Ini Terobosan Anak Muda Atasi Masalah UMKM di Kota Malang

0
136
Foto UMKM (Sumber: Bisnis/ Wahyu Sulistyawan)

Nusantara.news, Kota Malang – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang merupakan penyangga sekaligus pendongkrak ekonomi rakyat menengah ke bawah ini memiliki berbagai masalah yang membuatnya sulit berkembang.

Kelompok pemuda di Kota Malang yang namanya terdengar bombastik “Pahlawan Digital” ini siap memberikan solusi bagi pengembangan UMKM di Kota Malang.

Public Relations Pahlawan Digital, Yukiko Ayu Kartika Larasati menjelaskan bahwa perlunya pengembagan UMKM dengan marketing atau pemasaran penjualan secara online.

“Jadi jangkauan pasar konsumen kita tidak hanya offline yang notabene ruang lingkupna kedaerahan saja, namun jika online bisa hingga keseluruh Indonesia bahkan sampai Internasional,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (7/11/2017).

Berdasar informasi yang didapatkan bahwa kondisi UMKM di Kota Malang masih belum sepenuhnya Go Online. Bahkan total lebih dari 70 ribu UMKM yang ada, masih 30 persen yang sudah memanfaatkan penasaran melalui online.

“Padahal, Go online merupakan salah satu pemasaran paling ampuh yang saat ini patut diperhitungkan. Peluang diyakini tercipta lebih besar melalui pola berjualan yang memanfaatkan teknologi tersebut,” imbuh Mahasiswi FISIP Universitas Brawijaya tersebut.

Namun sayangnya, memang masih ada berbagai permasalahan lain yang sampai saat ini masih menghantui pelaku UMKM. Dari hasil kajian yang dilakukan tim #PahlawanDigital, ada lima permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM.

Permasalahan utama yang dihadapi oleh UMKM, selain pemasaran permasalahan distribusi barang yang juga menjadi permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM. Pemasaran produk sejauh ini hanya dilakukan melalui promosi mulut ke mulut. Sedangkan kondisi di lapangan, lelaku UMKM hanya teratok pada kualitas produk tanpa memikirkan cara jitu dalam mendistribusikan dagangannya.

Berkaitan dengan Pemasaran Online.Cara pemasaran online pun juga masih menjadi tantangan UMKM saat ini.

“Kurangnya pengetahuan sampai dengan adaptasi terhadap internet dan perkembangan teknologi yang dialami pelaku UMKM yang mayoritas didominasi oleh Generasi X ini, menjadi tantangan dan masalah yang harus dibantu oleh anak muda,” pungkasnya

Selain itu, dia menjelaskan juga permasalahan yang berkaitan dengan permodalan. Banyak pelaku UMKM yang yakin bahwa perusahaannya akan tumbuh dan dapat memperluas pemasaran, namun terkendala dari sisi modal yang terbatas. Bahkan sebagian dari UMKM masih belum tersentuh lembaga keuangan.

“Banyak dari UMKM mengambil jalan untuk memanfaatkan lembaga keuangan mikro walaupun dengan beban dan resiko yang cukup berat, itu yang perlu diperhatikan bagi Dinkop UMKM Kota Malang,” pungkas Yukiko

Perizinan kepemilikan badan hukum juga menjadi salah satu masalah bagi para pelaku UMKM, pengetahuan dan pemahaman mengenai aspek legalitas dan perizinan, termasuk persyaratan sampai dengan bagaimana proses yang ditempuh dalam proses pengurusannya.

“Pembukuan yang Masih Manual kesulitan dalam memperhitungkan omset, laba kotor sampai dengan laba bersih. Karena pembukuan yang masih manual seringkali menghambat bisnis UMKM untuk dapat berkembang dan scale up,” katanya

Data pembukuan yang dianggap sepele sebenaranya sangat bermanfaat bagi suatu perusahaan bisa dimana sebagai alat ukut keberhasilan dan merencanakan strategi perusahaan kedepannya.

Pihaknya saat ini akan membantu dan melakukan pendampingan pada para pelaku UMKM untuk Go Online, yakni membantu mengembangkan para pelaku UMKM dalam hal distribusi dan pemasaran secara online.

“Karena dengan mengembangkan para pelaku UMKM, hal ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kelas menengah kebawah,” tutupnya. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here