Inilah Politisi Etnis China Yang Menjadi Kepala Daerah

0
436

Nusantara.news, Jakarta – Politisi Tionghoa atau China di pentas politik Tanah Air makin menunjukkan eksistensinya. Sejumlah daerah telah dipimpin Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan China. Mungkin selama ini yang paling popular hanyalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai pemimpin di Ibukota Negara RI.

Sebelum menjadi Wakil Gubernur dan akhirnya menjadi Gubernur DKI menggantikan Jokowi yang naik menjadi Presiden, Ahok sempat menjadi Bupati Bangka Belitung.

Salah seorang politisi China lain yang terpilih jadi Walikota Singkawang, Kalimantan Barat periode 2017-2022 adalah Tjhai Chui Mie (44 tahun) dari suku Hakka beragama Budha.

mantan Anggota Fraksi PDI – Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Singkawang ini menjadi wanita Tionghoa pertama yang menjadi bupati di Indonesia.

Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Rabu (15 Februari 2017) lalu, istri Lim Hok Nen ini berhasil meraih suara signifikan. Tjhai Chui Mie berpasangan dengan Irwan meraih suara di atas 40% mengalahkan pasangan lainnya.

Pada periode 2007 – 2012 lalu, Singkawang juga dipimpin warga keturunan China, yakni Bong Sau Fan alias Hasan Karman. Dia menjadi Walikota Singkawang pertama yang terpilih melalui Pilkada langsung mengalahkan Awang Ishak.

Namun, Awang kembali mengalahkan Hasan di Pilkada 2012. Dan, setelah Awang tak maju lagi, kini Kota Singkawang kembali dipimpin WNI keturunan China, Tjhai Chui.

Tjhai Chui terjun ke politik praktis pertama kali pada Pemilu 2004 menjadi anggota DPRD Kota Singkawang, melalui pergantian antar waktu  Bong Wui Khong dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB).

Selanjutnya, pada Pemilu 2009, Tjhai Chui Mie kembali mencalonkan diri dari PIB dan berhasil menjadi Ketua DPRD Kota Singkawang, periode 2009 – 2014.

Sementara di Kota Malang, Jawa Timur, juga ada seorang pria keturunan Tionghoa, yaitu Abah Anton atau Goei Hing An. Meski minoritas sebagai keturunan Tionghoa, namun pria yang memiliki nama lengkap Ir. H. Mochamad Anton ini terpilih sebagai Wali Kota Malang periode 2013-2018. Anton yang berpasangan dengan Sutiaji ini resmi menjabat sejak 13 September 2013.

Dalam kiprahnya, Abah Anton juga ternyata pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Malang. Sejak dipimpin Anton, Kota Malang memenangkan Piala Adipura Kencana (bidang kebersihan dan inovasi kota) dari Presiden RI.

Di Jawab Barat, tepatnya di Kabupaten Kuningan juga telah dipimpin seorang keturunan China bernama H. Acep Purnama yang menggantikan almarhumah Hj Utje Ch Hamid Suganda.

Acep dilantik oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan pada Selasa   (14/6/2016). Acep yang sebelumnya Wakil Bupati dan akan menjabat sebagai Bupati hingga 2018 nanti. Sementara posisinya sebagai Wakil Bupati digantikan Dede Sembada.

Kini Acep yang merupakan kader PDI-Perjuangan kembali menyiapkan diri untuk bertarung mempertahankan jabatannya pada Pilkada serentak 2018 nanti.

Itulah sebagian politisi keturunan China yang kini menjadi pemimpin di daerahnya. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi pemimpin yang mengayomi seluruh warganya tanpa memandang kelompok, agama atau status ekonomi. Kebijakannya harus berpihak pada rakyat bukan pada pemilik modal atau taipan yang umumnya juga dari kalangan etnis China. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here