekki yang posisinya sudah aman dengan dukungan 15 kursi (Demokrat 11, PPP 2 dan PBB 2) tampaknya masih menunggu kader PDI-P yang juga mantan Walikota Palembang Eddy Santana Putra untuk menjadi pasangan terbaiknya. Kalau PDI-P berlabuh ke pasangan ini maka pasangan ini akan didukung oleh 28 kursi.

Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai yang juga Ketua DPD Gerindra Sumsel, kabar terakhir selain mendapat tiket dari partainya yang belum cukup sudah menjaring komitmen dengan PKS. Dengan kekuatan Partai Gerindra 10 kursi dan PKS 5 kursi, Aswari tinggal mencari pasangan untuk mendampinginya pada Pilkada 2018 nanti.

Hanya PDI Perjuangan yang belum menentukan sikap. Padahal, dengan perolehan 13 kursi di DPRD Sumsel, PDI-P perlu tambahan 2 kursi untuk persyaratan pencalonan. Sedangkan PPP dan PBB yang sama-sama mendapatkan 2 kursi suaranya sudah berlabuh ke Ishak Mekki. Tapi bukan berarti PDI-P tidak memiliki sikap.

Sebab ada beberapa opsi yang masih dipertimbangkan oleh PDI-P, apakah Giri atau mantan Walikota Palembang Eddy Santana Putra dipasangkan sebagai calon wakilnya Dodi Reza atau dipasangkan sebagai calon wakilnya Ishak Mekki. Atau juga dukungan akan dilabuhkan ke Saifudin Aswari. Karena hanya tiga calon itu yang hingga kini belum menentukan siapa calon wakilnya.

Jadi kemungkinan Pilkada Sumsel akan diikuti oleh 4 pasangan calon. Suara PDI-P meskipun terkesan masih jomblo akan menentukan serunya pertarungan. Dukungan PDI-P tampaknya akan berlabuh di antara tiga calon yang ada. Bahkan dukungan PDI-P itu diperkirakan akan menentukan kemenangan calon-calon yang ada.

“Saya sudah berkomunikasi secara baik dan tidak ada persoalan dengan ketiga calon, selain satu calon yang dari OKU Timur itu,” cetus Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Giri Ramanda Kiemas kepada Nusantara.news, Minggu (10/12) lalu.

Namun Giri menyerahkan sepenuhnya keputusan Pilkada Sumsel kepada Ketua Umum DPP PDI-P Hj. Megawati Soekarnoputri. “Kita tunggu saja. Sebagai kader saya tegak lurus mengamankan keputusan partai,” lanjut Giri di sela-sela acara pembacaan puisi “Luka Kemanusiaan untuk Rohingya” yang diprakarsai penyair nasional Anwar Putra Bayu.

Artinya PDI-P masih berpeluang mendukung satu di antara 3 bakal calon, masing-masing dengan Ishak Mekki yang masih menjabat Wakil Gubernur Sumsel, Dodi Reza Alex yang masih menjabat Bupati Muba, maupun Saifudin Aswari Rivai yang masih menjabat Bupati Lahat.

Kemanakah dukungan PDI-P akan berlabuh pada akhirnya akan dinanti masyarakat Sumsel hingga awal Januari nanti. Sebab dengan 4 pasang calon, suara PDI-P tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata untuk menentukan arah pemenangan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here