Ini Terobosan Jatim, Tingkatkan Kualitas Peternak Sapi Perah

0
369

Nusantara.news, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuat program prioritas, salah satunya yakni pemberian bantuan minifeedmil, yakni penguatan kelompok peternak sapi perah, melalui penambahan indukan sapi perah impor dan Inseminasi Buatan (IB), pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan menular pada sapi perah, dan peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan.

“Penambahan populasi sapi perah perah impor di Jatim pada tahun 2015 mencapai 486 ekor,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, di acara RAT Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan 2016, di Desa Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/02/2017).

Pemprov Jawa Timur, lanjut Gus Ipul, panggilan akrap Saifullah Yusuf juga memfasilitasi peternak mendapatkan bantuan pembiayaan dengan kredit bunga murah, sekitar 9 persen per tahun disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Jawa Timur juga menggalakkan program premi asuransi sapi oleh lembaga asuransi ternak, resiko yang dijamin, kematian dan kehilangan. Dari total premi Rp200 ribu pemerintah memberikan bantuan subsidi 80 persen atau Rp160 ribu, dan peternak hanya membayar Rp40 ribu per ekor, per tahun. Untuk kebutuhan sapi indukan bagi peternak, pihaknya berharap perusahaan produksi susu bisa membantu peternak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Itu penting, idealnya peternak memiliki 9 atau 10 ekor sapi perah. Dan, pemerintah juga akan melakukan seleksi bagi peternak yang sapinya masih kurang. Intinya bagi peternak besar jangan diganggu, peternak di tingkat menengah difasilitasi, dan peternak kecil diberi bantuan. Sehingga kebutuhan konsumsi susu masyarakat bisa terpenuhi,” jelas Gus Ipul.

Saat ini, lanjut Gus Ipul, pemerintah bersama peternak dan pengusaha harus bekerjasama guna meningkatkan kualitas produksi susu. Karena dengan bentuk kerjasama yang baik akan mampu menaikkan kesejahteraan peternak.

“Jika susu yang dihasilkan peternak berkualitas, maka pengusaha akan membeli dengan harga mahal. Disinilah tugas pemerintah memfasilitasi mulai dari bantuan indukan hingga makanan. Karenanya hubungan antara pemerintah, peternak dan pengusaha tidak boleh terpisahkan,” tegasnya.

Jika semua ini terjalin dengan baik, maka akan mampu memenuhi kebutuhan susu nasional, khususnya di Jawa Timur.

Dari data yang ada, kebutuhan susu di Jawa Timur per hari sebanyak 2 ribu ton, sedangkan produksinya hanya 1.300 ton. Sisanya, oleh perusahaan harus dilakukan melalui impor susu.

“Kekurangan kebutuhan susu ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi investor. Sebab Jatim merupakan lokasi yang tepat untuk menjadi sentra sapi nasional, karena populasi sapi di Jatim 50 persen dari populasi nasional. Harapannya, impor sapi bisa dikurangi,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here