Ini Rencana Demokrat Apabila Trump Pecat Mueller

0
177
Penyelidik Khusus Robert Mueller yang terancam dipecat dan hasil penyelidikannya terancam dihancurkan/ Foto NBC News

Nusantara.news, Washington – Menjelang reses United State House of Representatives – atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) – sejumlah anggota parlemen sedang menimbang “plan B” untuk melindungi Penyelidik Khusus Robert Mueller dari ancaman pemecatan oleh Presiden AS Donald Trump.

Gagasan itu muncul setelah Trump menggencarkan serangannya kepada Mueller, bahkan Wakil Presiden AS Mike Pence menyerukan agar penyelidikan khusus itu segera diakhiri.

“Kalau Kongres tidak bisa melindungi pekerjaan Mueller bagaimana mungkin Kongres bisa melindungi pekerjaannya sendiri?” begitu pokok pemikiran sejumlah anggota Kongres – gabungan dari Senat dan DPR AS – khususnya di kalangan anggota Partai Demokrat.

Tersandera GOP

Paling tidak, Kongres berusaha menyelamatkan hasil penyelidikan Mueller atas dugaan keterlibatan Rusia dalam Tim Kampanye Trump saat pemilihan umum presiden (Pilpres) November 2016 lalu.

Senator asal Demokrat Richard Blumenthal/ Foto Daiy News

Ketika penyelidikan ditutup di Gedung Putih sebagian besar debat publik berpusat kepada nasib Mueller – apakah Trump akan memecat mantan Direktur FBI yang sejak setahun lalu ditunjuk oleh Wakil Jaksa Agung memimpin penyelidikan dugaan keterlibatan mata-mata Rusia dalam Pilpres AS.

Namun isu yang beredar di sekitar Capitol Hill – tempat Kongres AS berkantor – adalah kemungkinan Trump memecat Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein dan menggantikan dengan loyalisnya.

Dengan demikian laporan Mueller kemungkinan akan diendapkan di sana – karena Mueller bertanggung jawab langsung hanya kepada Wakil jaksa Agung selaku atasannya langsung. Sehingga hasil laporan selama satu tahun Robert Mueller tidak bisa diakses – baik oleh Kongres maupun publik.

Senator Richard Blumenthal – Demokrat asal Connecticut – yang membantu menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) Bipartisan untuk Melindungi Mueller yang meskipun sudah disetujui oleh Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Senat AS dengan perbandingan suara 14 lawan 7 namun dihambat oleh Ketua Senat Mayoritas McConnell untuk diputuskan dalam pleno yang melibatkan seluruh anggota Senat.

Sebagaimana dikutip dari NBC News, Kamis (10/5) lalu, kini di lingkungan anggota Kongres sebagaimana diungkap oleh Richard Blumenthal sedang terjadi pembicaraan Plan B untuk menyelamatkan Mueller dari ancaman pemecatan.

Pembicaraan menyangkut bagaimana upaya menyelamatkan hasil penyelidikan Mueller apabila terjadi gangguan politik – seperti misalnya pemecatan – yang dilakukan oleh Presiden kepada baik Rod Rosenstein maupun Robert Mueller. Bahkan Blumenthal menyebutkan, sejumlah Senator dari Grand Old Party (GOP) – Partai Republik – turut terlibat dalam pembicaraan ini.

“Ada minat yang kuat dari sejumlah politisi Republik untuk menghindari krisis konstitusional,” puji Blumenthal kepada sejumlah koleganya dari Republik – namun Blumenthal menoak menyebutkan siapa nama-nama mereka.

Pimpinan Senat Mayoritas Mitch McConnell

Sejumlah anggota Komisi Hukum dan Perundang-Undangan percaya ada beberapa upaya baru yang akan sulit ditolak oleh Ketua Senat Mayoritas Mitch McConnell karena lebih berfokus kepada transparansi dan bukan keputusan (yang langsung mengarah kepada) personal presiden – dan itu bisa digunakan untuk siapa pun penyelidik khusus di masa depan.

Di DPR yang mayoritas dikuasai oleh Republik dan mereka telah menolak RUU Perlindungan Penyelidik Khusus didebat oleh Demokrat, mereka harus bertanggung-jawab secara politik apabila Trump memecat Mueller. Sejumlah opsi yang ditawarkan oleh Demokrat antara lain menjaga dengan tingkat kesiagaan yang penuh kantor Robert Mueller.

“Kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk membuatnya secara politik tidak berkelanjutan bagi presiden untuk menghancurkan penyelidikan, pertanggung-jawaban dan aturan hukum,” ucap Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan dari Partai Demokrat DPR AS Jerry Nadler saat berbicara di depan para konsistuennya di distrik New York, pekan lalu.

Menekan McConnell  

Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Senat AS bulan lalu memberikan suara 14 : 7 tentang UU Bipartisan yang memberikan perlindungan kepada Mueller – atau penyelidik khusus – untuk terhindar dari ancaman pemecatan oleh presiden di hadapan panel tiga hakim federal.

Namun gagasan itu ditentang oleh sejumlah anggota Senat lainnya – termasuk senator GOP Mike Lee dari Uttah – yang menyebutkan melampaui kewenangan Kongres yang terbatas apabila langsung membidik personil presiden. Oleh karenanya, usulan yang kini sedang dibahas lebih berfokus ke soal transparansi di sekitar apa yang telah diselidiki oleh Mueller.

Mengutip keterangan dari tiga anggota Kongres yang ikut dalam diskusi, muncul sejumlah gagasan – antara lain mewajibkan Kongres menerima laporan akhir Mueller serta mengizinkan Mueller, jika dia dipecat untuk melepaskan pekerjaannya apabila penyelidikannya tidak dilakukan secara benar.

Senator Republik Lindsey Graham asal South Carolina

Upaya ini berdasarkan satu ketentuan yang didukung oleh Senator Republik terkait dengan Undang-Undang yang asli tentang Undang-Undang Independen dan Integritas Penasehat Khusus. Kompromi itu diusulkan oleh Senator Republik Lindsey Graham dari South Carolina dan Thom Tillis dari North Carolina serta Senator Demokrat Chris Coons dari Delaware dan Cory Booker dari New Jersey.

McConnell berulangkali mengungkap UU semacam itu tidak diperlukan karena, katanya, Trump tidak akan memcat Mueller. Dan apabila Trump “dengan bodohnya” mempertimbangkan untuk melakukannya – memecat Mueller – McConnell mengatakan dia tidak akan membawa RUU itu ke sidang pleno karena dianggapnya tidak konstitusional dan sia-sia, karena tidak akan pernah melewati DPR dan hasilnya tidak akan pernah ditanda-tangani oleh Presiden Trump, ungkap McConnell sebagaimana dikutip dari Fox News Radio pada hari Rabu (9/5) lalu.

“Saya pikir itu hipotesis yang menarik,”ucapnya kepada Fox. “Tapi saya tidak berpikir (pemecatan) itu akan terjadi.”

Senator Demokrat Chris Coons dari Delaware

Ketua Senat Mayoritas McConnell juga menolak berkomentar  tentang RUU terkait Mueller karena dia belum membaca naskah RUU itu. Namun sejumlah senator berharap McConnell mungkin mengizinkan persidangan senat secara penuh untuk membahas RUU itu.

“Suara di sana (diharapkan) untuk menyetujuinya,” papar Blumenthal. “Argumen konstitusi, menutur saya adalah red harrier, RUU itu telah diubah untuk memenuhi keberatan itu.”

Upaya baru untuk melindungi pekerjaan Mueller menawarkan opsi yang memecahkan kebuntuan – termasuk upaya menjamin transparansi Mueller sendiri dalam melakukan penyelidikan – bahkan jika Mueller atau Rosenstain sendiri terpental dari pekerjaan mereka.

Para anggota Kongres yang terlibat  dalam diskusi mencemaskan serangan politik Presiden Trump terhadap penyelidikan Mueller dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah The New York Times memberitakan penggerebekan FBI ke kantor, rumah dan hotel tempat menginap penasehat hukum pribadi Trump – Michael Cohen.

Berita itu membuat Trump uring-uringan – ujar para pejabat Gedung Putih – dan membekukan perundingan tentang kemungkinan dilakukan wawancara antara penyelidik dan Presiden Trump yang sedang diupayakan oleh tim penasehat hukum presiden dan penyelidik.

Trump terus menggencarkan serangannya pada Kamis (10/5) lalu. Bahkan Wakil Presiden AS Mike Pence ikut  nimbrung dengan pernyataan perlunya segera diakhirinya penyelidikan. “Sudah waktunya untuk membungkusnya,” ucap Pence kepada Andrea Mitchell dari NBC News.

Dalam kicauannya di Twitter, 7  Mei 2018, lalu Trump menuding tim Mueller memiliki “konflik kepentingan” di samping juga terus membully Mueller dengan sebutan “perburuhan penyihir”. Sedangkan kicauan sebelumnya Trump mengatakan dia mungkin “tidak punya pilihan” tetapi “terlibat” dalam perselisihan antara Departemen Kehakiman dan Kongres terkait dengan penyelidikan.

Baik Trump maupun penasehat hukumnya yang baru – mantan Walikota New York Rudy Giuliani – juga telah  menangkap komentar oleh Hakim Federal T.S. Ellis III pekan lalu menunjukkan bahwa penyelidikan Mueller terhadap mantan Manajer Kampanye Trump Paul Manafort mungkin berada di luar lingkup tugas penyelidik khusus.

Trump dan Giuliani tampaknya sedang cek ombak atas komentar Ellis untuk melihat bagaimana reaksi publik terhadap pemecatan Mueller – tulis penulis konservatif John Podhoretz kepada acara “Morning Joe” yang ditayangkan oleh MNC Broad Cast.

Senator Coons mengatakan kepada NBC News, dia “berharap pemimpin senat mayoritas McConnell akhirnya akan mengenali nilai — dari RUU yang memperkuat transparansi dan pelaporan dari penyelidik khusus di masa depan”. Artinya bukan karena sesama Republik harus dibela mati-matian.

Adapun Senator Republik Mike Crapo dari Idaho – seorang anggota Komisi Hukum dan Perundang-Undangan yang meskipun memberikan suara menentang RUU perlindungan Mueller yang asli – bersedia menerima kebutuhan akan transparansi dan laporan kepada Kongres.

“Itulah posisi yang  saya miliki. Saya telah mengatakan sejak awal bahwa penyelidikan perlu melanjutkan ke kesimpulan akhirnya,” ujar Crapo kepada NBC News. Toh demikian Crapo mengatakan dia tidak percaya Kongres perlu mengambil tindakan.

Strategi Demokrat

Di DPR, Partai Demokrat telah mengenalkan beberapa RUU yang akan membatasi kemampuan presiden memecat Mueller dan membutuhkan didokumentasikannya setiap bukti kesalahan yang ditemukannya saat Mueller dipecat atau penyelidikannya menghadapi kendala.

“Kami harus mempersiapkan upaya pemenggalan langsung, dan juga untuk strategi penyaradan,” kata anggota DPR Jamie Raskin asal Demokrat-Maryland (D-Md) yang juga anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan. “Satu hal yang kami harap bahwa Partai Republik akan setuju kami akan menjaga semua bukti dan semua produk kerja jika terjadi pemecatan.”

Anggota DPR Demokrat Jamie Raskin asal Distrik Maryland

Bahkan sekutu Trump di DPR berulangkali menuntut Rosenstein dan pejabat Departemen Kehakiman lainnya untuk menyerahkan informasi pada inti penyelidikan Mueller. Sejumlah anggota Kaukus Kebebasan yang berhalauan konservatif telah melangkah jauh hingga menyusun artikel-artikel impeachment terhadap Rosenstein karena penolakannya memenuhi tuntutan tertentu.

Karena kedudukannya sebagai partai minoritas yang selalu dihambat untuk memajukan RUU, Demokrat justru mempertimbangkan serangkaian tindakan yang dapat mereka lakukan jika mereka yakin hasil penyelidikan Mueller berada dalam ancaman langsung, mulai dengan membangun tekanan kepada politisi GOP yang juga berkepentingan memenangkan pemilu sela – untuk berbuat lebih banyak.

Karena mereka telah mengeluarkan scenario-skenario potensial yang bisa mereka ambil dalam waktu dekat, anggota DPR asal Demokrat Raskin dapat membuktikan dirinya sebagai tokoh kunci.

Jika Trump memecat Mueller atau Rosenstein di saat reses – ketika anggota Kongres tersebar di daerah pemilihan masing-masing – Raskin yang berasal dari luar Washington akan bergerak cepat ke Capitol dan memaksa anggota DPR lainnya berkumpul untuk bergerak mendatangi kantor Mueller dan memastikan tidak ada seorang pun – termasuk suruhan pejabat Gedung Putih – merusak dokumen dan barang bukti lainnya hasil penyelidikan Mueller.

“Kami berusaha untuk yang terbaik dan bersiap untuk yang terburuk di setiap kesempatan,” ujar Raskin tentang apa yang akan dilakukan apabila Trump memecat Trump.[] Sumber NBC News

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here