Ini yang Dibicarakan Trump dan Xi Jinping di Beijing

0
163
Donald Trump dan Xi Jinping

Nusantara,news, Jakarta – Tidak seperti hari-hari sebelumnya, Trump begitu keras mengecam pemimpin China tentang Korea Utara dan perdagangan. Begitu bertemu pandang, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru memuji pemimpin China Xi Jinping.

Toh begitu Trump tetap mendesak pemimpin China itu lebih serius membujuk Korea Utara melakukan de-Nuklirisasi. Hal yang mengejutkan, Trump tidak menyalahkan China terkait surplus perdagangan China. Padahal sebelumnya dia mengecam China yang tidak fair dalam melakukan perdagangannya dengan Amerika.

Trump di Lapangan Merah

Namun Xi lekas tanggap dan berjanji China akan menurunkan hambatan masuk pasar dalam negerinya ke beberapa sektor.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media, Presiden AS berkunjung ke  Beijing saat melakukan kunjungan kenegaraan ke 5 negara di Asia. Kedua pemimpin terlibat dalam diskusi serius pada Kamis (9/11) ini dalam suasana yang penuh persahabatan.

China berjanji akan menurunkan hambatan masuk pasar di sektor perbankan, asuransi, dan industri sekuritas dan juga secara bertahap mengurangi tarif masuk produk otomotif, ungkap sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri China.

Tawaran nilai perdagangan kedua negara sebesar 250 miliar dolar AS telah diumumkan, meskipun tidak jelas apakah itu nilai perdagangan yang sudah terjadi diantara dua negara atau potensi yang bisa ditransaksikan di masa depan.

Hal yang menyolok, kedua pemimpin itu, Trump dan XI, masing-masing berpidato dua kali sepanjang hari Kamis untuk bicara khususnya denuklirisasi Korea Utara dan perdagangan.

Tentang Krisis Korea

Tentang ancaman nuklir Korea Utara turut mendominasi pembicaraan diantara kedua negara. Sebab China adalah pendukung utama perekonomian Korea Utara. Untuk itu Trump berharap China dapat memainkan peran yang lebih dalam ” memperbaiki masalah ini dengan mudah dan cepat”, mengacu pada program nuklir Korea Utara.

Dia menambahkan: “Saya meminta [Tuan Xi] untuk bekerja sangat keras, saya tahu satu hal tentang presiden Anda, jika dia bekerja dengan keras, itu akan selesai.” Toh demikian Trump mengucapkan terima kasih kepada Beijing yang beberapa kali berusaha membatasi perdagangan dengan Pyongyang.

Menanggapi desakan Trump, Xi dengan kalem mengatakan, bahwa kedua belah pihak akan “terus bekerja menuju” menerapkan sanksi PBB dan “perdamaian abadi” sepenuhnya di semenanjung Korea.

Trump sebelumnya telah mengkritik China karena tidak berbuat cukup untuk menekan Korea Utara, dan melakukan tweet pada bulan Juli bahwa Beijing melakukan “TIDAK ADA untuk kita dengan Korea Utara, hanya berbicara”.

Sebelum kedatangannya di Beijing, dia mendesak China untuk memutuskan hubungan dengan Korea Utara. Beijing secara konsisten mengatakan akan melakukan semua yang bisa dilakukan.

Tentang Perdagangan

Tentang perdagangan yang sebelumnya disebut tidak adil, Trump kali ini berkelit dengan menyalahkan pemimpin-pemimpin AS sebelumnya.

“Saya tidak menyalahkan China – bagaimanapun juga, siapa yang bisa menyalahkan negara karena memanfaatkan negara lain demi keuntungan warganya … Saya justru memberi China kredit besar,” ujar Trump sambil berbicara di sebuah ruangan pemimpin bisnis.

Sebagai gantinya, pemimpin AS justru menyalahkan pemerintah AS sebelumnya yang mesti bertanggung jawab atas apa yang dia sebut sebagai “hubungan perdagangan yang sangat tidak adil dan sepihak” dengan China.

Sebelum menjabat, Trump tidak menahan diri dari retorika anti-China yang bermusuhan dan dia mengeluh tentang apa yang baru-baru ini disebut defisit perdagangan “mengerikan” dan “memalukan” dengan China.

Dia sebelumnya menuduh China mencuri pekerjaan orang Amerika dan mengancam untuk melabelinya sebagai manipulator mata uang, meskipun sempat terhenti namun acap kali retorika berkali-kali dia ucapkan.

Sedangkan Xi pada hari Kamis (9/11) itu menjanjikan hubungan perdagangan yang lebih  “sehat” dan “seimbang” diantara kedua negara. Pemimpin China itu juga menambahkan “kerjasama adalah satu-satunya pilihan yang benar dan hanya situasi win-win solution sebagai kunci untuk menghasilkan masa depan yang lebih baik”.

Kedua pemimpin itu juga berjanji akan bekerja sama dalam menangani terorisme dan perdagangan narkoba. Dalam pertemuan itu juga Trump menegaskan kembali sikap pemerintah AS yang tetap menjunjung tinggi kebijakan “satu China”.

Memuji Xi

Sejak tiba di Beijing, Mr Trump telah mengeluarkan “jurus maut” memuji pemimpn China Xi Jinping. Saat bersalaman pun Trump berucap, “Anda adalah orang yang sangat istimewa.”

Pujian-pujian Trump yang sangat antusias juga dia postng lewat akun Twitter miliknya. Padahal, Twitter sangat dilarang di China. Namun “kicauan” Trump yang bernada pujian bisa terbaca di akun twitter miliknya.

Trump terbang ke Beijing pada hari Rabu dan disambut dengan kemegahan dan upacara besar, dalam apa yang disebut sebagai “kunjungan kenegaraan”.

Dia akan menghadiri acara makan malam kenamaan pada hari Kamis.Dia telah tweet beberapa kali sejak tiba di China – dimana Twitter dilarang. Namun seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada wartawan bahwa dia akan “memosting apapun yang dia mau”.

Sebagai bagian dari perjalanannya ke Asia, Mr Trump telah mengunjungi Korea Selatan dan Jepang, dan akan melanjutkan perjalanan ke Vietnam dan Filipina pada akhir minggu ini. Kenapa Trump tidak berkunjung ke Indonesia? Nah, itu dia persoalannya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here