Investor Kenakan Denda, Pedagang Pasar Dinoyo Menjerit Tak Mampu Bayar

0
199

Nusantara.news, Kota Malang – Permasalahan pengelolaan Pasar Terpadu Dinoyo (PTD) tak kunjung selesai. Ada saja permasalahan yang bermunculan antara pihak Investor dan juga pedagang. Beberapa hari lalu pengelola Pasar Terpadu Dinoyo Kota Malang memberikan denda kepada pedagang yang sudah menyicil. Namun, karena besaran keuntungan yang diperoleh tak sebanding dengan pembayaran denda, akhirnya berujung penunggakan pembayaran cicilan.

Komici C DPRD Kota Malang, Bambang Soemarto mempermasalahkan pembayaran denda itu karena dianggap tak sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang disepakati antara investor dan pihak pedagang yang disepakati sebelum pembangunan pasar. Sementara Direktur PT Hyarta Danadipa Raya, Jufri Naz mengkonfirmasi bahwa pemberian denda pada penunggak kios sudah sesuai dengan kesepakatan awal.

“Pada perjanjian dengan pedagang, kalau dia tidak bayar, (hak atas nomor undian) batal. Kalau tidak tidak menyicil, kena denda,” ujarnya di Malang, Senin (30/1/2017).

Bambang tak mau kalah. Dikatakan, banyak hal yang dilakukan investor yang tidak sesuai dengan PKS awal. Selain soal denda, juga soal pencabutan hak atas nomor undian bagi pedagang yang tidak mau membayar.

“Kalau menurut PKS, ada harga dan jadwal pembayaran. Kalau seperti itu (ada denda dan pembatalan) kan pedagang yang dirugikan. Kalau batal, kan hilang hak pedagang. Itu tidak boleh. Tujuan pembangunan Pasar Dinoyo kan berdasarkan PKS. Pernyataan PT Hyarta itu sudah keluar dari tujuan awal,” ujar Bambang yang diuhubungi terpisah di Malang, Senin (30/1/2017).

Pedagang pindahan (sementara) dari Pasar Dinoyo, Karsim mengungkapan enggan pindah karena memang besaran tarif kiosnya mahal dan tak sesuai dengan besaran pendapatan kesehariannya

“Bingung, mau bertahan di Pasar Merjosari infonya simpang siur, janji 2 tahun nyatanya 4 tahun baru jadi. Katanya mau dikembalikan ke Pasar Dinoyo, tapi ketika dikembalikan harganya menjulang tinggi tak sebanding dengan pendapatan,” ungkap Karsim, seraya menambahkan, sepertinya pedagang kecil sengaja disingkirkan dengan macam-macam tagihan yang tidak sesuai dengan perjanjian awal. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here