Inilah Negara-negara di Dunia yang Memindahkan Ibu Kotanya

0
381
Lansekap Putrajaya, ibu kota pemerintahan Malaysia yang pindah dari Kuala Lumpur

Nusantara.news – Wacana pemindahan ibu kota Republik Indonesia kembali mencuat di tengah gejolak politik yang menghangat serta kondisi ekonomi Negara yang belum membaik. Ketimpangan ekonomi masih sangat terasa di tengah masyarakat, apalagi sejumlah subsidi seperti bahan bakar minyak maupun listrik, yang menyentuh langsung hajat hidup rakyat, terus dikurangi.

Pemindahan ibu kota membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi Pemerintah Joko Widodo juga tengah gencar membangun infrastruktur yang menyedot sebagian besar anggaran Negara. Banyak orang mungkin setuju bahwa Jakarta sudah tidak layak lagi sebagai ibu kota karena tingkat kepadatan penduduk dan kemacetan yang luar biasa, tapi apakah pemindahan ibu kota merupakan hal realistis dilakukan dalam waktu dekat?

Bagaimana dengan biayanya? Pemerintah menyatakan akan menggandeng swasta, tapi bagaimana dengan risiko ekonomi dan politiknya? Misalnya jika swasta itu didominasi modal asing, karena pembangunan ibu kota baru tentu membutuhkan biaya sangat besar.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) masih mengkaji rencana pemindahan ibu kota. Kajian meliputi dua hal utama, yaitu total kebutuhan pembiayaan dan skema pembiayaannya.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah ingin seminimal mungkin menggunakan APBN dalam rencana pemindahan ibu kota. Dengan demikian, menurut Bambang, pemerintah akan mendorong sektor swasta dalam pendanaan rencana tersebut.

Menurut kepala Bappenas itu, Pemerintah juga masih mencari lokasi ibu kota baru yang cocok, yang kepemilikan tanahnya berada di tangan Pemerintah. Bambang menargetkan, tahapan pemindahan ibu kota sudah bisa dimulai tahun 2018.

Selain ketidak-layakan kota Jakarta yang menjadi pertimbangan, pemerintah juga berkaca pada negara-negara yang memisahkan ibu kota negara dengan pusat bisnis. Ambil contoh Amerika Serikat, yang memindahkan ibu kota dari New York ke Washington. Lalu Australia, memindahkan ibu kota dari Melbourne ke Canberra. Demikian juga negeri jiran Malaysia yang memindahkan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya.

Ibu kota sebuah negara sering kali dipilih kota yang sangat padat penduduknya, dimana banyak sejarah telah dibuat di kota itu karena adanya fungsi politik dan ekonomi tingkat tinggi, seperti Jakarta.

Tapi banyak pula pemerintah suatu negara memilih memindahkan ibu kota dari kota yang padat ke wilayah lain yang masih relatif baru. Pemindahan ibu kota negara di dunia telah dilakukan ratusan kali sepanjang sejarah. Dari mulai orang-orang Mesir kuno, Romawi, dan Cina sering mengubah ibu kota negara mereka.

Beberapa negara memindahkan ibu kota dengan alasan karena lebih mudah dipertahankan dalam masa invasi atau perang. Biasanya, ibu kota baru direncanakan dan dibangun di daerah yang sebelumnya belum dikembangkan untuk memacu pembangunan. Ibu kota baru juga kadang-kadang di pilih daerah yang dianggap relatif netral dari kelompok etnis atau agama tertentu yang saling bersaing, karena dapat mengganggu persatuan, keamanan, dan kemakmuran.

Berikut beberapa negara yang pernah melakukan perpindah ibu kota sepanjang sejarah modern:

  1. Amerika Serikat

Pemindahan ibu kota AS terjadi sekitar dua abad lalu. New York ketika itu berperan sebagai ibu kota sekitar 5 tahun, dari 1785 hingga 1790.  Dulu, selama dan setelah Revolusi Amerika, Kongres Amerika Serikat biasa mengadakan pertemuan di delapan kota, termasuk Philadelphia, Baltimore, dan New York City.

Pemindahan ibu kota dilakukan melalui persetujuan Kongres AS, termaktub dalam Konstitusi 1 bagian 8 pada tahun 1970. Tujuannya, memisahkan pusat kegiatan pemerintahan dan bisnis. Sejak dibangun, New York dipersiapkan sebagai pintu gerbang para imigran masuk ke AS dan pusat bisnis, budaya, transportasi, dan manufaktur.

Kota baru lalu dibangun di sebelah timur pelabuhan Georgetown, dekat sungai Potomac, kota Washington. Didirikan di atas lahan seluas 176,9 km persegi. Kota tersebut dinamai Washington DC, nama Presiden pertama AS, George Washington yang juga meresmikan kota tersebut. Washington DC resmi menjadi ibu kota AS sejak tahun 1800. Saat itu Virginia dan Maryland menyumbang tanah di kawasan ini. Washington, DC juga merupakan hasil kompromi yang melibatkan kepentingan ekonomi negara-negara di bagian selatan AS dan negara-negara utara yang menginginkan utang perang dilunasi.

  1. Rusia

Moskow dulunya merupakan ibu kota Kekaisaran Rusia dari abad ke-14 sampai tahun 1712. Tapi kemudian ibu kota Rusia itu dipindahkan ke St. Petersburg dengan alasan agar lebih dekat ke Eropa sehingga Rusia menjadi lebih “Barat” secara politik dan budaya. Tapi kemudian ibu kota Rusia dipindahkan kembali ke Moskow seusai Perang Dunia I, tepatnya pada tahun 1918. Saat ini Moskow menjadi pusat politik, ekonomi, dan kebudayaan di Rusia.

  1. Australia

Pada abad ke-19, Sydney dan Melbourne adalah dua kota terbesar di Australia. Keduanya ngotot  ingin menjadi ibu kota Australia. Sebagai kompromi, Australia kemudian memutuskan membangun ibu kota baru. Setelah melakukan pencarian dan survei secara ekstensif, ditetapkanlah sebagian lahan di New South Wales sebagai wilayah ibu kota Australia.

Tapi, Australia kemudian memindahkan ibu kota ke Canberra pada tahun 1927. Canberra terletak di tengah-tengah antara Sydney dan Melbourne, tapi bukan kota pesisir.

  1. Brazil

Peralihan ibu kota Brazil dari Rio de Janeiro yang sangat padat ke kota Brasilia terjadi pada tahun 1961. Perubahan ibu kota ini telah dipertimbangkan selama beberapa puluh tahun sebelumnya. Rio de Janeiro dianggap terlalu jauh dari negara-negara bagian di negara yang besar itu.

Brasilia dinilai sebagai kota yang dibangun dengan kecepatan tinggi pada akhir tahun 1950-an, yang memenuhi impian Brazil yang panjang untuk memiliki ibu kota baru di jantung negara tersebut.

Presiden Brazil saat itu, Juscelino Kubitschek, ketika itu menjanjikan bangsanya untuk mewujudkan kemajuan setara 50 tahun dalam waktu 5 tahun. Sang Presiden kerap melakukan sidak pada malam hari terhadap proyek ambisius tersebut. Brasilia dirancang oleh arsitek Oscar Niemeyer, dengan penggunaan beton dan lekukan khasnya. Diantaranya adalah gedung Kongres Nasional dan katedral.

Pemindahan ibu kota juga bertujuan untuk mendorong perkembangan wilayah pedalaman Brazil. Brasilia dibangun dari tahun 1956-1960 dengan menghabiskan biasa sekitar USD 195 miliar. Setelah didirikan sebagai ibukota Brazil, Brasilia memang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Perpindahan ibu kota Brazil dianggap sangat sukses dan banyak negara terinspirasi dengan prestasi tersebut.

  1. India

Sampai tahun 1911 Calcutta di India Timur adalah ibu kota British India. Tapi kemudian untuk mengelola  India dengan lebih baik, New Delhi ditetapkan sebagai ibu kota negara itu pada tahun 1947.

  1. Myanmar

Ibu kota Myanmar dulu adalah Rangoon atau juga dikenal sebagai Yangon. Pada bulan November 2005,  para pegawai pemerintah tiba-tiba diberitahu oleh junta militer untuk pindah ke kota Naypyidaw yang lebih utara yang telah dibangun sejak tahun 2002 namun tidak pernah dipublikasikan.

Menariknya, belum dapat dipastikan alasan kenapa ibu kota Myanmar  dipindahkan. Sehingga banyak spekulasi menebak-nebak bahwa perpindahan yang kontroversial ini mungkin hanya didasarkan pada saran astrologi dan “ketakutan” politik. Yangon adalah kota terbesar di negara ini dan pemerintah Myanmar yang diktator mungkin tidak ingin banyak orang melakukan demonstrasi menentang pemerintah. Bagi pemerintah kota Naypyidaw juga dianggap lebih mudah dipertahankan jika terjadi invasi pihak Asing.

  1. Malaysia

Negeri jiran Malaysia juga dianggap berhasil memindahkan pusat pemerintahan ke sebuah kota baru bernama Putrajaya yang berjarak sekitar 30 kilometer atau 30 menit berkendara dari Kuala Lumpur yang masih menjadi ibu kota namun sebagai pusat bisnis dan ekonomi.

Letak Putrajaya strategis karena berada di antara Kuala Lumpur dan bandara internasional Kuala Lumpur. Putrajaya dibangun pada 19 Oktober 1995 sebagai pusat administrasi pemerintahan Malaysia menggantikan Kuala Lumpur yang kian padat layaknya kota Jakarta.

Putrajaya menempati area seluas seluas 4.931 hektare dengan danau buatan seluas 400 hektare. Dulu, Putrajaya merupakan area perkebunan kelapa sawit milik Negara Bagian Selangor bernama Prang Besar. Setelah terpilih sebagai ibu kota pemerintahan Malaysia, pembangunan besar-besaran dilakukan di kawasan ini dari tahun 1993 dengan mengusung arsitektur Melayu, meninggal arsitektur penjajah Inggris.

Sejumlah pertimbangan relokasi ibu kota

Rata-rata, negara yang berkeinginan memindahkan ibu kota karena mengharapkan berbagai keuntungan, baik politik, sosial atau ekonomi. Mereka berharap ibu kota baru akan berkembang menjadi “permata budaya” dan membuat negara menjadi lebih stabil. Begitu juga dengan yang diharapkan Indonesia. Oleh karena itu pemindahan ibu kota harus benar-benar disiapkan secara matang. Salah-salah, bukannya membawa keuntungan, malah membuat negara mengalami kebuntungan. []

Daftar negara-negara yang memindahkan ibu kota dalam beberapa abad terakhir:

Asia

  • Sri Lanka: sejak 1982, Parlemen Sri Lanka berada di Sri Jayawardenapura Kotte, tapi fungsi pemerintahan lainnya tetap berada di Kolombo
  • Iran: dari  Esfahan dan Shiraz ke Teheran
  • Thailand: dari Ayutthaya ke Bangkok
  • Vietnam: dari Hue ke Hanoi
  • Pakistan: dari Karachi ke Rawalpindi ke Islamabad
  • Laos: dari Luang Prabang ke Vientiane
  • Turki: dari Istanbul ke Ankara
  • Filipina: dari Quezon City ke Manila
  • Jepang: dari Kyoto ke Tokyo
  • Israel: dari Tel Aviv-Jaffo ke Yerusalem
  • Oman: dari Salalah ke Muscat
  • Arab Saudi: dari Diriyah ke Riyadh
  • Bhutan: dari Punakha ke Thimpu
  • Uzbekistan: dari Samarkand ke Tashkent
  • Afghanistan: dari Kandahar ke Kabul

Eropa

  • Italia: dari Turin, Florence, dan Salerno ke Roma
  • Jerman: dari Bonn (Jerman Barat) ke Berlin
  • Serbia: dari Kragujevac ke Beograd
  • Albania: dari Durres ke Tirana
  • Lithuania: dari Kaunas ke Vilnius
  • Malta: dari Mdina ke Valetta
  • Polandia: dari Krakow ke Warsawa
  • Montenegro: dari Cetinje ke Podgorica
  • Yunani: dari Nafplion ke Atena
  • Finlandia: dari Turku ke Helsinki

Afrika

  • Ghana: dari Cape Coast ke Accra
  • Botswana: dari Mafeking ke Gaborone
  • Guinea Bissau: dari Madina do Boe ke Bissau
  • Tanjung Verde: dari Cidade Velha ke Praia
  • Togo: dari Aneho ke Lome
  • Malawi: dari Zomba ke Lilongwe

Amerika

  • Trinidad dan Tobago: dari San Jose ke Port of Spain
  • Jamaika: dari Port Royal ke Spanish Town ke Kingston
  • Barbados: dari Jamestown ke Bridgetown
  • Honduras: dari Comayagua ke Tegucigalpa

Oseania

  • Selandia Baru: dari Auckland ke Wellington
  • Negara Federasi Mikronesia: dari Kolonia ke Palikir
  • Palau: dari Koror ke Ngerulmud

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here