Ini Poin-poin Penting Rencana Brexit

0
86
Foto: The Guardian

Nusantara.news, London – Parlemen Inggris telah mendukung proses resmi keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Sebanyak 498 suara mendukung dimulainya proses resmi tersebut, 114 suara lainnya menentang. Parlemen Inggris melakukan pemungutan suara di parlemen Rabu (1/2) malam waktu setempat.

Di antara yang menentang adalah Partai Nasional Skotlandia dan Liberal Demokrat yang memang sejak awal sudah menyatakan ketidaksetujuan atas keluarnya Inggris dari UE. Sementara, 47 anggota Partai Buruh memilih tidak sejalan dengan kepemimpinan partai mereka yang mendukung Brexit.

Di kubu Partai Konservatif yang memerintah, mantan menteri keuangan Ken Clarke,  pro-Uni Eropa, memberikan suara menolak Brexit.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menetapkan batas waktu hingga 31 Maret untuk menerapkan Pasal 50 Traktat Lisbon, menandai awal proses perundingan dengan UE untuk memisahkan diri. Diperkirakan proeses pemisahan diri memakan waktu sekitar dua tahun.

Perdebatan soal Brexit yang terjadi di Parlemen Inggris tersebut menyusul keputusan Mahkamah Agung Inggris bahwa parlemen harus memberikan suara dalam proses Brexit walaupun hasil referendum pada Juni 2016 lalu menetapkan 51,9% suara ingin Inggris keluar dari UE dan 48,1% sisanya memilih tetap berada di blok tersebut.

Hal terpenting bagi masyarakat Inggris dan komunitas UE, dan masyarakat dunia adalah mengetahui bagaimana rencana-rencana pemerintah Inggris menjalankan proses keluarnya Inggris dari UE. PM Theresa May telah menyusun rencana-rencana tersebut yang dituangkan dalam sebuah dokumen yang disebut Brexit White Paper. Dokumen inilah yang pernah didesak untuk dibuka ke publik sebelum parlemen Inggris mengambil keputusan terkait Brexit.

Apa saja poin-poin penting dalam dokumen ‘Brexit White Paper’? Berikut sejumlah poin kunci yang belum tentu mudah untuk dicapai oleh Inggris dalam proses keluar dari UE:

  1. Memberikan kepastian dan kejelasan. Pemerintah Inggris akan memberikan kepastian sebisa mungkin pada saat mendekati proses negosiasi.
  2. Mengambil kendali hukum atas hukum Inggris sendiri. Pemerintah Inggris akan mengambil kendali atas undang-undang mereka sendiri dan mengakhiri yurisdiksi dengan Mahkamah Eropah di Inggris.
  3. Penguatan serikat. Pemerintah Inggris akan mengamankan kesepakatan-kesepakatan yang berajalan untuk seluruh Inggris Raya – untuk Skotlandia, Wales, Irlandia Utara dan seluruh bagian Inggris Raya. Pemerintah tetap berkomitmen penuh terhadap Perjanjian Belfast dan penggantinya.
  4. Pemerintah melindungi ikatan yang kuat dan bersejarah dengan Irlandia dan mempertahankan travel area. Pemerintah akan bekerja untuk memberikan solusi yang memungkinkan bagi pemeliharaan travel area, melindungi integritas dari sistem imigrasi dan melindungi ikatan yang kuat dengan Irlandia.
  5. Pengendalian imigrasi. Pemerintah akan memiliki kontrol atas jumlah warga negara Uni Eropa yang datang ke Inggris.
  6. Melindungi hak bagi warga negara UE di Inggris, dan sebaliknya warga negara Inggris di UE. Pemerintah tetap melindungi status warga negara UE yang sudah tinggal di Inggris dan warga Inggris yang tinggal di sejumlah negara UE.
  7. Melindungi hak-hak pekerja. Pemerintah akan melindungi dan meningkatkan hak-hak pekerja yang ada.
  8. Memastikan perdagangan bebas dengan pasar Eropa. Pemerintah akan menjalin kemitraan strategis baru dengan UE, termasuk perjanjian perdagangan bebas yang berjangkauan luas, berani dan ambisius, dan akan mencari kesepakatan baru yang saling menguntungkan dengan UE.
  9. Mengamankan perjanjian perdagangan baru dengan negara-negara lain. Pemerintah akan membuat hubungan perdagangan bebas yang ambisius di seluruh dunia.
  10. Memastikan Inggris tetap berada di posisi terbaik dalam ilmu pengetahuan dan inovasi. Pemerintah akan tetap berada di garda depan ilmu pengetahuan dan inovasi dan akan mencari terus kerja sama yang erat dengan mitra di Eropa.
  11. Bekerja sama dalam memerangi kejahatan dan terorisme. Pemerintah akan terus bekerja sama dengan UE untuk menjaga keamanan Eropa, untuk memerangi terorisme, dan menegakkan keadilan di seluruh Eropa.
  12. Keluar secara tertib dari UE. Pemerintah akan melakukan proses pelaksanaan secara bertahap, di mana antara Inggris dan lembaga-lembaga UE dan negara-negara anggota yang ada mempersiapkan pengaturan baru. [ ] (The Guardian)

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here