Ini Profil 3 Satuan Super Elit TNI untuk Hadapi Teroris

0
266

Nusantara.news,Jakarta – Komando Operasi Khusus Gabungan TNI atau Koopsusgab TNI. Pasukan ini merupakan merupakan tim antiteror gabungan tiga matra TNI, meliputi Sat-81 Kopassus TNI AD, Detasemen Jalamangkara TNI AL dan Satbravo 90 Komando Pasukan Khas dari TNI AU. Koopsusgab dibentuk saat Moeldoko menjabat Panglima TNI pada Juni 2015. Kini, personel terpilih dari pasukan elite ini dihidupkan kembali untuk membantu Polri menghadapi teroris yang marak beraksi belakangan ini. Seperti apa  kehebatan tiga satuan super elit TNI ini?

Sat-81 Kopassus TNI AD

Kopassus adalah akronim dari Komando Pasukan Khusus yang secara struktur berada di bawah komando TNI Angkatan Darat, adalah pasukan elit di Indonesia. Kehebatan pasukan ini meluas sampai ke manca negara.

Betapa tidak, Discovery Channel Military edisi Tahun 2008 pernah membahas tentang pasukan khusus terbaik di dunia. Seluruh pasukan khusus didunia dinilai kinerjanya dengan parameter menurut pendapat dari berbagai pengamat militer dan ahli sejarah. Hasilnyam posisi pertama di tempati SAS (Inggris), peringkat kedua Mossad (Israel) lalu peringkat ketiga adalah KOPASUS (Indonesia).

Dalam kopassus ada yang disebut Detasemen 81 Anti Tror kemudin Satuan-81 Penanggulangan Teror (Gultor). Sekarang nama Goltur dicopot dan menjadi Sat-81 Kopassus TNI AD.

Latar belakangi pendirian Sat-81 Kopassus tidak terlepas dari peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok, 31 Maret 1981. Ada tiga tokoh yang erat terkait dengan pendirian Sat-81 Kopassus.

Ketiganya adalah Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI Letjen TNI LB Moerdani,  Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan sebagai komadan yang pertama, dan Kapten Inf. Prabowo Subianto sebagai wakil komandan yang pertama.

Untuk keperluan pendirian Sat-81 Kopassus Luhut dan Prabowo dikirim menjalani studi spesialiasi teror di GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) di Jerman. Grenzschutzgruppe 9 atau GSG-9 dijadikan pilihan karena satuan ini dikenal sebagai unit taktis operasi khusus anti-terorisme elit kepolisian Federal Jerman. Unit ini juga dianggap sebagai salah satu unit khusus terbaik di dunia. Banyak unit-unit anti-terorisme negara-negara lain dibentuk menurut model GSG-9 ini. Sat-81 Kopassus  dibentuk berdasarkan bimbingan dari GSG-9.

Sekembali dari Jerman, Luhut dan Prabowo dipercaya memilih personel dan melatih mereka untuk dijadikan bagian dari Sat-81 Kopassus. Pasukan yang ikut dalam operasi Woyla di Bandara Don Muang mengisi personel Sat-81 Kopassus.

Berapa kekuatan satuan ini, tidak pernah dipublikasi. Apa saja persenjataan yang dimiliki, juga tidak pernah dipublikasi. Namun demikian, kualifikasi personel Sat-81 Kopassus secara umum lebih tinggi dari satuan sejenis, karena prajurit yang terpilih menjadi anggota Sat-81 Kopassus adalah prajurit pilihan.

Apa saja pengalaman Sat-81 Kopassus? Tidak pernah dipublikasikan. Maklum satuan super elit ini bergerak dalam senyap.

Namun demikian, pengakuan terhadap Sat-81 Kopassus tak diragukan lagi. satuan ini disebut-sebut sebagai salah satu organisasi bersenjata yang paling progresif di dunia. Sat-81 Kopassus bahkan disebut-sebut sebagai unit kedua di dunia setelah GSG-9, pemakai senapan serbu HK MP-5 dan produk Heckler dan Koch lainnya. Selan itu, Sat-81 Kopassus juga pelopor pemakaian PETN sebagai bahan peledak alternatif selain C-4 dan Semtek. Oleh karen itu pula personel Sat-81 Kopassus baru diturunkan, bila ancaman itu bersifat kompleks dengan skala kesulitan tinggi.

Mengapa nama Gultor dicopot? Ini terkait dengan perubahan pola kerja terorisme. Sejak serangan bom yang meruntuhkan Gedung WTC di Amerika Serikat tahun 2001, pola teror sudah berubah sama sekali.  Sejak saat itu, anggota Sat-81 dilatih kemapuan baru yang terkait dengan cyber war.

Sat-81 Kopassus ini akan menjadi salah satu dari tiga pasukan elit yang menjadi bagian dari Koopsusgab TNI yang disiapkan untuk menghadapi aksi terorisme yang marak belakangan ini.

Denjaka Korps Marinir TNI AL

Satuan kedua dalam Koopsusgab adalah Detasemen Jalamangkara (Denjaka). Satuan ini adalah sebuah detasemen penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut. Denjaka merupakan satuan gabungan dari personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL. Kopaska merupakan pasukan khusus yang andal dalam berbagai misi rahasia militer Indonesia. Sedang YonTaifib adalah satuan elit dalam Korps Marinir seperti halnya Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat. Dahulunya satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi)

Apa saja kehebatan Denjaka? Tidak pernah dipublikasikan, karena satuan elit ini juga bergerak secara senyap. Namun demikian tak diragukan lagi, setiap prajurit Denjaka dipastikan memiliki kemahiran kualifikasi Taifib dan Paska. Mereka punya high skills seperti combat skills yang lain (teknik membunuh cepat dengan tangan kosong dan lain sebagainya).

Prajurit Denjaka dipastikan juga memiliki kemampuan dan kesiapan dalam operasi dengan mobilitas cepat, kerahasiaan dan pendadakan yang tertinggi di kapal-kapal, instalasi lepas pantai dan daerah pantai. Disamping itu juga memiliki keterampilan mendekati sasaran melalui laut, bawah laut dan vertikal dari udara.

Angkatan Laut Amerika Serikat, US NAVY SEAL kerap mengundang Denjaka untuk ikut latihan tempur bersama. Salah satunya dalam Latma Multilateral Rim of The Pacific (Rimpac) 2014 yang berlangsung 26 Juni hingga 1 Agustus 2014. Marinir TNI AL menjadi kontingen Indonesia. Dalam pelatihan tersebut, kontingen Marinir menorehkan tinta emas. Dua anggota Denjaka menerima label Godzilla sebagai penghargaan bagi peserta tertangguh selama pelatihan. Karena itu, Breavert US Navy Seal di luar Amerika yang diakui, konon hanya dari Kopaska TNI AL yang menjadi bagian dari Denjaka.

Seperti Sat-81 Kopassus, nama Denjaka juga melegenda. Sedemikian rupa, konon katanya, Denjaka terbagi menjadi dua bagian yaitu Denjaka Putih dan Denjaka Hitam.

Denjaka putih memiliki kemampuan tinggi sedang Denjaka hitam lebih lagi. Denjaka Hitam ini biasanya menjadi komandan dari misi tertentu.

Namun demikian, keberadaanya denjaka Putih dan Denjaka Hitam ini dirahasiakan oleh negara, mungkin untuk menutupi identitas mereka demi kelancaran dan profesional tugas. Apa saja keahlian Denjaka Hitam? Antara  ilmu six sense, tahan nafas lama di dalam air, Ilmu kanuragan, tenaga dalam, Ilmu kebal peluru, ramal cuaca dan lainnya.

Satbravo 90 Pasukan Khas TNI AU

Satuan Bravo 90 (disingkat Satbravo-90) sebelumnya bernama Denbravo 90 adalah satuan pelaksana operasi khusus Korps Pasukan Khas yang berkedudukan langsung di bawah Dankorpaskhas. Satuan Bravo 90 Paskhas bertugas melaksanakan operasi intelijen, melumpuhkan alutsista atau instalasi musuh untuk mendukung operasi udara dan penindakan teror bajak udara serta operasi lain.

Baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo berarti yang terbaik. Konsep pembentukannya merujuk kepada pemikiran Jenderal Guilio Douchet, yakni Lebih mudah dan lebih efektif menghancurkan kekuatan udara lawan dengan cara menghancurkan pangkalan/instalasi serta alutsista-nya di darat daripada harus bertempur di udara.

Dalam melaksanakan operasinya, Bravo dapat bergerak tanpa identitas. Bisa mencair di satuan-satuan Paskhas, atau seorang diri. Layaknya dunia intelijen. Bravo-90 juga melengkapi personelnya dengan beragam kualifikasi khusus tempur lanjut, mulai dari combat free fall, scuba diving, pendaki serbu, teknik terjun HALO (High Altitude Low Opening) atau HAHO (High Altitude High Opening), para lanjut olahraga dan para lanjut tempur (PLT), dalpur trimedia (darat, laut, udara), selam, tembak kelas 1, komando lanjut serta mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan sarana multimedia. Pasukan elite ini juga kebagian jatah untuk berlatih menembak dengan menggunakan peluru tajam tiga kali lipat lebih banyak dari pasukan reguler lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk melatih ketepatan dan kecepatan mereka untuk bertindak dalam waktu sepersekian detik.

Bravo-90 jug memiliki fasilitas pertempuran jarak dekat (CQB). Bahkan untuk latihan pembebasan sandera di pesawat, Bravo langsung melaksanakannya di dalam pesawat baik milik TNI-AU maupun PT. DI. Bravo juga menjadi pasukan khusus pertama di Indonesia yang mampu menguasai ilmu bela diri Systema yang merupakan ciri khas dari pasukan elite Rusia.

Tiga satuan super elit TNI ini akan diaktifkan kembali dan siap tempur membantu Polri menghadapi teroris.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here