Investasi Asing Mulai Incar Malang, Pemkab Harus Selektif

0
76
Ilustrasi Investasi (Sumber: InfLMG Re-Edit Aditya/Nusantara.news)

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Kabupaten Malang mempunyai potensi yang sangat potensial untuk dikembangkan, baik dari sumber daya alam, budaya, wisata dan lain sebagainya. Hal tersebut kemudian memikat daya tarik tersendiri bagi para investor untuk berinvestasi di wilayah Kabupaten Malang.

Tercatat bahwa, nilai investasi di Kabupaten Malang sepanjang tahun 2017 sangat fantastis yakni sebesar Rp 6 triliun. Investasi itu meliputi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Investasi sebesar itu, menandakan bahwasanya para investor sangat yakin iklim investasi Kabupaten Malang sangat potensial.

Renaldo Akbar Paradi, Pengamat Politik Pemerintahan Universitas Brawijaya mengungkapkan pendapatnya terkait investasi besar pertengahan tahun tersebut. “Pertengahan tahun, sudah mencapai segitu pemerintah harus jeli dan selektif dalam membukakan pintu investasi,” ujarnya kepada Nusantara.news, Selasa (30/5/2017).

“Iya, harus jeli dan selektif untuk memilah mana PMA mana yang PMDN,” jelas Renal lebih detail terkait investasi yang masuk di Kabupaten Malang.

Ia menegaskan, untuk jangan sampai investasi dari asing yang lebih besar dari pada investasi dalam negeri. “Lama-lama bisa habis tanah air ini apabila disusupi asing terus. Mandiri sajalah. Jangan terlalu mengandalkan swasta asing untuk mendongkrak perekonomian melalui jalur investasi.” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Penanaman Modal (KPM) Kabupaten Malang, Dwi Ilham mengatakan, persentase nilai investasi antara PMA dan PMDN adalah fifty-fifty. “Artinya, baik itu perusahaan asing maupun perusahaan dalam negeri, sama-sama mempercayakan investasinya ke Kabupaten Malang. Lantaran investasinya menjanjikan,” ujarnya kepada Malang Post.

Pihaknya menyebutkan, beberapa perusahaan asing yang telah menanamkan investasinya di daerah terluas nomor dua di Jawa Timur ini, salah satunya yakni PT Otsuka Indonesia yang pabriknya berada di Lawang dan PT Beiesdorf Indonesia di Singosari.

“Rata-rata perusahaan asing yang telah menanamkan investasinya di Kabupaten Malang ini berusia lebih dari lima tahun,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan beberapa perusahaan dalam negeri yang menananmkan investasinya. Di antaranya, PT Bentoel Prima TBK, PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI) dan beberapa perusahaan lain. “Mayoritas perusahaan dalam negeri yang menginvestasikan ke Kabupaten Malang, berkelas nasional,” jelas Ilham.

Sepanjang tahun ini investor dalam negeri yang telah menanamkan modalnya di Kabupaten Malang mencapai 19 perusahaan. Sedangkan perusahaan asing yang menanamkan investasinya, sejumlah 18 perusahaan.

Investasi tersebut untuk pengembangan usaha mereka yang bergerak di bidang pertanian, industri dan kimia. “Nilai investasinya, juga mencapai fifty-fifty. Yakni sebesar Rp 3 triliun dari PMA dan Rp 3 triliun dari PMDN,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here