Ini Prioritas Utama untuk Pembangunan Madura

0
74

Nusantara.news, Surabaya -Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyebut ada tiga prioritas utama untuk pembangunan Pulau Madura. Ketiga prioritas pembangunan tersebut, yakni peningkatan produktivitas jagung hibrida, pembangunan geomembran untuk peningkatan produksi garam, serta penambahan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mini di berbagai pondok pesantren yang ada di Madura.

“Konsep tersebut harus segera berjalan, karena untuk menyiapkan kemajuan Madura,” ujar Soekarwo saat menghadiri Haul Akbar Thoriqoh An-Naqsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah & Haul Murobbi Ruhina Sayyidina Abd. Wahid Khudzaifah di Pondok Pesantren pes Darul Ulum II Gersempal, Omben, Sampang, Kamis (11/5/2017), malam.

Untuk merealisasikan program-program tersebut, lanjut Pakde Karwo, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk mengembangkan jagung hibrid di Madura melalui proses research and development. Pengembangan jagung hibrid dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas jagung Madura yang masih tergolong rendah.

“Jagung hibrida hasil riset UTM tersebut mampu menghasilkan 8 hingga 10 ton per hektar, lebih banyak dari jagung lokal Madura, yang hanya menghasilkan 3,5 hingga 4 ton per hektar,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta para bupati di Madura agar menyiapkan di daerahnya masing-masing empat bidang tanah seluas 2.500 hektar guna ditanami bibit jagung hasil riset UTM ini.

“Pemprov Jatim siap mengganti bibitnya jika terjadi kegagalan panen. Yang terpenting pengembangan komoditi ini bisa jalan, mendapat dukungan dari bupati, dan mensejahterakan masyarakat Madura,” ujarnya.

Prioritas kedua, lanjut Soekarwo, membangun sejumlah geomembran untuk produksi garam sehingga garam tidak bercampur tanah dan garam yang dihasilkan bermutu sangat baik. Pembangunan tersebut sangat penting karena Madura merupakan daerah produsen garam. Dengan upaya tersebut maka kualitas garam di Madura akan meningkat dan bisa ditampung untuk keperluan industri.

Soekarwo menyebut, selama ini sebagian garam industri diperoleh dari impor. Lokasi pengembangan antara dua kecamatan, yakni Kecamatan Sreseh dan Kecamatan Pengarengan.

Dan, untuk prioritas ketiga yakni menambah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mini di pondok pesantren yang ada di Madura. Tujuannya untuk menyiapkan sumber daya manusia lulusan pondok pesantren yang memiliki keterampilan.

“Selain itu juga agar makin banyak anak-anak yang tertarik masuk ke ponpes. Saat ini sudah ada 270 SMK mini di Jatim, itu akan terus kita tambah,” tuturnya.

Menurut Soekarwo, ketiga prioritas pembangunan tersebut bisa berjalan sukses jika didukung oleh ulama dan umaro’. Pasalnya, lima puluh persen permasalahan pembangunan di Madura ditentukan oleh terciptanya kerukunan antara kedua elemen tersebut.

“Saya mohon ulama dan umara mendukung kami untuk memajukan Pulau Madura,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here