Internet Bagai Pedang Bermata Dua, Harus Dipakai Positif

0
162

Nusantara.news, Surabaya – Kepala Divisi Regional (Divre) V PT Telkom Surabaya, Jatmiko mengatakan internet bagaikan pedang bermata dua. Artinya, jika digunakan secara benar, akan bermanfaat. Sebaliknya, jika dipakai dengan cara tidak benar akan berdampak merusak.

“Untuk itu, pengguna internet khususnya siswa sekolah harus mendapat pengarahan di antaranya melalui pelatihan,” kata Jatmiko di acara Pelatihan Internet Sehat dan Jurnalis Sehat untuk SMA/SMK se-Surabaya, di Auditorium PT. Telkom Jalan Ketintang, Surabaya, Senin (30/1/2017).

Dia menyebut, saat ini jumlah siswa di Indonesia sebanyak 58 juta, sementara di Jawa Timur ada sekitar 4 juta. Melalui Pelatihan Internet Sehat diharapkan para siswa dapat menggunakan internet secara benar dan benar. Dia menjadwalkan pelatihan internet akan dilakukan secara bertahap di seluruh Jawa Timur.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, penggunaa internet terus meningkat. Di Indonesia mencapai 132 juta pengguna, di mana 86 persen di antaranya berada di Jawa dan dari jumlah tersebut 30 persen atau sebanyak 24 juta pengguna berasal dari Jawa Timur.

“Diprediksi tahun 2017 hingga 2018, jumlah itu meningkat mencapai 140 juta bahkan hingga 150 juta pengguna,” kata Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf.

Dengan kondisi itu, serta melihat kenyataan bahwa sebagian penggunanya adalah usia produktif, yakni antara umur 10 hingga 44 tahun. Terdiri dari pekerja, mahasiswa dan pelajar, Gus Ipul berharap sudah saatnya semua pihak ikut membangun kesadaran bahwa internet harus dipergunakan untuk kegiatan positif.

“Membangun kesadaran penggunaan internet dengan benar dan sehat harus kita lakukan sejak dini. Sejak anak mulai bersentuhan dengan dunia internet,” pinta Gus Ipul.

Diharapkan, semua pihak harus ikut mengingatkan dan saling belajar untuk menggunakan internet dengan bijak. Serta mengarahkan agar bisa melihat sisi positifnya.

“Sisi negatifnya dihalau atau dieliminir. Pengguna Internet di Indonesia terutama anak-anak perlu untuk dibangun kesadarannya agar dalam menggunakan internet mendapatkan sesuatu yang berguna,” tambahnya.

Dia berpendapat, mengantisipasi dengan menutup konten-konten negatif belum cukup, hanya mempunyai efek 30 persen.

Ada tiga hal penting yang harus dilakukan agar bisa menggunakan internet dengan sehat.

Pertama, membangun kesadaran internet harus digunakan untuk sesuatu yang produktif. Jangan sampai mempergunakan internet untuk sesuatu yang negatif. Bisa dimanfaatkan untuk memperluas jaringan, jaringan bisnis atau profesi-profesi lain yang menguntungkan.

Kedua, perlu ditanamkan untuk mengerti, memahami  bahwa internet bisa berdampak macam-macam. Ada yang mendidik dan ada yang tidak mendidik. Perlu dilakukan membangun kesadaran dan terus dikembangkan.

Ketiga, meningkatkan keterampilan. Misalnya digunakan untuk korespondensi, untuk menyampaikan pikiran-pikiran positif. Untuk itu perlu meningkatkan keterampilan guna merumuskan gagasan, menulisnya dan menyampaikan dengan baik.

“Kondisi pengguna internet di Jatim saat ini masih bagus sebagai referensi pendidikan, masih positif. Tetapi perlu kita ingat ada juga konten-konten yang semestinya tidak boleh mereka tonton,” ucapnya.

Jika kesadaran sudah dibentuk sejak kecil atau sejak awal mereka bersentuhan dengan internet, dengan sendirinya mereka akan menghindari konten-konten yang tidak semestinya dilihat. “Seperti konten-konten Hoax atau berita-berita yang tidak benar atau sampah,” cetusnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman menambahkan bahwa untuk Ujian Nasional Berbasil Komputer (UNBK) yang digelar tahun 2017, 100 persen dilakukan dengan menggunakan perangkat komputer.

Untuk itu, dengan digelarnya pelatihan internet sehat diharapkan dapat mempermudah para siswa membiasakan diri menggunakan komputer dan internet untuk menghadapi UNBK.

Himbauan serta bentuk pelatihan seperti ini sangat baik. Tidak hanya mengajak generasi muda khususnya pelajar untuk memahami penggunaan internet. Tentunya yang penting lainnya adalah untuk menunjang hal-hal positif, termasuk untuk keperluan pendidikan. Pemahaman serupa juga perlu dimiliki oleh para orang tua, sebagai filter agar tidak terjadi penyimpangan penggunaan internet.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here