Ini Yang Perlu Diketahui Sebelum Berwisata ke Goa Pindul

0
251
Goa Pindul yang tidak pernah sepi peminat telah membawa berkah warga setempat. Tapi sayang petunjuk lokasi baik di google map maupun spanduk di setiap perempatan masih membingungkan karena tidak adanya petunjuk arah resmi dari Dishub di sekitar lokasi yang banyak sekali jalan dengan karakter mirip/Foto Marlin Dinamikanto

Nusantara.news, Wonosari – Sepuluh tahun silam Goa Pindul hanya dikenal oleh penduduk sekitar Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Baru sejak 10 Oktober 2010 Goa Pindul secara resmi ditetapkan sebagai obyek wisata minat khusus oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Namun kini popularitas Goa Pindul sangat luar biasa. Di Solo saat Nusantara.news menginap di sebuah hotel bintang empat telah tersedia brosur paket perjalanan wisata ke Goa Pindul dengan paket harga Rp.300 ribu per orang. Informasi rute perjalanan ke arah Goa Pindul dari berbagai kota di Yogyakarta dan Jawa Tengah juga sudah menyebar di berbagai situs online.

Memang, banyak pintu masuk ke Goa Pindul yang kadang membingungkan. Dari Kecamatan Karangmojo saja bisa masuk lewat Desa Wiladeg, Ngawis, Plumbungan, dan Jatiayu. Bisa juga dari Kota Wonosari ke arah Grogol atau dari Kecamatan Semin, Kecamatan Ngawen dan Kecamatan Nglipar. Semua jalan menuju lokasi sudah beraspal. Salah-salah anda bingung di setiap persimpangan, karena bentuk jalannya nyaris sama.

Peta Goa Pindul

Di google map saja bertebaran nama goa pindul, 
padahal itu alamat operator. Apa tidak membingungkan?

Kalau pun ada petunjuk biasanya dibuat oleh “swasta”. Arahnya bukan ke mulut goa melainkan menuju kantor operator yang menyewakan ban, jaket pelampung dan jasa pemandu. Jadi bukan petunjuk resmi dari Dinas Perhubungan Pemkab Gunungkidul. Petunjuk di google map juga membingungkan. Di sana ada banyak goa pindul yang sebenarnya adalah kantor-kantor operator. Datanya diunggah sendiri oleh masing-masing operator yang memberikan tanda di google map.

Gambar terkait

Goa yang sesungguhnya aliran sungai bawah tanah ini memiliki panjang sekitar 350 meter. Penyusuran ditempuh dalam waktu 40-60 menit. Lebar antar sisi dinding rata-rata 4 meter, ketinggian dari permukaan air ke dinding gua mencapai 5 meter dan kedalaman air antara 1-12 meter. Untuk itu pengunjung yang menyusuri goa wajib mengenakan ban dalam (tube), jaket pelampung dan dikawal pemandu. Fasilitas itu bisa didapatkan dengan membayar Rp35 ribu per orang.

Di seberang goa anda akan dijemput mobil menuju tempat parkir kendaraan atau tempat yang anda inginkan. Bagi yang hendak rafting biayanya Rp45 ribu per orang. Kalau paket lengkap Tubing dan Rafting tarifnya Rp80 ribu ditambah retribusi menjadi Rp90 ribu per orang. Jadi kalau paket lengkap, termasuk makan siang biayanya Rp110-Rp125 ribu per orang. Tinggal pilihan menunya.

Hasil gambar untuk homestay goa pindul

Bagi yang hendak menginap atau bahkan tinggal lama, misalnya anda asli Gunungkidul yang hendak berziarah namun tidak lagi memiliki rumah keluarga, di sekitar obyek wisata sudah ada 5 homestay yang bisa diakses lewat Traveloka. Anda juga bisa menginap ke rumah-rumah penduduk dengan tarif yang sudah pasti terjangkau. Biaya hidup di sana relatif jauh lebih murah ketimbang di Pulau Bali, misalnya.

Kontribusi obyek wisata Goa Pindul terhadap PAD Gunungkidul juga terhitung lumayan. Akhir April 2017, tepatnya Sabtu (29/4) lalu Nusantara.news bertandang ke sana. Saat bertanya ke salah satu operator penyewaan baju pelampung, ban bekas dan perangkat rafting sekaligus pemandu, hingga pukul 15.00 tercatat sudah 700 wisatawan yang menggunakan jasanya. Itu baru dari satu operator. Sedangkan di Goa Pindul ada 11 operator yang mengorganisasi kegiatan serupa.

“Masih ada dua bus yang ditunggu. Sekitar 80 orang lagi,” kata Mamat, bekas Kepala Pengamanan Goa Pindul yang sedang kongkow di kantor operator itu. Mengutip keterangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul dari sebuah media online pada liburan 12 April 2017 lalu, pengunjung di obyek wisata Goa Pindul hingga pukul 12.00 siang mencapai 8 ribu orang. Sampai jam 17.00 diperkirakan bisa mencapai 11 ribuan.

Untuk menyusuri gua tidak bisa langsung masuk ke pintu goa dengan membawa peralatan sendiri, melainkan harus lewat operator. Maka sebelumnya perlu orientasi (pengenalan) tentang operator yang hendak dituju. Yang mengerti tentang itu tentunya biro wisata. Bahkan sudah disiapkan paket-paket tour ke Goa Pindul dari yang paket hemat hingga paket boros.

“Marketing kami biasanya biro wisata, bisa juga guru sekolah, ibu-ibu arisan atau pengurus Karang Taruna. Anda pun kalau mau juga bisa. Tapi yang jelas dari kami paket lengkap termasuk makan paling murah per orang Rp110 ribu. Tergantung menu makannya. Kalau marketing menjual ke wisatawan Rp150 ribu di luar sewa bus, itu sudah rejeki mereka. Biasanya ada juga biro wisata yang cash back ke kami Rp10 ribu per orang. Lumayanlah,” terang Mamat.

Secara resmi ada 4 operator yang ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Gunungkidul, masing-masing Dewa Bejo, Wira Wisata, Panca Wisata dan Tunas Wisata. Namun kini sudah menjadi 11 operator. Oleh Pemkab para operator diorganisasi dalam wadah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan kewenangan dalam batas pramuwisata, pemandu, pengelola parkir dan kuliner yang masing-masing harus menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Jadi memang, banyak jalan menuju Goa Pindul, maka pilih cara yang lebih mudah dan pasti untuk anda bisa menyusuri goa pindul (Cave Tubing). Informasi tentang Goa Pindul lainnya baca artikel “Ini 5 dari 10 Cerita Menarik Tentang Goa Pindul” Bagian 1 dan Bagian 2 hanya di Nusantara.news. Selamat berwisata. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here