Insiden Pemukulan oleh Presdir Freeport, Aktivis 98: Batalkan Seluruh Perjanjian dengan Freeport

0
3925

Nusantara.news, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari Gedung parlemen Senayan. Seorang Anggota Komisi VII DPR RI, dari Fraksi Hanura Muchtar Tompo dikabarkan terlibat adu mulut dengan Presdir PT Freeport Chappy Hakim yang berujung aksi pemukulan.

Demikian pengantar siaran pers Rumah Gerakan 98 yang diterima nusantara.news, Jumat (10/2) dini hari tadi. Namun RG-98 mengaku belum mengetahui pangkal persoalannya. Saat dikonfirmasi melalui telpon selular oleh wartawan yang juga aktif di RG-98,  Muchtar membenarkan kejadian itu.”Iya saya ditonjok,” ujarnya.

Kejadiann itu, beber Muchtar, persis di ruangan Komisi VII DPR RI. “Benar, kejadianya di ruangan komisi sekitar pukul 15.00 WIB,” paparnya.

Freeport adalah perusahaan pertama yang masuk Indonesia setelah pemerintah Negara Orde Baru Soeharto Menerbitkan UU Penanaman Modal Asing (PMA) tahun 1967, perusahaan dengan modal awal ratusan ribu dollar saja itu menjadi salah satu perusahaan pertambangan Terbesar di Dunia saat ini, dan sukses mengeksploitasi seluruh material konsentrat gunung Tembagapura hingga saat ini menjadi lembah dalam menembus perut bumi Papua. Sebuah awalan Neo Kolonialisme Gaya Baru Rezim Negara Orde Baru.

Dengan adanya pemukulan itu, Sekjen RG-98 ayed Junaidi Rizaldi menegaskan:tindakan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim yang melakukan pemukulan terhadap Muhtar Tompo seusai rapat kerja dengan perusahaan pertambangan di Ruang Komisi VII DPR-RI adalah tindakan barbar.

Bagi Rumah Gerakan 98, tambah Sayed,  tindakan Chappy hakim telah dengan sengaja menghina Rakyat dan Negara Kita.

“Perilaku buruk dan tindakan premanisme Chappy Hakim yang mantan KSAU, secara telanjang telah menunjukkan kepada kita, bahwa dia bukan seorang prajurit sapta marga sejati, Dia lebih memilih untuk pasang badan membela kehormatan Freeport sebagai perusahan milik asing, daripada membela kehormatan negaranya” timpal Ketua Umum RG-98 Bernard Ali Mumbang Haloho

Untuk itu RG-98 menyerukan, pertama, manajemen di kantor pusat Freeport Internasional di Amerika Serikat segera meminta maaf kepada Muhtar Tompo selaku pribadi, kepada institusi DPR-RI dan kepada Pemerintah Indonesia. Kepada Seluruh Rakyat Indonesia.

Kedua, mendesak manajemen/kantor pusat Freeport Internasional memberhentikan Chappy Hakim sebagai Presdir PT Freeport Indonesia. Selanjutnya, ketiga, mendesak POLRI untuk menyelidiki tindakan kekerasan yang masuk kepada unsur Pidana.

Dan yang terakhir, keempat, mendesak Presiden Republik Indonesia untuk menghentikan sementara seluruh perjanjian dan kesepakatan dengan Freeport hingga batas waktu yang belum ditentukan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here