Ini Sosok Robert Mueller yang Bisa Menjatuhkan Trump

0
957
Penasehat Khusus Robert Mueller yang bertugas mengawasi penyelidikan tentang dugaan keterlibatan Rusia dalam Pemilu Presiden AS 2016 Foto Wikipedia

Nusantara.news, Jakarta – Penasehat Khusus Robert Mueller yang diberi kewenangan melakukan investigasi atas dugaan keterlibatan Rusia dalam Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) 2016 berpotensi menjadi ancaman bagi keberlangsungan jabatan Presiden AS Donald Trump. Tidak mengherankan apabila Trump tidak suka dengan sosok ini.

Bahkan dikabarkan, sejak Juli 2017 lalu Trump memerintahkan Penasehat Gedung Putih mencari cara agar Mueller dipecat, tapi tindakan ini ditentang oleh para penasehat hukumnya sendiri. Donald McGahn, satu di antara penasehat hukumnya pemecatan terhadap Mueller akan memicu dampak bencana pada jabatan Trump itu sendiri.

Mueller yang juga mantan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI/Federal Bureau of Investigation) sejak Mei 2017 ditunjuk sebagai Ketua Tim Investigasi tentang dugaan keterlibatan Rusia dalam Pemilu Presiden AS 2016 yang memenangkan Trump. Sejauh ini, baik Presiden AS Donald Trump maupun Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyangkal tudingan itu.

Penunjukkan itu terjadi setelah Trump memecat Direktur FBI James Comey. Dalam penyelidikan tentang keterlibatan Rusia, Mueller memeriksa orang-orang dekat Trump dan menelisik ada tidaknya obstruction of justice (tindak pidana menghalang-halangi keadilan) yang diduga dilakukan oleh Donald Trump.

Saat berita ditulis Trump sedang berkunjung mengikuti Forum Ekonomi Dunia (WEF/World Economic Forum) di kota Davos, Swiss. Trump yang kebijakan ekonominya cenderung anti pasar bebas dijadwalkan akan pidato dalam forum ini.

Rencana pemecatannya sudah didengar Mueller. Namun tim yang dibentuknya justru semakin gencar mewawancarai sejumlah pejabat Gedung Putih yang dulu maupun sekarang, tulis New York Times dalam laporannya.

Tidak tanggung-tanggung, sekitar Juli lalu sempat beredar isu tentang Mueller yang tidak pantas menjadi Ketua Tim Investigasi Skandal Rusia, karena Mueller memiliki tiga konflik kepentingan terhadap pribadi Donald Trump.

Pertama, Mueller dituding meninggalkan keanggotaannya di Trump Golf Club di Sterling, Virginia, pada 2011 karena ada sengketa soal pembayaran. Kedua, Mueller sulit bersikap netral karena sebelumnya dia pernah bekerja di Firma Hukum milik Jared Kushner, menantu presiden. Dan terakhir, Mueller pernah ikut tes wawancara untuk kembali menjadi Direktur FBI sehari sebelum ditunjuk menjadi penasehat khusus pada Mei 2017.

Gedung Putih tidak menanggapi laporan New York Times (NYT) yang bersumber dari keempat pejabatnya yang pernyataannya dikutip namun tidak disebutkan namanya. Selain NYT, Washington Post juga menampilkan berita rencana pemecatan Mueller yang bersumber dari dua pejabat Gedung Putih.

Namun dengan pertimbangan tindakan pemecatan akan memberikan amunisi politik bagi Partai Demokrat dan sebagian Senator Republik yang tidak suka Trump sebagai tindakan menghalangi keadilan yang bisa berujung pemakzulan, maka rencana pemecatan itu diurungkan. Trump sendiri pada Desember 2017 membantah tentang rencana itu.

Birokrat Karir

Sosok Robert Mueller sendiri sudah lama berkarir di dunia penegakan hukum di negeri paman Sam. Pria yang bernama asli Robert “Bob” Swan Mueller III itu kelahiran New York City, 7 Agustus 1944. Tapi Mueller dibesarkan di wilayah dekat Philadelphia. Saat teman sekolahnya di Princeton meninggal dunia dalam perang Vietnam, dia terinspirasi untuk bergabung dengan Korps Marinir.

Sebagai komandan peleton senapan dalam perang Vietnam, Mueller menerima medali Purple Heart dan Medali Perunggu Combat “V” untuk kepahlawanan. Setelah perang berakhir Mueller menyelesaikan sekolah hukumnya di University Virginia pada 1973. Setelah itu, Bob, begitu panggilan sehari-harinya, bekerja di perusahaan swasta di San Francisco. Di kota itu pula Bob meniti karir sebagai Asisten Jaksa pada 1976.

Dia seorang Republikan yang berkarir di lingkungan Departemen Kehakiman sebelum diangkat menjadi Direktur FBI oleh Presiden AS George W Bush pada 2001. Mestinya Bob pensiun pada 2011, namun saat Barrack Obama dilantik menjadi Presiden AS pada Januari 2009, atas persetujuan Senat dengan suara mutlak jabatan Bob diperpanjang hingga 2013. Bob adalah Direktur FBI terlama kedua setelah J. Edgar Hoover.

Sebelum menduduki jabatan bergengsi Direktur FBI, Bob Mueller pernah menjabat Asisten Jaksa Agung AS untuk Divisi Pidana dan pernah pula menduduki Wakil Jaksa Agung. Di usianya ke-73 saat menikmati masa pensiun Mueller diangkat oleh Wakil Jaksa Agung AS Rod Rosenstein sebagai penasehat khusus yang mengawasi investigasi tentang dugaan keterlibatan Rusia dalam Pemilu Presiden AS 2016.

Mueller menjabat Direktur FBI seminggu sebelum terjadinya serangan teroris pada 9 September 2001. Awal masa jabatannya di FBI dihabiskan untuk mengembalikan reputasi FBI yang kala itu dinilai gagal mendeteksi serangan teroris. Lebih dari itu, kendati dia seorang Republikan namun dalam bertindak dia dikenal lurus dan hanya mengikuti kata hatinya.

Tidak Bisa Diintimidasi

Isu tentang pemecatan dirinya bukan sekarang ini saja. Tahun 2004 dia pun dikabarkan akan dipecat oleh Presiden George W Bush. Kala itu Mueller menentang Bush yang mencoba mengembalikan program paska 9/11 yang memungkinkan program penyadapan tanpa surat perintah pengadilan yang ditentukan oleh Departemen Kehakiman tidak sah.

Kala itu, Direktur FBI Mueller, dengan didukung Wakil Jaksa Agung James Comey dan Jaksa Agung John Ashcroft menentang rencana itu. Mereka bertiga akan mengundurkan diri secara bersamaan apabila Presiden memaksakan kehendaknya. Akhirnya mereka sepakat tetap menduduki jabatannya setelah Bush bersedia mengalah.

Mueller dan mantan Direktur FBI Comey yang dipecat Trump pada Mei 2017, ungkap Garret Graf yang menulis buku biografi Mueller, adalah sekutu dekat. Graf menggambarkan sosok Mueller dikenal “sangat lurus dan sempit”.  Karena selama menjadi penyidik Bob dikenal sebagai sosok yang memiliki reputasi sulit diajak kompromi.

Selama bertugas memimpin Divisi Kriminal Departemen Kehakiman (1990-1993), Bob bertugas mengawasi penyelidikan atas pemboman maskapai Pan Am tahun 1988 di Lockerbie, Skotlandia. Bob Mueller juga pernah menangani kasus narkoba yang melibatkan mantan diktator Panama Manuel Noriega.

Kolega lamanya, David Kris menggambarkan Mueller sebagai sosok yang tidak bisa diintimidasi. Meskipun karirnya terhitung biasa-biasa saja, tidak ada prestasi yang layak disebut membanggakan, namun dia seorang manusia yang memiliki integritas. Begitu tulis David Kris di blog Lawfare, Bookings Institute.

“Dia dikenal di FBI karena selalu mengenakan kemeja putih, setelan gelap dan dasi merah atau biru dan akan menegur staf di kantor yang tidak mengenakan kemeja putih seperti dirinya,” tulis Kris.

Saat diangkat menjadi Direktur FBI, suaranya disetujui Senat dengan perbandingan 98-0. Dan saat memperpanjang jabatannya dari 10 tahun menjadi 12 tahun, dia mendapat persetujuan Senat dengan perbandingan suara 100 – 0. Maka dia juga menjadi Direktur FBI sepanjang periode pertama pemerintahan Barrack Obama.

Untuk menghindari konflik kepentingan untuk jabatan barunya sebagai penasehat khusus, Bob Mueller melepaskan jabatan dari pekerjaan di firma hukum WilmerHale di Washington yang dijalaninya sejak pensiun dari jabatan Direktur FBI. Rupanya Bob telah menghitung anak perempuan Trump, Ivanka, dan menantunya Jared Kushner serta Ketua Kampanye Paul Manafort yang pernah menjadi klien perusahaannya.

Terbukti, selama memimpin investigasi, Bob berhasil mendakwa Paul Manafort dan kolega bisnisnya Rick Gates dalam 12 kasus kejahatan, termasuk di dalamnya persekongkolan dengan Rusia dan tindak pidana pencucian uang. Dua mantan tim kampanye Trump lainnya sudah mengaku bersalah telah berbohong kepada penyidik FBI.

Jadi memang, Trump tidak bisa tidur tenang dengan adanya sosok yang tegas dan tidak mudah diintimidasi ini. Apalagi sekedar dibully sebagai “perburuan penyihir” yang dicuitkan Trump lewat akun Twitter miliknya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here