Ini Rekaman Video Dahsyatnya Longsor Susulan di Ponorogo yang Jadi Viral

0
160

Nusantara.news, Surabaya – Ketabahan dan empati warga Jawa Timur benar-benar sedang diuji. Belum reda duka mendalam korban bencana longsor yang terjadi pekan lalu, areal pemukiman warga Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo kembali dihantam longsor susulan berskala cukup besar pada Minggu (9/4/2017). Timbunan material tanah bercampur air tiba-tiba ambrol dan mengalir sektor A hingga D. Di hari yang sama, bencana tanah longsor berskala besar juga menimpa warga Kabupaten Nganjuk. Baca: Longsor di Ponorogo, 11 Orang Diperkirakan Masih Tertimbun

Dari laporan awal Pusat pengendalian operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Ponorogo yang diterima Nusantara.news menyebutkan bahwa, longsor susulan di Ponorogo terjadi pada pukul 11.45 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, satu unit mobil Panther milik relawan, satu unit mobil polisi K-9, dua rumah, satu eksavator, dan lima sepeda motor dilaporkan terseret dan tertimbun longsaran tanah.

Pasca longsor susulan, upaya penyisiran korban hilang untuk sementara dihentikan. Pasalnya, kondisi tanah di aeral longsor saat ini dilaporkan masih labil. Ditambah, intensitas hujan cukup tinggi masih sering terjadi.

Baca: Cari Korban Longsor Ponorogo, Tim Perluas Sektor Pencarian

Dahsyatnya longsor susulan di Ponorogo terekam kamera video amatir berdurasi 1 menit 28 detik. Video itu beredar dari ponsel ke ponsel. Dalam rekamannya, tampak tim SAR gabungan yang tengah berada di areal lokasi longsor lari semburat, berhamburan untuk menyelamatakan diri. Beberapa orang yang bertugas sebagai operator alat berat yang beroperasi di sektor B, C dan D juga terlihat panik. Sementara, sejumlah warga yang menyaksikan langsung arus tanah longsor yang bergerak perlahan menghantam areal pemukiman warga, terdengar menangis histeris sembari berteriak-teriak. Berikut ini video mencekam itu:

Tak hanya di Ponorogo, BPBD Nganjuk juga melaporkan jika pada Minggu (9/4/2017) sekitar pukul 14.00 WIB juga terjadi musibah bencana tanah longsor di areal Gunung Wilis, Desa Kepel, Kabupaten Nganjuk. Ketinggian tanah longsor diperkirakan mencapai 10 meter. Material tanah longsor menutupi sungai hingga menjadi bendungan alam. Dilaporkan, longsoran tanah telah memporakporandakan lahan sekitar 3 hektar yang mayoritasnya ditanami cengkeh dan mangga. Lahan seluas 7 hektar dinyatakan masih rawan terjadi bencana.

Sementara untuk korban jiwa, sebanyak lima orang dilaporkan masih hilang tertimbun. Kelima korban itu, yakni Kodri (15), Doni (23), Dwi (17), Bayu 14), dan Paidi (55). Korban beralamat di Sumberbendo, Ngentos dan Dusun Njati, Desa Blongko. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here