Ini WarBag Pelindung Warga Korsel dari Perang Nuklir

0
300
Penampakan WarBag yang dipercaya dapat melindungi pemakainya dari radiasi nuklir selama 72 jam FOTO 9NEWS

Nusantara.news, Seoul – Kendati 58 persen warga Korea Selatan (Korsel) yakin tidak akan terjadi perang, namun sebagian mulai cemas perang akan meletus. Mereka pun memborong WarBag yang dipercaya dapat melindunginya dari radiasi nuklir.

Kecemasan sebagian warga Korsel beralasan. Sejak satu pekan terakhir patroli udara tentara Amerika Serikat (AS) terlihat semakin gencar di Semenanjung Korea. Sebut saja pesawat pembom B 1B Lancer dan jet tempur F 35B milik AS terbang bersama pesawat tempur Korea Selatan F 15K. Patroli udara itu memicu spekulasi kemungkinan serangan AS ke Korea Utara.

Namun Presiden Donald Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (26/9) kemarin lusa menegaskan, serangan militer yang akan meluluh-lantakkan Korea Utara (Korut) itu bukan pilihan utama. “Kami secara total mempersiapkannya sebagai pilihan kedua, bukan pilihan utama,” tandas Trump,

“Namun bila kami mengambil pilihan itu, itu dapat membinasakan Korut. Itu disebut pilihan militer. Jika kami harus mengambilnya, kami akan lakukan,” ancam Trump yang bertekad mengisolasi perekonomian negeri yang diimpin Kim Jong-un itu secara total.

Embargo Ekonomi

Sejak kemarin pemerintah AS menerapkan sanksi pada delapan bank Korut dan 26 orang terkait pada hari yang sama. Dua bank yang disasar seperti Foreign Trade Bank dan The Central Bank of the Democratic People’s Republic of Korea.

Sanksi itu dilakukan, ujar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, sebagai satu di antara upaya damai menekan pengembangan senjata nuklir Korea Utara. “Ini adalah peningkatan strategi untuk mengisolasi Korea Utara secara penuh dalam upaya membangun perdamaian dan denuklirisasi Semenanjung Korea,” terangnya.

Semua properti dan kepentingan milik perusahaan maupun individu yang nekad bekerjasama dengan Korut sudah dibekukan dari mayoritas sistem keuangan global. Sanksi baru itu juga mentargetkan bank – bank milik Korut di Cina, Rusia, Libya, dan Uni Emirat Arab.

Pemberian sanksi itu juga sebagai tindak lanjut dari sanksi ekonomi yang dijatuhkan PBB kepada Korut pada (11/9) lalu, antara lain mengurangi pasokan minyak dan bahan bakar ke Korut dan mengurangi pembelian tekstil dari negara itu. Selama ini tekstil menjadi sumber pasokan uang asing Korut untuk berdagang dengan negara lain, khususnya China dan Rusia.

Kendati telah diisolasi secara ekonomi, namun pemerintah AS mendeteksi belum adanya perubahan sikap dari Korut. Bahkan pesawat-pesawat Korea Utara dideteksi oleh milier Korsel dipindahkan ke bagian timur.

WarBag Laris

Ketegangan itu memicu was-was warga Korsel. Beberapa di antaranya bahkan membeli ransel untuk kelangsungan hidup dari perang nuklir atau yang lebih dikenal dengan nama WarBag.

WarBag yang dibeli oleh sejumlah artis dan warga Korea itu selanjutnya dipamerkan ke media sosial, diantaranya dalam bentuk video yang diunggah ke YouTube. Mesin pencarian google menyebut, pencarian untuk kata kunci WarBag menghasilkan lebih dari 7.400 video yang diunggah sejak awal tahun.

Bintang lawak Korsel, Kang Yoo-mi, juga memposting video berjudul, “Saya telah membeli sebuah WarBag!”. Dalam tempo kurang dari satu bulan, unggahan videonya sudah ditonton 560 ribu YouTuber.

Alasannya membeli WarBag karena Yao-mi mengaku tidak bisa menggali tempat perlindungan bom. “Tapi setidaknya saya bisa melakukan banyak persiapan ini, dan juga (jika perang pecah), saya benar-benar bisa bertahan,” ujarnya pada Selasa (26/9) kemarin lusa,

Video-video tentang WarBag, termasuk yang diunggah Yoo-mi sangat disukai warga Korsel. Video-video itu sangat membantu dalam mendidik orang tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi perang. Namun yang lain pesimis, mengatakan tidak banyak yang bisa mereka lakukan jika bom itu adalah nuklir.

Ada beragam jenis WarBag yang dijual ke pasar. Tapi umumnya ada ransum makanan, perlengkapan pertolongan pertama, alas tidur ringan dan radio yang dioperasikan dengan tangan. Ada juga yang berisi masker gas beracun, tergantung harganya.

Mengutip keterangan pengelola situs belanja online Auction, penjualan WarBag meningkat 77 persen sejak negeri tetangganya melakukan uji coba nuklir keenamnya. Begitu juga dengan penjualan radio portable yang meningkat 46 persen.

Tapi umumnya warga Korsel yang terjebak perang nuklir antara Korut dan AS bersikap pesimis dalam menghadapi resikonya. Terlebih setelah Trump dan Jong-un terlibat perang kata-kata. Maka Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korsel juga menghimbau agar warga membeli WarBag.

Setidaknya dengan satu WarBag per keluarga akan mempertahankan kelangsungan hidup pemakainya hngga 72 jam.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here